www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Tragis, Dua Gadis ABG Diperkosa 7 Pemuda, Harus Jalan Kaki 7 Km Cari Bantuan
 
Sempat Tak Kooperatif, Tersangka Korupsi di Disdik Riau, Jadi Tahanan Kota
Senin, 10 Agustus 2020 - 20:10:57 WIB
Dua tersangka dugaan korupsi di Disdik Riau saat ditahan dan dijebloskan ke Rutan Pekanbaru. FOTO: haluanriau.co
Dua tersangka dugaan korupsi di Disdik Riau saat ditahan dan dijebloskan ke Rutan Pekanbaru. FOTO: haluanriau.co

PEKANBARU – Sempat ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Pekanbaru karena dinilai tidak kooperatif, kini dua tersangka dugaan korupsi di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau mendapat keistimewaan dengan menyandang status tahanan kota. 

Keduanya telah dikeluarkan dari rutan sejak Jumat (7/8/2020) lalu.

Dua tersangka itu adalah HT dan RD. Untuk sementara, keduanya dianggap bertanggung jawab dalam penyimpangan kegiatan yang dilaksanakan pada 2018 silam senilai Rp23,5 miliar.

“HT dan RD Jumat malam kemarin, sudah kita alihkan tahanannya dari tahan rutan ke tahanan kota,” ujar Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Senin (10/8/2020).

HT dalam kegiatan itu merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sementara RD adalah Direktur PT Airmas Jaya Mesin (Ayoklik.com) Cabang Riau. Keduanya sempat dijebloskan di rutan pada Senin (20/7/2020) lalu.

Dalam proses penyidikan, keduanya telah beberapa kali diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka. Belakangan, keduanya dikeluarkan dari rutan dengan alasan dan pertimbangan sebagaimana disampaikan Aspidsus.

“Alasan pengalihan, ada permohonan yang bersangkutan yang ditujukan kepada tim penyidik. Permohonan itu dengan alasan, tidak akan melarikan diri, mengulangi pidana, dan menghilangkan barang bukti. Permohonan itu didukung dan dijamin oleh pengacaranya dan dijamin oleh istri mereka masing-masing,” beber mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) itu.

“Tim penyidik mengkaji, menilai. Karena ini adalah proses, harapan kita memang apa yang dijamin itu, dilaksanakan,” sambungnya.

Mengingat saat ini kondisi di Indonesia termasuk di Pekanbaru masih dalam pandemi Covid-19, itu juga menjadi alasannya dikabulkannya permohonan pengalihan status penahanan.

“Dengan alasan, karena masih Covid-19 ini, lebih baik ditahan kota saja,” lanjut dia, dikutip haluanriau.co.

Saat disinggung soal jaminan uang dalam pengalihan penahanan itu, Hilman membantahnya. “Dia tidak ada jaminan uang. Jadi jaminan orang. Jadi di dalam KUHAP itu sebenarnya diatur soal penangguhannya, dijamin uang atau barang. Bisa juga kedua-duanya,” sebutnya.

Sebelumnya kedua tersangka dijebloskan ke tahanan karena dinilai tidak kooperatif. Mereka sempat beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Apakah hal itu tidak menjadi pertimbangan penyidik untuk tidak mengabulkan permohonan pengalihan status penahanan para tersangka, ini jawaban Hilman.

“Ini kan manusiawi sifatnya. Awalnya kemarin tidak kooperatif, ada beberapa kita panggil, tidak datang. Tapi saat itu kan statusnya masih saksi. Lalu kita tingkatkan jadi tersangka, untuk mempermudah proses penyidikan. Tidak ada kata-kata takut melarikan diri, tidak,” kata Hilman.

“Kita juga yakin, dia orang sini. Untuk mempermudah proses penyidikan, kita tahan pada saat itu. Cuma dalam proses, penyidik setelah ada surat permohonan, mereka mendapatkan itu,” ungkapnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Hilman memaparkan perkembangan proses penyidikan perkara tersebut. Kata dia, pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk melengkapi berkas perkara keduanya.

“Masih pemeriksaan saksi-saksi. PKN (perhitungan kerugian negara,reg) masih proses. Fix-nya belum, kami koordinasi terus dengan auditor BPK (Badan Pemeriksa Keuangan,red),” pungkas Aspidsus Kejati Riau, Hilman Azasi.(*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Muhammad saat keluar ruangan penyidik Mapolda Riau.Berkas dan Bukti Dilimpahkan ke Jaksa, Wabup Bengkalis Nonaktif Muhammad Bakal Ditangani Kejari Inhil
Gerakan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Anti Korupsi mendesak Kejati Riau usut dugaan korupsi Yan Prana Jaya dan Syamsuar saat menjabat di Kabupaten Siak Riau beberapa waktu lalu. FOTO: Detakindonesia.co.idDesak Usut Dugaan Korupsi di Siak, Mahasiswa Minta Kejagung Copot Kajati Riau
Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Mia AmiatiKejati Riau Tunda Pemeriksaan Saksi Perkara Dugaan Korupsi Multimedia Disdik Riau
  Wakil Bupati Bengkalis Non Aktif Muhammad mendatangi Ditreskrimsus Polda Riau, Kamis (24/9/2020).Masuk Tahap II, Kasus Dugaan Korupsi Wakil Bupati Bengkalis Non Aktif Muhammad Segera Disidangkan
Kasubsi Humas pada bagian Humas dan Penkum Kejati Riau, Rigo Risto menemui pendemo dan menerangkan, perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan. Mahasiswa dan Pemuda Riau Lagi-lagi Pertanyakan Proses Pengusutan Dugaan Korupsi di Siak
Ab usai diperiksa.Mantan Camat Tenayan Raya Diperiksa Sebagai Saksi terkait Kasus Dugaan Korupsi PMBRW

 
Berita Lainnya :
  • Tragis, Dua Gadis ABG Diperkosa 7 Pemuda, Harus Jalan Kaki 7 Km Cari Bantuan
  • Bahaya, Ini 3 Risiko Sering Tahan Pipis
  • Tersambar Petir, CCTV Pelabuhan Roro Air Putih Terbakar
  • Gubri Minta Bantuan Presiden untuk Pembangunan Pulau Rupat
  • Naik Lagi, Harga Cabai Merah di Rengat Sekarang Rp 35 Ribu Per Kilogram
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved