www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Benarkah Lorenzo Jadi Test Rider MotoGP Aprilia?
 
Sidang Dugaan Gratifikasi Amril Mukminin
Terdakwa Suami Sendiri, Bakal Cabup Bengkalis Kasmarni Mundur Jadi Saksi
Kamis, 27 Agustus 2020 - 15:05:17 WIB
Sidang Gratifikasi Bupati Non Aktif Amril Mukminin dilakukan secara virtual.
Sidang Gratifikasi Bupati Non Aktif Amril Mukminin dilakukan secara virtual.

PEKANBARU - Sidang lanjutan kasus dugaan gratifikasi yang diterima Bupati Bengkalis Non Aktif, Amril Mukminin, sebesar Rp23,6 miliar, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, secara virtual, Kamis (27/8/2020). Agenda sidang kali ini, mendengarkan keterangan saksi-saksi, termasuk istri terdakwa, Kasmarni. 

Namun, Kasmarni sebagai saksi dalam kasus tersebut, mengatakan mengundurkan diri sebagai saksi. Karena, Amril Mukminin yang jadi terdakwa adalah suami Kasmarni.

Pernyataan itu, disampaikan Kasmarni secara virtual saat persidangan Amril Mukminin di hadapannya Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru  yang dipimpin Lilin Herlina. Ketika sidang, Kasmarni berada di Bengkalis.

"Izin yang mulia, saya mengundurkan diri sebagai saksi. Permohonan pengunduran diri sebagai saksi dalam perkara suami saya sehubungan panggilan KPK tertanggal 25 Agustus 2020 untuk persidangan sebagai saksi," kata Kasmarni.

Atas permohonan itu, Majelis Hakim berkoordinasi dengan  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Takdir Suhan, dan kawan-kawan. JPU menyatakan tidak keberatan atas pengunduran diri Kasmarni.

Pengunduran diri istri dan keluarga terdakwa memang diatur dalam Undang-Undang. Jika tetap jadi saksi akan membela terdakwa di persidangan.

JPU, Takdir Suhan, yang dikonfirmasi usai sidang menyebutkan, di BAP, Kasmarni memang disebutkan sebagai istri terdakwa. Namun, JPU mengusulkan kepada Majelis Hakim karena penilaian ada di Majelis Hakim.

"Memang ada di ketentuan Pasal 168 huruf C KUHAP dan Pasal 35 ayat 1 Undang-Undang 31 Tahun 1999 terkait kedekatan hubungan keluarga. Beliau (Kasmarni) ini kan inti. Bisa diasumsikan nantinya akan membela dan majelis pun sepakat untuk tidak jadi saksi," tutur Takdir.

Meski Kasmarni tidak jadi  saksi tapi JPU sudah mempunyai alat bukti untuk meyakinkan Majelis Hakim tentang adanya gratifikasi yang diterima Amril Mukminin dari dua pengusaha perkebunan sawit.

"Bagi kami alat bukti yang dimiliki oleh tim JPU dalam pembuktian kasus ini sudah banyak. Baik saksi-saksi dan alat bukti dokumen sudah banyak jadi tidak mengurangi pembuktian JPU," jelas Suhan.

Ditambahkan Suhan, pengunduran diri Kasmarni sebagai saksi  baru didapatkan JPU di persidangan. Sebelumnya penasehat hukum Amril juga sudah menyampaikan ke JPU.

"Sebelum sidang sudah disampaikan oleh perwakilan tim PH terdakwa. Cuma kami tegaskan lagi, bagaimana pun sepenuhnya menjadi kewenangan hakim. Sesuai ketentuan ada hak untuk tidak menjadi saksi," tutur  Suhan.

Dalam surat dakwaan kedua yang dibacakan JPU KPK, Tonny Frengky terungkap bahwa terdakwa Amril Mukminin selaku anggota DPRD Kabupaten Bengkalis 2014 -2019, dan Bupati Bengkalis 2016-2021 telah menerima gratifikasi berupa uang setiap bulannya dari kedua pengusaha sawit itu.

Uang diterima terdakwa secara tunai maupun ditransfer ke rekening bank atas nama Karmarni pada Bank CIMB Niaga Syariah nomor rekening 4660113216180 dan nomor rekening 702114976200. Aliran uang ini yang akan dibuktikan JPU pada sidang Kamis mendatang.

Disebutkan, pada 2013, ketika Amril Mukminin menjadi anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Jonny Tjoa meminta bantuan Amril untuk mengajak masyarakat setempat agar memasukkan buah sawit ke PT Mustika Agung Sawit Sejahtera dan mengamankan kelancaran operasional produksi perusahaan. 

"Jonny Tjoa memberikan kompensasi sebesar Rp5 per kilogram Tandan Buah Segar (TBS) dari total buah sawit yang masuk ke dalam pabrik," kata Tonny.

Terhitung sejak Juli 2013 telah dikirimkan uang setiap bulannya dengan cara ditransfer ke rekening atas nama Kasmarni. Pemberian itu berlanjut setelah Amril Mukminin dilantik menjadi Bupati Bengkalis pada Februari 2016. Seluruh uang yang diterima dari Jhonny Tjoa sebesar Rp12.770.330.650.

Sementara, Adyanto memberi uang kepada Amril pada 2014. Ketika itu, dia meminta bantuan Amri Mukminin untuk mengamankan kelancaran operasional pabrik PT Sawit Anugrah Sejahtera di Desa Balairaja, Kabupaten Bengkalis.

Penulis : Helmi 
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Foto: AntaraSidang Pledoi Dugaan Korupsi Amril Mukminin, Pengacara Mohon Terdakwa Dibebaskan
Wakil Bupati Bengkalis Non Aktif Muhammad mendatangi Ditreskrimsus Polda Riau, Kamis (24/9/2020).Masuk Tahap II, Kasus Dugaan Korupsi Wakil Bupati Bengkalis Non Aktif Muhammad Segera Disidangkan
IlustrasiSidang Kasus Karhutla PT Adei, Saksi Ahli Sebut Lahan Sengaja Dibakar
  IlustrasiEksepsi Ditolak, JPU Bakal Hadirkan Semua Saksi Kasus Dugaan Korupsi di Setdakab Kuansing
IlustrasiHakim Tunda Sidang Eksepsi Eks Sekda Kuansing
IlustrasiTerseret Kasus Dugaan Korupsi Rp10,4 Miliar, Balon Kepala Daerah Kuansing Akan Dihadirkan di Persidangan

 
Berita Lainnya :
  • Benarkah Lorenzo Jadi Test Rider MotoGP Aprilia?
  • Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan, KLH Bersama TNI dan Masyarakat Bangun KBD di 5 Desa
  • Libur Panjang, Gubri Minta Pengelola Perketat Penerapan Prokes di Tempat Wisata
  • Jalur Alternatif Lewat Kuansing Belum Meningkat Meski Jalan Lintas Riau-Sumbar di Kampar Amblas
  • MU Semangat Lawan Arsenal Usai Pesta Gol di Liga Champions
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved