www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Bracket Masker Ramai Dijual Online, Gunanya untuk Apa?
 
Kasus Karhutla PT Adei Akan Dilimpahkan ke Pengadilan
Jumat, 19 Juni 2020 - 14:09:43 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PANGKALAN KERINCI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan dalam waktu dekat akan melimpahkan kasus kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) PT Adei Plantation and Industry .

Perkara yang menimpa perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan pada tahun 2019 itu segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan.

Perkara karhutla kedua yang menimpa PT Adei Plantation ini akan dibawa ke meja hijau untuk disidangkan dan perusahaan sebagai tersangka akan diadili sebagai terdakwa.

Dalam perkara kali ini tidak ada tersangka perseorangan dan hanya tersangka korporasi saja.

PT Adei diwakili oleh Presiden Direktur (Presdir) Thomas Thomas pada saat persidangan nanti.

"Kita akan segera melimpahkan perkaranya ke pengadilan, jika surat dakwaan telah selesai disusun," ungkap Kepala Kejari Pelalawan, Nophy Tennophero Suoth SH MH, kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (19/6/2020) dikutip dari tribunpekanbaru.

Kajari Nophy menyebutkan, pihaknya telah membentuk tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) gabungan untuk menyidangkan perkara Karhutla tersebut.

Dalam tim JPU terdapat unsur jaksa dari Kejaksaan Agung (Kejagung), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, dan Kejari Pelalawan.

Penyusunan surat dakwaan juga melibatkan pihak Kejati dan Kejagung sebelum diserahkan ke pengadilan.

"Saya pikir ini kasus karhutla yang kesekian yang kita tangani melibatkan korporasi. Artinya tidak ada lagi rasa canggung dan tetap profesional," tandas Nophy.

Proses pelimpahan barang bukti dan tersangka kasus karhutla PT Adei Plantation dari Bareskrim Mabes Polri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Rabu (17/6/2020) lalu. 

Seperti diketahui, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan menerima penyeraha tersangka dan barang bukti atau pelimpahan tahap ll dari Tipiter Basan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri perkara Karhutla PT Adei Plantation, Rabu (17/6/2020).

Penyidik Tipiter Bareskrim Polri menyerahkan tersangka korporasi yakni PT Adei kepada jaksa Kejari Pelalawan yang Kasi Pidana Umum (Pidum) Agus Kurniawan SH MH.

Berikut dengan barng bukti sejumlah dokumen berupa akta dan berkas lainnya.

Proses pelimpahan tahap dua disaksikan langsung oleh Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui video conference.

Pasalnya Jampidum Kejagung sebagai jaksa peneliti dalam kasus karhutla PT Adei ini.

Pelimpahan digelar setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jampidum dari penyidik Bareskrim Polri.

Lantaran tempos, locus, dan deliksinya ada di Pelalawan, kasus karhutla perusahaan perkebunan kelapa sawit ini harus disidangkan di Pelalawan.

Alhasil, pelimpahan tahap ll diserahkan ke Kejari Pelalawan untuk membawa kasus ini ke persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan.

"Dalam perkara ini tersangkanya korporasi, tidak ada perseorangan. Jadi ngak ada penahanan tersangka sepeti kasus lainnya," kata Kepala Kejari Nophy.

Kasus ini diselidiki oleh Tipiter Bareskrim Mabes Polri. PT Adei diduga telah melakukan tindak pidana karhutla pada hari Sabtu tanggal 7 September 2019 seluas kurang lebih 4,16 Ha di areal perkebunan dalam perizinan perusahaan. 

Tepatnya di Blok 34 Divisi II Kebun Nilo Barat Desa Batang Nilo Kecil Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.

Perusahaan asal Malaysia itu diduga melanggar Primair Pasal 98 ayat (1) Jo. Pasal 116 ayat (1) huruf a UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Subsidiair Pasal 99 ayat (1) Jo. Pasal 116 ayat (1) huruf a UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Humas PT Adei Plantation and Industry, Budiman Simanjuntak SH saat dikonfirmasi membenarkan proses tahap ll kasus karhutla tersebur.

Pada dasarnya perusahaan kooperatif dalam mengikuti proses hukum yang berlaku sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

"Manajemen juga sudah menunjuk kuasa hukum untuk itu. Kita komitmen dan kooperatif mengikuti prosedur hukum yang berlaku," ujar Budiman. (*)





Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Karhutla. Foto: AntaraPolda Riau Selidiki Kebakaran Hebat Lahan Gambut di Bunut Pelalawan
Penyerahan berkas dan barang bukti perkara Karhutla dengan tersangka Koorporasi PT. ADEI Plantation And Industry dari Penyidik Tipidter Bareskrim Mabes Polri, Rabu (17/6/2020) Kejari Pelalawan Terima Pelimpahan Tahap II Kasus Karhutla PT ADEI Plantation
IlustrasiKasus Karhutla di Riau, Total 50 LP dengan 57 Tersangka Perorangan
  IlustrasiKasus Karhutla PT Adei Akan Dilimpahkan ke Pengadilan
Illegal Logging. Foto: DetikAktivitas Illegal Logging Ditemukan di TNTN Pelalawan, Pelaku Melarikan Diri
Buruh bongkar muat sawit bersimbah darah usai ditembak. Foto: TribunpekanbaruGara-gara Ribut Powerbank, Buruh Ditembak Mati Toke Sawit di Pelalawan, Pelaku Masih Diburu

 
Berita Lainnya :
  • Bracket Masker Ramai Dijual Online, Gunanya untuk Apa?
  • Lurah Rimba Melintang Bentuk Posko Covid-19 di Setiap RT
  • Jika Ditahan, Tersangka Ancam Bongkar Siapa Saja yang Makan Uang Hasil Korupsi Video Wall Pekanbaru
  • Wajib Pajak Kucing-kucingan, Pemkab Kepulauan Meranti Harus Rela Kehilangan Rp 300 Juta Lebih
  • Kota Dumai akan Uji Coba Belajar Tatap Muka, Sekolah Wajib Ajukan Proposal Protokol Kesehatan Covid-19
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved