www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Gedung di Area Plasa Telkom Pekanbaru Terbakar, Jaringan Teganggu
 
Dirut Hakaaston Tak Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Suap Proyek Jalan Bengkalis
Jumat, 03 Juli 2020 - 07:16:41 WIB
KPK
KPK

JAKARTA - Direktur Utama PT Hutama Karya Aspal Beton (Hakaaston) Dindin Solakhuddin tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan kasus korupsi proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (multiyears) di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015.

KPK, Kamis, memanggil Dindin sebagai saksi untuk tersangka mantan Sekretaris Daerah Kota Dumai dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir (MNS) terkait kasus tersebut.

"Belum diperoleh informasi alasannya," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya di Jakarta, Kamis (2/7/2020) dikutip dari antarariau.

Sebelumnya, penyidik KPK pernah memanggil Dindin pada 20 Februari 2020. Saat itu Dindin juga tidak memenuhi panggilan tanpa keterangan.

KPK pada Jumat (17/1/2020) telah mengumumkan 10 tersangka baru dalam pengembangan kasus proyek jalan di Kabupaten Bengkalis tersebut.

Pertama, pada proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak kecil (multiyears) di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp156 miliar, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni M Nasir serta dua orang kontraktor Handoko Setiono (HS) dan Melia Boentaran (MB).

Kedua, terkait proyek peningkatan jalan lingkar Pulau Bengkalis (multiyears) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp126 miliar. Adapun yang menjadi tersangka M Nasir, Tirtha Adhi Kazmi (TAK) selaku PPTK serta empat kontraktor masing-masing I Ketut Surbawa (IKS) Petrus Edy Susanto (PES), Didiet Hadianto (DH), dan Firjan Taufa (FT).

Ketiga, proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (multiyears) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp152 miliar. KPK menetapkan M Nasir dan Victor Sitorus (VS) selaku kontraktor sebagai tersangka.

Terakhir, proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri (multiyears) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp41 miliar. M. Nasir dan Suryadi Halim alias Tando (SH) selaku kontraktor ditetapkan sebagai tersangka dalam proyek tersebut.

Berdasarkan hasil penghitungan sementara terhadap ke empat proyek tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih sebesar Rp475 miliar. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Pemusnahan barang bukti hasil tangkapan.30 Ton Gula Pasir Ilegal di Bengkalis Dimusnahkan, Dikemas dalam 600 Karung
ilustrasiKorupsi Proyek Jalan Bengkalis, Pengusaha Makmur Divonis 6 Tahun Penjara
KPKKasus Suap Izin Alih Fungsi Hutan, KPK Panggil Pejabat Pemprov Riau
  IlustrasiKasus Suap Alih Fungsi Hutan, Kadisbun Riau Diperiksa KPK 5 Jam
KPKTerkait Kasus Suap Alih Fungsi Hutan, KPK Panggil Kadisbun Riau
Foto: AntaraBakal Ada Tersangka Baru, Jaksa KPK Dalami Fakta-fakta yang Terungkap di Persidangan Amril

 
Berita Lainnya :
  • Gedung di Area Plasa Telkom Pekanbaru Terbakar, Jaringan Teganggu
  • Kesaksian Persidangan Sebut BBM di SPBU PT BLJ Dioplos, Direktur PT BLJ: Kita Merasa Dirugikan
  • Satpol PP Diminta Tindak Pasar Ilegal di Pekanbaru
  • Riau Tambah 16 Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Hari Ini
  • Kasus Corona Indonesia Tambah 1.693, Total Positif Jadi 128.776 Kasus
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved