www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Kemendikbud Bantah Klaster Sekolah Penularan Covid-19
 
Dugaan Korupsi Dana KKPA PTPN V Bergulir di Kejati Riau
Kamis, 09 Juli 2020 - 09:23:19 WIB

PEKANBARU - Indonesia Law Enforcement Monitoring (Inlaning) melaporkan dugaan Tindak Pidana Korupsi pengelolaan dana Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA) Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa-M) Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar ke Kejaksaan Tinggi Riau.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau Muspidauan dikonfirmasi Rabu mengatakan pihaknya telah menerima laporan dugaan korupsi tersebut.

"Iya benar, sudah masuk laporannya," kata dia singkat.

Direktur Inlaning, Dimpos Tampubolon mengungkapkan, laporan telah dilayangkan pada 25 Juni 2020 lalu. "Kami meminta Kejati Riau mengusut dugaan korupsi dalam pembangunan KKPA tersebut," tegas Dempos.‎

Dempos mengurai dugaan korupsi yang diperkirakan merugikan merugikan negara lebih dari Rp 100 miliar tersebut merupakan rentetan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum di perusahaan pelat merah itu.  

Dikatakan Dimpos, ada 4 hal yang menjadi menjadi fokus laporan. Pertama, diduga ada penyalahgunaan keuangan kredit KKPA oleh oknum PTPN V dalam pembangunan kebun KKPA atas kredit sebesar Rp 54 miliar pada Bank BRI Agro Pekanbaru.

“Dana Rp 54 miliar habis, tetapi kebun tidak dibangun dengan baik. Hal ini terbukti dari kondisi fisik kebun dan sarana prasarana kebun seperti jalan poros, jalan blok, dan gorong-gorong yang tidak layak. Akibatnya, negara (PTPN V) harus menanggung pembayaran kredit pada Bank BRI Agro karena hasil produksi kebun kelapa sawit Pola KKPA yang dibangun PTPN V adalah kebun gagal,” terang Dimpos.

Bahkan 100 hektar dari lahan KKPA tersebut puso (gagal tanam), akan tetapi Sertifikat Hak Milik (SHM) dari lahan tersebut tetap diagunkan di Bank Mandiri Palembang. 

“Ini artinya lahan puso tetap dibebani hutang dan dana pembangunan lahan puso tersebut kemana?,” ujar Dempos dikutip dari beritariau.com.

Kedua, Inlaning menduga ada penggelembungan kredit pada saat pengalihan kredit dari Bank BRI Agro Pekanbaru ke Bank Mandiri Palembang karena kredit awal sebesar Rp 54 Miliar, setelah 10 tahun berjalan bukannya berkurang tetapi malah tambah besar menjadi Rp 83 Miliar pada Bank Mandiri Palembang.

Ketiga, terhadap besarnya kredit yang dicairkan oleh Bank Mandiri Palembang, Inlaning menduga ada permainan karena sangat tidak masuk akal kebun gagal dengan produksi rata-rata sekitar 320 ton/bulan pada tahun 2013 bisa dicairkan kredit sebesar Rp 83 miliar dengan cicilan kredit Rp 900 juta lebih perbulan. Pencairan kredit sebesar Rp 83 miliar tersebut masuk ke rekening PTPN V.

Pencairan kredit yang tanpa Appraisal dari konsultan independen dan tanpa hasil penilaian fisik kebun oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar atau Provinsi Riau menimbulkan kerugian negara yang sebesar karena kemampuan bayar Kopsa-M sangat minim akibat produksi kebun tidak sampai 0,5 ton/bulan.   

“Perkiraan kita hingga berakhir kredit pada tahun 2023, negara (PTPN V) akan menanggung kerugian lebih dari Rp 100 miliar ar, karena PTPN V merupakan penjamin (Avalist) berupa Coorporate Guarantee atas hutang tersebut,” jelasnya.

Keempat, Dempos menduga ada penyalahgunaan keuangan kredit pada Bank Mandiri Palembang karena sesuai dengan Perjanjian Kerjasama No. 07 tanggal 15 April 2013, kredit sebesar Rp 83 miliar tersebut sebagian diperuntukkan untuk perbaikan kebun KKPA dan sarana prasarana kebun KKPA. 

Namun, dana tersebut tidak dipergunakan untuk perbaikan kebun KKPA dan sarana prasarana kebun KKPA Kopsa-M. 

“Untuk apa dana tersebut digunakan, Kopsa-M sampai hari ini tidak mendapat penjelasan apapun dari PTPN V,” pungkas Dempos.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN V Pekanbaru Jatmiko saat dihubungi belum merespon konfirmasi wartawan. Pesan yang dikirim juga berbalas. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Video wall di Diskominfotik Pekanbaru yang diduga menggunakan barang elektronik ilegal karena tidak ada garansi resmiJika Ditahan, Tersangka Ancam Bongkar Siapa Saja yang Makan Uang Hasil Korupsi Video Wall Pekanbaru
Stop Korupsi.Kejati Didesak Usut Tuntas Korupsi di Siak, Jangan hanya Sekedar Klarifikasi
Massa Forum Mahasiswa Nusantara (FKMN) saat menggelar aksi demo di Bundaran HI Jakarta, Gedung Kantor Kejagung dan KPK RI pada Rabu (5/8/2020).Wajah Firdaus dengan Pejabat Pemko Dipajang di Depan Kantor Kejagung dan KPK, Ada Apa?
  Dua tersangka dugaan korupsi di Disdik Riau saat ditahan dan dijebloskan ke Rutan Pekanbaru. FOTO: haluanriau.coSempat Tak Kooperatif, Tersangka Korupsi di Disdik Riau, Hafes dan Rahmad Jadi Tahanan Kota
Persidangan pada Kamis (23/7/2020) lalu. Saksi dari PT CGA, Rhemon Kamil bersaksi lewat video conference dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat Bupati Bengkalis nonaktif, Amril Mukminin. FOTO: Tribun. KPK Hadirkan 3 Saksi di Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Nonaktif Amril Mukminin
Asisten Pidsus Hilman Azazi SH MM MHKejati Periksa Direktur PT Airmas Jaya Mesin sebagai Tersangka Korupsi di Disdik Riau

 
Berita Lainnya :
  • Kemendikbud Bantah Klaster Sekolah Penularan Covid-19
  • Sempat Terganggu, OJK: Layanan ATM Pekanbaru sudah Normal Kembali
  • Kabupaten Kepulauan Meranti Targetkan 1000 Warga yang Beresiko Ikut Swab Test
  • Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Riau Bertambah 68, Siak Penyumbang Terbanyak
  • Soal Pemerasan oleh Oknum Jaksa, KPK Periksa Kepala SMP di Inhu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved