www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Lab Biomolekular RSUD Arifin Achmad Periksa 1.317 Sampel Per Hari
 
Ikuti Putusan MA, Kejari Pekanbaru Eksekusi Oknum Dosen Universitas Riau
Kamis, 13 Agustus 2020 - 17:40:21 WIB
Terpidana ZJ dieksekusi di Rutan Sialang Bungkuk
Terpidana ZJ dieksekusi di Rutan Sialang Bungkuk

PEKANBARU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Kamis (13/8/2020) sore, akhirnya melakukan penahanan terhadap terpidana oknum dosen di Universitas Riau, ZJ, di Rutan Sialang Bungkuk selama 1 tahun.

Perkara ini telah memiliki kekuatan hukum tetap pasca terbitnya putusan Mahkamah Agung (MA) pada 8 April 2020 lalu, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) di perguruan tinggi tersebut. 

"Tadi baru dieksekusi, karena kita barusan menerima putusannya (tingkat kasasi,red)," ujar Kajari Pekanbaru Andi Suharlis melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Yunius Zega, Kamis (13/8/2020).

Lebih lanjut, ZJ sebelumnya berstatus tahanan kota yang diketahui memiliki nomor putusan : 616/K/Pid.Sus/2020. Dalam putusannya, majelis hakim menguatkan putusan di tingkat banding, yaitu divonis selama 1 tahun penjara, dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

"Terpidana dieksekusi di Rutan Sialang Bungkuk," sebut Yunius.

Sementara itu, ZJ harus menjalani pemeriksaan kesehatan, untuk memastikan yang dia bebas dari virus Covid-19. Kegiatan ini dilakukan petugas medis dari Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru.

"Seperti biasa, kita melakukan aturan protokol kesehatan Covid-19 dengan melakukan rapid test terhadap terpidana. Hasilnya nonreaktif," kata Yunius.

ZJ yang juga anggota tim teknis pada proyek tidak sendirian dalam perkara yang dilakukannya itu, ada seorang pesakitan lainnya, yaitu Benny Johan selaku Direktur CV Reka Cipta Konsultan sebagai konsultan perencana dan pengawas proyek tersebut.

Menurut Zega, Benny Johan terlebih dahulu menjalani proses eksekusi. Dia dihukum 1,5 tahun kurungan, dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan penjara.

"Terpidana Benny Johan telah dieksekusi pada akhir Juli 2020 kemarin," pungkas Yunius Zega.

Diketahui, pada persidangan yang digelar di lembaga peradilan tingkat pertama, ZJ dituntut dengan pidana penjara selama 3 tahun. Sementara Benny Johan, dituntut pidana penjara 3,5 tahun. Keduanya juga dikenakan denda masing-masing Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan.‎

JPU juga menuntut Benny Johan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp43.200.000 subsider 1 tahun 10 bulan.

Pengerjaan proyek pembangunan gedung pascasarjana Fisipol UR dianggarkan dari APBN tahun 2012 dengan nilai Rp9 miliar. Penyimpangan dalam proyek ini, terlihat dari awal pelaksanaan proses lelang.

Saat itu, proses lelang diketahui gagal hingga 2 kali. Akibatnya, panitia lelang melakukan penunjukkan langsung untuk menentukan pelaksana kegiatan.

Proses penunjukan tersebut dilakukan oleh panitia lelang bersama seorang oknum yang tak lain merupakan ketua tim teknis kegiatan tersebut. Kontrak kerja ditandatangani oleh direktur rekanan yang dipalsukan.

Dalam pengerjaannya, pada akhir Desember 2012 tidak selesai dan hanya rampung sekitar 60 persen. Walaupun hanya rampung 60 persen tetapi anggaran tetap dicairkan 100 persen. Diduga terjadi kongkalikong antara tim teknis yang menyatakan jika pengerjaan kegiatan sudah 100 persen rampung.

Perkara ini sebelumnya melibatkan mantan Pembantu Dekan II Fisipol UR,  Heri Suryadi, dan Komisaris PT Usaha Kita Abadi selaku kontraktor proyek Ruswandi. Keduanya sudah divonis pengadilan dengan penjara masing-masing 2 tahun dan 3 tahun penjara. 

Penulis : Helmi 
Editor: Yusni Fatimah






Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Muhammad saat keluar ruangan penyidik Mapolda Riau.Berkas dan Bukti Dilimpahkan ke Jaksa, Wabup Bengkalis Nonaktif Muhammad Bakal Ditangani Kejari Inhil
Tersangka Dedi saat ditangkap polisi.Polisi Tangkap Buronan Tersangka Dugaan Pemerasan Uang Parkir, Ternyata Suami Oknum PNS Kejari Pekanbaru
IlustrasiDugaan Korupsi Kegiatan PMBRW, Kejari Pekanbaru Pelajari Dokumen Hasil Sitaan
  Wakil Bupati Bengkalis Non Aktif Muhammad mendatangi Ditreskrimsus Polda Riau, Kamis (24/9/2020).Masuk Tahap II, Kasus Dugaan Korupsi Wakil Bupati Bengkalis Non Aktif Muhammad Segera Disidangkan
Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Mia AmiatiKejati Riau Tunda Pemeriksaan Saksi Perkara Dugaan Korupsi Multimedia Disdik Riau
IlustrasiKasus PMBRW, Sejumlah PNS Turut Diperiksa Kejari Pekanbaru

 
Berita Lainnya :
  • Lab Biomolekular RSUD Arifin Achmad Periksa 1.317 Sampel Per Hari
  • Penyebab Kasus Positif Corona di Indonesia Terus Meningkat
  • Deklarasi Damai, Bawaslu Rohil Tegaskan Kampanye harus Ikuti Protokol Kesehatan
  • Ternyata Kuota Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 10 Cuma untuk 116 Ribu Orang
  • Truk Tabrak Se-Keluarga Penghuni Kedai di Pelalawan, Bocah 11 Tahun Tewas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved