www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Lab Biomolekular RSUD Arifin Achmad Periksa 1.317 Sampel Per Hari
 
Penyelewengan Dana Bansos Covid-19 di Riau Ada 5 Kasus
Rabu, 15 Juli 2020 - 11:00:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Warning dari Presiden Jokowi untuk tidak menyelewengkan dana bansos Covid-19 masih diacuhkan. Bahkan ultimatum Kapolri Jenderal Idham Aziz yang mengamini instruksi presiden juga belum mendapat perhatian. Buktinya, Polri mendapati adanya 55 kasus penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) Covid-19. Rata-rata penyelewengan terjadi di tingkat akhir, perangkat desa.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono menjelaskan, Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) telah mengumpulkan data kasus penyalahgunaan wewenang dana bansos, jumlahnya dari 12 Polda terdapat 55 kasus.

"Se-Indonesia baru terdeteksi 55 kasus ini," ujarnya dikutip dari riaupos.

55 kasus tersebut terdiri dari 31 kasus di Sumut, 5 kasus di Riau, lalu masing-masing 3 kasus di tiga Polda. Yakni, Banten, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Tengah (Sulteng). "Jadi di tiga Polda itu ada 9 kasus, 3 kasus tiap Polda," ujarnya.

Selanjutnya, Jawa Timur (Jatim), Maluku Utara (Malut) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) masing-masing terdapat 2 kasus. Terakhir di Kalimantan Tengah (Kalteng), Kepulauan Riau (Kepri), Sulawesi Barat (Sulbar), dan Sumatera Barat (Sumbar) masing-masing ada 1 kasus. "Semua sedang proses," paparnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui ada sejumlah modus dan motifnya di antaranya, pemotongan dan dan pembagian tidak merata. Lalu, pemotongan dana sengaja dilakukan perangkat desa dengan maksud azas keadilan akibat ada warga yang tidak menerima bansos. Pemotongan dengan azas keadilan ini diakui dan diterima penerima bansos.

"Ada juga pemotongan untuk yang lelah perangkat desa," tuturnya.

Bahkan, ada yang melakukan pengurangan berat timbangan paket sembako dalam beberapa kasus. Sekaligus, tidak transparan dalam melakukan pembagian dana Bansos. "Saat ini masih dilakukan penyelidikan dan penyidikan kasus-kasus dana bansos," ujarnya.

Polri berupaya agar dalam me­lakukan penyelidikan tidak atau tanpa menganggur proses distribusi pemberian bansos. Sehingga, keduanya tetap bisa berjalan beriringan. "Agar benar-benar diterima yang berhak," jelasnya.

Sementara Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menjelaskan bahwa pengawasan jangan hanya di tingkat bawah. Namun, juga di tingkat ATA’s hingga ke pemprov dan pemkab atau pemkot. Karena di posisi itulah potensi penyelewengan jauh lebih besar.

"Tentunya diharapkan Polri bisa mencegah terjadinya penyelewengan, jangan sampai seperti pema­dam kebakaran," urainya.

Dalam kondisi dan situasi yang tidak biasa ini, tentunya Polri bisa melakukan terobosan. Agar bisa mencegah terjadinya penyelewe­ngan, caranya dengan mendampingi setiap rapat atau kegiatan pencairan dana bansos Covid-19. "Jadi benar-benar mengawasi dari dalam," jelasnya.

Dengan begitu penegak hukum bisa mengawal, bukan hanya menegakkan hukum saat terjadi pidana. Mencegah pidana terjadi sebelum merugikan negara dan masyarakat. "Kita berharap agar dana bansos benar-benar sampai," jelasnya. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Wakil Bupati Bengkalis Non Aktif Muhammad tiba di Polda Riau.Usai Proses Tahap II, Muhammad Kembali Dititipkan di Rutan Polda Riau
Kebakaran gedung Kejagung.Kejar Pembakar Gedung Kejagung, Bareskrim Periksa 29 Saksi Potensial
IlustrasiGubri dan Kadiskes Riau Dilaporkan ke Kejati atas Dugaan Penyimpangan Anggaran Covid-19
  IlustrasiTerancam Kena Sanksi, Tiga Kejari di Riau Nihil Tangani Perkara Tipikor
Gerakan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Anti Korupsi mendesak Kejati Riau usut dugaan korupsi Yan Prana Jaya dan Syamsuar saat menjabat di Kabupaten Siak Riau beberapa waktu lalu. FOTO: Detakindonesia.co.idDesak Usut Dugaan Korupsi di Siak, Mahasiswa Minta Kejagung Copot Kajati Riau
Tokoh masyarakat Desa Sengkemang, Nazaruddin dan beberapa orang petani Desa Sengkemang.Kecewa, Warga Sekemang Kirim Surat ke Polda Riau Minta Tersangka Karlahut PT DSI Ditahan

 
Berita Lainnya :
  • Lab Biomolekular RSUD Arifin Achmad Periksa 1.317 Sampel Per Hari
  • Penyebab Kasus Positif Corona di Indonesia Terus Meningkat
  • Deklarasi Damai, Bawaslu Rohil Tegaskan Kampanye harus Ikuti Protokol Kesehatan
  • Ternyata Kuota Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 10 Cuma untuk 116 Ribu Orang
  • Truk Tabrak Se-Keluarga Penghuni Kedai di Pelalawan, Bocah 11 Tahun Tewas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved