www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Bupati Sukiman Nyatakan Budaya Melayu Harus Dilestarikan dan Tetap Hidup di Masyarakat
 
Pria di Kepulauan Meranti Cabuli Dua Anak Laki-laki dan Ancam Sebarkan Hutang di Medsos
Sabtu, 30 Mei 2020 - 22:34:36 WIB
Tersangka setelah diringkus polisi.
Tersangka setelah diringkus polisi.

SELATPANJANG - Ada-ada saja ulah pria asal Desa Renak Dungun, Kecamatan Pulau Merbau, Kepulauan Meranti ini. Setelah ajakan untuk melakukan perbuatan cabul sesama jenisnya ditolak, dia malah mengancam untuk menyebarluaskan catatan utang korban di media sosial (medsos) Facebook.

Perbuatan tidak senonoh S alias P (31) itu pun tercium oleh orangtua korban. Karena tidak terima, SA (52) langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tebingtinggi Barat atas kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan LP /05/ V / 2020 / Riau / Res Kep. Meranti/Sek T. T. Barat, tanggal 27 Mei 2020.

Kejadian diketahui pada Rabu (27/5/2020) sekira pukul 11.00 WIB, pada saat pelapor SA (orangtua korban) sedang berada di rumah, korban berinisial SS melaporkan kepadanya bahwa terlapor berinisial S alias P telah mengirim pesan singkat kepada korban untuk mengajak bertemu dengan maksud untuk melakukan perbuatan cabul. 

Namun ajakan tersebut ditolak oleh korban, kemudian terlapor memaksa korban dengan mengancam korban akan memberitahukan hutang korban yang ada pada terlapor sebesar Rp435.000,00 kepada SA dan menyebarluaskan catatan utang korban tersebut di media sosial Facebook. 

Mengetahui hal tersebut korban selanjutnya menuruti ajakan terlapor untuk bertemu pada pukul 20.00 WIB di sebuah gubuk yang terletak di perkebunan karet di Desa Renak Dungun Kecamatan Pulau Merbau, Kepulauan Meranti. 

Atas kejadian tersebut, pelapor SA merasa keberatan dan tidak terima dengan tindakan yang dilakukan oleh terlapor kepada korban, selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Polsek Tebingtinggi Barat untuk di proses lebih lanjut. 

Selanjutnya, pada Kamis (27/5/2020) sekira pukul 17.00 WIB, menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Tebingtinggi Barat, Iptu AGD Simamora SH MH memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Abdul Roni SH beserta anggota Reskrim Polsek Tebingtinggi Barat agar melakukan penyelidikan laporan tersebut.

Dari hasil penyelidikan diketahui pelaku telah membuat janji dengan korban untuk bertemu di gubuk yang terletak di perkebunan karet tepatnya di Jalan Pulai, Desa Renak Dungun, Kecamatan Pulau Merbau. Mengetahui hal tersebut Kanit Reskrim Polsek Tebingtinggi Barat beserta anggota reskrim Polsek mendatangi TKP dan mengamankan pelaku untuk dibawa ke Mapolsek Tebingtinggi Barat untuk proses lebih lanjut.

Tidak hanya SS (16), laki-laki berinisial DS (17) dari wilayah yang sama juga menjadi korban dari perbuatan cabul S alias P. Dari hasil pengungkapan kasus tersebut pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) botol body lotion merk marina, dan 1 (satu) unit Handpone merk Xiomi Redmi Not 5 A.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH, membenarkan kejadian tersebut. Agar kasus pencabulan anak dibawah umur ini tidak terjadi lagi, Kapolres mengimbau kepada orangtua untuk selalu mengawasi ketat pergaulan anak-anaknya.

"Di masa pandemi Covid-19 sekarang ini agar anak-anak tetap di rumah saja agar kasus serupa tidak terulang, dan untuk memutus rantai penularan Covid-19," ujarnya.

Dijelaskannya, pelaku dijerat dengan pasal 82 Ayat (1) Jo Pasal 76E Undang-Undang No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang RI No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua di atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang Jo pasal 76 E Undang-Undang RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Undang-Undang RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. 

Penulis: Ali Imroen
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Warga Negara (WN) Prancis, Francois Abello Camille (FAC) alias Frans bunuh diri hingga kasus yang menjeratnya dihentikan.Polisi Hentikan Kasus Pencabulan 305 Anak oleh WN karena Tersangka Bunuh Diri
Pencabulan terhadap anak semakin meningkat di Inhu.Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur di Inhu Meningakat Tahun Ini
Massa unjuk rasa di Kejati Riau minta Rustam dibebaskan.Mahasiswa dan Pelajar Meranti Demo Minta Kejati Riau Bebaskan Rustam, Tersangka Karhutla
  Para TKI dari Malaysia yang menggunakan kapal cepat terdampar di perairan Desa Kedabu Rapat, saat ini mereka sudah diamankan pihak kepolisian Polres Kepulauan MerantiPolres Kepulauan Meranti Amankan Speed Boat Angkut TKI Ilegal dari Malaysia
Pelaku setelah diamankan polisi.Parah! Pria di Inhu Sodomi 6 Bocah Laki-Laki, Modus Bersihkan Musala hingga Mandi Bersama
Ilustrasi305 Anak Jadi Korban Predator Seks Asal Prancis, Gunakan Kamera Tersembunyi Rekam Pencabulan

 
Berita Lainnya :
  • Bupati Sukiman Nyatakan Budaya Melayu Harus Dilestarikan dan Tetap Hidup di Masyarakat
  • Diterapkan Akhir Pekan Ini, Pemko Pekanbaru Sosialisasikan Sanski Wajib Gunakan Masker
  • 95 Paket Bantuan Spesifik Diserahkan pada Perempuan, Anak dan Lansia di Kabupaten Siak
  • OPPO Luncurkan Reno4 Hari Ini, Selamat Datang Era Baru Mobile Photography
  • JFX Cabut SPAB PT Artha Mas Futures
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved