www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Penganiaya Pemilik Kebun dengan Gergaji Diringkus Polsek Rambah
 
KPK Limpahkan Berkas Perkara Terdakwa Dugaan Korupsi Suap Revisi Alih Fungsi Hutan ke PN Pekanbaru
Selasa, 16 Juni 2020 - 11:25:48 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas perkara terdakwa Suheri Terta ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Pekanbaru. Kasus ini terkait dugaan suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau pada tahun 2014, Selasa (16/6/2020). 

Plt Juru Bicara Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri, mengatakan penahanan terhadap terdakwa yang juga sebagai Legal Manager PT. Duta Palma beralih ke Majelis Hakim. 

"Persidangan terdakwa diagendakan akan dilaksanakan secara online," ujar Ali. 

Sementara untuk persidangannya sendiri, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK masih menunggu penetapan hari sidangnya dari Majelis Hakim. 

Dalam kasus ini, terdakwa didakwa dengan dakwaan alternatif, di antaranya Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau Pasal 13 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. 

"Selama proses penyidikan, sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 34 orang saksi," kata Ali. 

Perkara ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan KPK dari operasi tangkap tangan (OTT) pada 25 September 2014. Saat itu, KPK mengamankan uang dengan nilai total Rp 2 miliar dalam pecahan dolar Amerika Serikat dan rupiah. 

Kala itu, penyidik KPK menjerat Annas Maamun, dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Riau, Gulat Medali Emas Manurung. Kedua orang ini telah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta di Mahkamah Agung.

Dari bukti-bukti yang ditemukan, SRT dan SUD diduga terkait dalam pemberian hadiah terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau ke Kementerian Kehutanan Tahun 2014. 

Kemudian SUD diduga menawarkan Annas Maamun fee Rp8 miliar melalui Gulat dan SRT memberi Rp3 miliar, menyebutkan apabila areal perkebunan perusahaannya masuk dalam revisi SK Menteri Kehutanan tentang perubahan kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan. 

Diketahui, uang diduga berasal dari PT Palma Satu yang juga diduga terkait kepentingan korporasi. Lalu Annas menginstruksikan bawahannya di Dinas Kehutanan untuk memasukan lahan atau kawasan perkebunan yang diajukan oleh SRT dan SUD dalam peta lampiran surat gubernur.  Uang itu diduga terkait kepentingan PT Palma Satu.

Penulis : Helmi 
Editor : Fauzia





Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Edhy Prabowo ditangkap pada Rabu dini hari, 25 November 2020.Edhy Prabowo Jadi Menteri Ketiga Era Jokowi yang Jadi Tersangka KPK
Kejati RiauSekda Inhu Diperiksa Kejati Riau Terkait Dugaan Korupsi Dana Kas Bon Rp 114 Miliar
KPK Tahan Walikota Dumai Zulkifli ASWalikota Dumai Zulkifli AS Ditahan KPK
  Menteri Kelautan dan Perikanan (KPK) Edhy Prabowo.Breaking News: KPK Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo
KPK.KPK Setor Rp2,3 Miliar ke Kas Negara dari Perkara Suap Proyek
KPKKorupsi Jembatan Waterfront City Bangkinang, KPK Panggil 3 Saksi di Polresta Pekanbaru

 
Berita Lainnya :
  • Penganiaya Pemilik Kebun dengan Gergaji Diringkus Polsek Rambah
  • Perkuat Jejaring dan Kolaborasi, 138 Alumni BAKTI NUSA Siap Berkontribusi
  • Bandel! SMA Tri Bhakti Tetap Buka Aktivitas Kegiatan Belajar
  • Tingkat Kapasitas SDM Pengawas Pemilu, Bawaslu Dumai Gelar Bimtek
  • Sah, APBD Siak Tahun 2021 Rp1,7 Triliun Lebih
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved