www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Ahli Epidemiologi Riau Rekomendasikan Beberapa Langkah Penanganan Covid19
 
Polda Riau Belum Berhasil Tangkap Muhammad Tersangka Kasus Korupsi Pipa Transmisi Inhil
Senin, 08 Juni 2020 - 17:35:28 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Riau hingga saat ini tak mampu menahan tersangka Muhammad yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi di Tembilahan, Kabupaten Inhil tahun 2013 lalu.

Usai penetapan tersangka, Muhammad kembali dipanggil untuk tahap pemeriksaan oleh penyidik. Namun tiga kali pemanggilan pada medio (6/2/2020), (10/2/2020) dan terakhir, Selasa (25/2/2020) lalu, Muhammad selalu mangkir, tak penuhi panggilan itu. 

Seiring proses penyidikannya, Muhammad Wakil Bupati Bengkalis yang non aktif ini, sempat mempraperadilankan penyidik Polda Riau. Naas baginya, dia kalah di pengadilan, Polda Riau kembali diuntungkan dengan hakim yang memenangkannya. 

Hakim tunggal Yudisilen SH dalam agenda sidang putusan permohonan sang Plt Bupati Bengkali Muhammad, menolak permohonannya tersebut. Artinya, penyidik Polda Riau akan melanjutkan proses penyidikan perkara tersebut.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini polisi masih terus berupaya untuk bisa menangkap Muhammad.

"Belum diketahui keberadaannya, masih dicari," ujar Sunarto, di Pekanbaru, Senin (8/6/2020) sore. 

Meski demikian, Sunarto tidak menapik keberadaan Muhammad yang saat ini tengah diburu pihak Ditreskrimsus Polda Riau pasca telah ditetapkan dirinya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) berdasarkan surat nomor: DPO/10/2020/Reskrimsus yang ditandatangani Dirreskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi.

"Kalau kita ketahui keberadaan dia (Muhammad,red) pastilah kita ciduk. Saat ini semua upaya penangkapannya terus dilakukan," tegas Sunarto. 

Kasus ini mencuat adanya laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Proyek milik Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau tahun 2013 ini, menghabiskan dana sebesar Rp3 miliar lebih. Diduga tidak sesuai spesifikasi, yang mengakibatkan potensi kerugian negara Rp1 miliar lebih.

Proyek dimulai 20 Juni 2013 sampai dengan 16 November 2013, sementara pada akhir Januari 2014 pekerjaan belum selesai. Seharusnya, kontraktor pelaksana PT Panotari Raja diberlakukan denda keterlambatan. Namun pihak Dinas PU Riau disebut tidak melakukan hal tersebut.

Selain itu, Dinas PU Riau juga diduga merekayasa serah terima pertama pekerjaan atau Provisional Hand Over sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan/PHO Nomor: 0/BA.ST-I/FSK.PIPA.TBH.XII/2013 tanggal 13 Desember 2013.

Sejauh ini, penyidik Polda Riau sudah melimpahkan 3 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) baru ke penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau di bulan Juni dan pertengahan Agustus 2018 lalu. 

Dimana 3 SPDP yang baru ini ada nama 3 orang tersangka baru. Namun dalam surat tersebut tidak dicantumkan nama-nama tersangka yang baru itu.

Diketahui, 2 tersangka yang lebih dulu ditetapkan statusnya, yakni, Sabar Stavanus P Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja yang merupakan pihak rekanan, dan Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek tersebut.

Penulis : Helmi 
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto.Jelang Hari Kemerdekaan, Kasus Karhutla Riau Ada 52 LP dengan 61 Tersangka
Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau musnahkan barang bukti Narkoba.Tangkapan Selama Juli, Polda Riau Musnahkan 18 Kg Sabu dan Ratusan Inek, 1 Tersangka Bandar Narkoba
Polres Dumai berhasil mengamankan 3 pelaku illegal logging di kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai Senin kemarin.Polres Dumai Ciduk 3 Tersangka Illegal Logging di Kecamatan Sungai Sembilan
  IlustrasiSial, Hendak Ditilang, Dua Pemuda di Pekanbaru Malah Ditangkap karena Nyimpan Sabu
Penyidik menduga kuat sebagian besar minyak mentah yang disuling secara ilegal berasal dari sumber lain.Kasus Penyulingan Minyak Ilegal di Dumai, Polda Riau Dalami Peran Korporasi
 Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi didampingi pihak PT Chevron Pacific Indonesia , PT Pertamina dan SKK Migas saat konferensi pers penangkapan sindikat penyulingan minyak mentah ilegal di Kota Dumai, Minggu (19/7/2020). Foto IntSKK Migas - PT CPI Apresiasi Polda Riau

 
Berita Lainnya :
  • Ahli Epidemiologi Riau Rekomendasikan Beberapa Langkah Penanganan Covid19
  • KPID Riau Siap Sukseskan Pilkada Serentak di 9 Kabupaten Kota
  • Bikin Heboh, Beredar Rekaman Sepasang Warga Binaan Bermesraan di Lapas Bangkinang
  • Semester I 2020, Ekspor Riau Naik 6,96 Persen
  • Ayo Buruan, Kuliah di AMIK Selatpanjang Gratis dan Dapat Uang Saku, Kuota Terbatas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved