www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Protokol Kesehatan di Siak Diperketat, Sanksi Bagi Pelanggar Menanti
 
Sudah Dua Kali Diklarifikasi Jaksa soal Dugaan Korupsi di OPD Siak, Ini Kata Yan Prana
Rabu, 08 Juli 2020 - 08:30:35 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Yan Prana
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Yan Prana

PEKANBARU - Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau kembali memanggil Sekretaris Daerah Provinsi Riau Yan Prana Indra Rasyid untuk yang kedua kalinya dalam kurun waktu 48 jam terakhir.

Usai dipanggil Senin kemarin, Selasa ini Yan kembali dipanggil untuk perkara yang sama, penyelidikan dugaan korupsi sejumlah organisasi perangkat daerah di Kabupaten Siak.

Yan tiba di gedung Korps Adhyaksa Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru sekitar pukul 09.00 WIB. Dengan mengenakan setelan kemeja biru dan didampingi dua pria, dia menuju lantai lima ruang pemeriksaan Bidang Pidana Khusus.

Tiga jam kemudian, atau sekitar pukul 12.30 WIB, Yan keluar dari gedung Kejati Riau. Dia tampak melempar senyum kepada sejumlah awak media. Dia pun mengaku tengah diperiksa oleh Kejati Riau terkait dugaan korupsi di Kabupaten Siak. Yan sendiri sebelum menjabat sebagai Sekdaprov Riau pernah memimpin sejumlah OPD di Siak.

"Sabagai warga negara yang baik, saya memenuhi undangan tersebut. Saya mengikuti prosedur dan pemanggilan ini wajib saya hadiri. Saya harus koorperatif terkait permasalahan ini," kata Yan Prana.

Pada pemanggilan kali ini, sosok dekat Gubernur Riau Syamsuar tersebut mengaku dirinya dimintai keterangan dalam kapasitas sebagai Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Siak. Sementara pada Senin kemarin, dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Kepala Bappeda Siak.

"Kemarin (Senin, red) sebagai Kepala Bappeda, hari ini dalam kapasitas Kepala BKD Siak," ujarnya.

Dalam proses pemeriksaan berlangsung selama beberapa jam itu, Yan Prana menyebutkan, dirinya dimintai keterangan mulai dari perencanaan anggaran, serta bagaimana mekanisme pencairan pelaksanaan kegiatan di BKD Siak. Selain itu, kata dia, turut klarifikasi terkait dugaan penyimpangan dana hibah bantuan sosial (Bansos).

"Lebih banyak diklarifikasi terkait perencanaan anggaran, dan mekanismenya. Hari ini saya juga ditanya mekanisme di BKD, pencairan dan hibah bansos," tutur dia.

Asisten Pidana Khusus Kejati Riau Hilman Azazi juga membenarkan bahwa penyidiknya tengah menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi di sejumlah organisasi perangkat daerah di Kabupaten Siak. Di antaranya Sekretaris Daerah Siak, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Siak dan Badan Keuangan Daerah Siak.

Sejauh ini, dia mengatakan telah memanggil lima orang saksi, termasuk Yan Prana.

"Iya, kami melakukan pemanggilan terhadap Kepala BPKAD (BKD Siak) dan Kepala Bappeda (yang menjabat) tahun sekian-sekian," katanya kepada Antara.

Dia mengatakan penyelidikan itu terkait dugaan korupsi penggunaan anggaran di ketiga OPD tersebut, seperti biaya-biaya operasional kantor.

"(Dugaan korupsi) biaya-biaya kantor dan operasional kantor lah," kata dia di antaranews.com.

Hilman mengakui bahwa penyelidikan dugaan korupsi itu masih tahap awal. Dia juga enggan menyebutkan dugaan berapa kerugian negara akibat dugaan rasuah tersebut.(*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Video wall di Diskominfotik Pekanbaru yang diduga menggunakan barang elektronik ilegal karena tidak ada garansi resmiJika Ditahan, Tersangka Ancam Bongkar Siapa Saja yang Makan Uang Hasil Korupsi Video Wall Pekanbaru
Ekspos kasus pencabulan dan pembunuhan bocah di Siak.Cabuli dan Sayat Bocah hingga Tewas, Pria di Siak Terancam Hukuman Mati
Persidangan pada Kamis (23/7/2020) lalu. Saksi dari PT CGA, Rhemon Kamil bersaksi lewat video conference dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat Bupati Bengkalis nonaktif, Amril Mukminin. FOTO: Tribun. KPK Hadirkan 3 Saksi di Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Nonaktif Amril Mukminin
  Dua tersangka dugaan korupsi di Disdik Riau saat ditahan dan dijebloskan ke Rutan Pekanbaru. FOTO: haluanriau.coSempat Tak Kooperatif, Tersangka Korupsi di Disdik Riau, Hafes dan Rahmad Jadi Tahanan Kota
Stop Korupsi.Kejati Didesak Usut Tuntas Korupsi di Siak, Jangan hanya Sekedar Klarifikasi
Massa Forum Mahasiswa Nusantara (FKMN) saat menggelar aksi demo di Bundaran HI Jakarta, Gedung Kantor Kejagung dan KPK RI pada Rabu (5/8/2020).Wajah Firdaus dengan Pejabat Pemko Dipajang di Depan Kantor Kejagung dan KPK, Ada Apa?

 
Berita Lainnya :
  • Protokol Kesehatan di Siak Diperketat, Sanksi Bagi Pelanggar Menanti
  • Terungkap di Persidangan, Eks Ajudan Amril Mukminin Beberkan Bagi-bagi uang PT CGA
  • Gubri Kukuhkan 8 Paskibra, Ini Nama-namanya
  • Kuasa Hukum Jerinx Berharap IDI Mau Berdamai
  • Tinggal Berdesakan di Rumah Kontrakan, Yeni Tabah Jadi Kepala Keluarga
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved