www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Bersinergi Bangun Rohul, Lapas Kelas II B Gandeng Wartawan Ciptakan Peluang Usaha
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Dua Penyiram Air Keras Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Penjara, Pengacara Tuntut Ini
Kamis, 11 Juni 2020 - 20:28:35 WIB
Foto: Detik
Foto: Detik

JAKARTA - Tim advokasi Novel Baswedan menilai tuntutan 1 tahun penjara terhadap dua terdakwa penyiraman air keras terhadap Novel, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis terlalu ringan. Tim advokasi Novel Baswedan menyebut ringannya tuntutan itu menunjukkan ketidakberpihakan hukum terhadap korban kejahatan.

"Sandiwara hukum yang selama ini dikhawatirkan oleh masyarakat akhirnya terkonfirmasi. Penuntut pada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta hanya menuntut dua terdakwa penyerang Novel Baswedan 1 tahun penjara. Tuntutan ini tidak hanya sangat rendah, akan tetapi juga memalukan serta tidak berpihak pada korban kejahatan, terlebih ini adalah serangan brutal kepada penyidik KPK yang telah terlibat banyak dalam upaya pemberantasan korupsi. Alih-alih dapat mengungkap fakta sebenarnya, justru penuntutan tidak bisa lepas dari kepentingan elite mafia korupsi dan kekerasan," kata salah satu anggota tim advokasi Novel Baswedan, Kurnia Ramadhana, dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2020) dikutip dari detik.

Kurnia mengatakan, sejak awal tim advokasi Novel Baswedan sudah menemukan banyak kejanggalan dalam persidangan tersebut. Kurnia menyebut kejanggalan mulai terlihat ketika jaksa hanya mendakwa kedua terdakwa dengan Pasal 351 KUHP dan Pasal 355 KUHP terkait dengan penganiayaan, padahal harusnya bisa lebih berat dakwaannya.

"Padahal kejadian yang menimpa Novel dapat berpotensi menimbulkan akibat buruk, yakni meninggal dunia, sehingga jaksa harus mendakwa dengan menggunakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana," sebutnya.

Kejanggalan berikutnya, Kurnia menilai, jaksa tidak menghadirkan saksi-saksi yang bisa menjelaskan duduk perkara sebenarnya dalam persidangan. Menurut Kurnia, harusnya jaksa menghadirkan tiga saksi yang sebelumnya diperiksa penyidik Polri, Komnas HAM, serta Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan kepolisian. Namun saksi-saksi itu tidak dihadirkan di persidangan.

"Namun jaksa seakan hanya menganggap kesaksian mereka tidak memiliki nilai penting dalam perkara ini. Padahal esensi persidangan pidana itu adalah untuk menggali kebenaran materiil, sehingga langkah jaksa justru terlihat ingin menutupi fakta kejadian sebenarnya," ujar Kurnia.

Tak hanya itu, Kurnia merasa peran penuntut umum terlihat lebih seperti pembela para terdakwa. Sebab, Kurnia mengatakan selama persidangan jaksa cenderung memberikan pertanyaan yang menyudutkan Novel Baswedan.

"Semestinya jaksa sebagai representasi negara dan korban dapat melihat kejadian ini lebih utuh, bukan justru membuat perkara ini semakin keruh dan bisa berdampak sangat bahaya bagi petugas-petugas yang berupaya mengungkap korupsi ke depan," ucap Kurnia.

Kurnia mengatakan kejanggalan yang ada dalam persidangan itu menunjukkan hukum digunakan bukan untuk keadilan, namun hukum digunakan untuk melindungi pelaku. Untuk itu, tim advokasi Novel Baswedan menuntut tiga hal.

"Tim advokasi Novel Baswedan menuntut, majelis hakim tidak larut dalam sandiwara hukum ini dan harus melihat fakta sebenarnya yang menimpa Novel Baswedan, Presiden Joko Widodo untuk membuka tabir sandiwara hukum ini dengan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) independen, dan Komisi Kejaksaan mesti menindaklanjuti temuan ini dengan memeriksa jaksa penuntut umum dalam perkara penyerangan terhadap Novel," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, dua terdakwa kasus penganiayaan berat Novel Baswedan, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis, dituntut 1 tahun penjara. Jaksa menilai Rahmat terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap Novel dengan menyiramkan air keras.

Tuntutan terhadap kedua terdakwa dibacakan secara bergantian di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Jaksa meyakini Rahmat dan Ronny bersalah melanggar Pasal 353 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus penyiraman air keras terhadap Novel ini terjadi pada Selasa, 11 April 2017, pukul 03.00 WIB, Ronny dan Rahmat bergegas menuju ke kediaman Novel Baswedan di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ronny mengendarai motor, sedangkan Rahmat duduk di belakangnya.

Mereka berhenti di sekitar Masjid Al-Ikhsan di dalam kompleks itu sembari mengamati setiap orang yang keluar dari masjid itu. Saat melihat Novel Baswedan, Rahmat menuangkan cairan campuran asam sulfat ke dalam gelas mug, dan menyiramkan cairan itu ke wajah Novel.

Karena peristiwa itu, Novel Baswedan mengalami luka berat. Luka itu disebut jaksa telah menghalangi Novel Baswedan dalam menjalankan pekerjaannya sebagai penyidik di KPK. (*)





Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Mejalis Hakim PN Pasir Pangaraian, vonis 5 tahun penjara dan denda Rp150 juta terhadap terdakwa pencabulan anak.PN Pasir Pangaraian Vonis Pencabul Anak 5 Tahun Penjara
Mbak YouSelain ada Penjarahan Besar, Mbak You Ramal Jokowi Bakal Dilengserkan di Tahun 2021?
Yan Prana JayaProfil Yan Prana Jaya: PNS Biasa hingga Jadi Sekdaprov Riau, Tersandung Kasus Korupsi, Masuk Penjara
Kapolda Riau saat expose.Polda Riau Temukan Seorang Oknum Pengacara Bekerja untuk Lindungi Bandar Narkoba
Sidang kasus korupsi dengan terdakwa Bupati Bengkalis non aktif Amril Mukminin di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau, Kamis (22/10/2020). Foto: KompasSidang Pembacaan Duplik, Pengacara Minta Amril Mukminin Dibebaskan
  Sidang terdakwa money politic di Inhu.Nasib Terdakwa Money Politic di Inhu, Dituntut 54 Bulan Penjara
IlustrasiAda Sanksi, Warga Tak Mau Divaksin Corona Bisa Masuk Penjara
IlustrasiSadis, Baru Keluar Penjara, Pria Ini Tikam Istri yang Masih Remaja Bertubi-tubi
IlustrasiLarikan Mobil dari Showroom, Bapak di Pekanbaru Penjarakan Anak Sendiri
Foto: AntaraSidang Pledoi Dugaan Korupsi Amril Mukminin, Pengacara Mohon Terdakwa Dibebaskan

BERITA LAINNYA    
Kalapas Kelas II B Pasir Pangaraian, sampaikan sambutan ke rekan rekan wartawan saat coffee morning.Bersinergi Bangun Rohul, Lapas Kelas II B Gandeng Wartawan Ciptakan Peluang Usaha
Kadiskominfo Rohul Drs Yusmar MSiDukungan Teknologi Informasi Sebagai Wujud Terbentuknya Smart Province
Kabut asap tebal yang menyelimuti membuat Pulau Rangsang yang dilihat dari Pantai Dorak tidak kelihatanKarhutla di Rangsang, Kabut Asap Selimuti Sebagian Wilayah Kepulauan Meranti
Tersangka diamankan polisi.Kantongi Sabu, Seorang Petani Diringkus Polsek Batang Cenaku
IlustrasiJokowi Bolehkan Investasi Miras di Bali-NTT-Sulut-Papua
  AAI dan PWI Riau teken MoU.AAI dan PWI Riau Teken MoU Bantuan Hukum
Kajati Riau Jaja Subagja, saat melantik Kajari Rohul Pri Wijeksono.Pri Wijeksono Resmi Jabat Kajari Rohul Gantikan Silpia Rosalina
Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata, Feby Sallyanto (atas) saat menerima sertfikat ISO 9001:2015 dan ISO/IEC 20000-1 : 2018 dari Assurance Business Development Director BSI Indonesia, Nolia Natalia (bawah) secara virtual di Jakarta.XL Business Solutions Hadirkan Layanan Berkualitas Terbaik
Kapolres Inhu berjibaku padamkan Karhutla.Kapolres Inhu Berjibaku Padamkan Kerhutla di Kuala Cenaku
IlustrasiMungkinkah Pandemi Covid-19 Berakhir di April 2021?
Komentar Anda :

 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved