www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
12 Sehat dan 4 Kasus Baru, Total Pasien Covid-19 Riau Jadi 232 Orang
 
Gunakan Ijazah SD Palsu, Oknum Kades di Kepulauan Meranti Dipolisikan dan Terancam Diberhentikan
Senin, 20 April 2020 - 20:44:33 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

SELATPANJANG - Oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Tasik Putripuyu, Kepulauan Meranti, Riau dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat berupa ijazah paket A (setara SD) untuk persyaratan mencalonkan diri menjadi Kepala Desa Mengkopot beberapa waktu lalu.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH, mengungkapkan bahwa oknum kades berinisial Ah (51) itu diproses berdasarkan Laporan Polisi No: LP/04/IV/Riau/Res. Kep Meranti/Sek-Merbau tanggal 9 April 2020, kasus pemalsuan akta autentik sebagaimana di maksud dalam pasal 266 ayat 1 dan 2 KUHP.

"Penyelidikan dugaan tindak pidana pemalsuan ijazah yang digunakan untuk persyaratan mencalonkan diri sebagai kepala desa tahun anggaran 2019 itu dilakukan pada Kamis (9/4/2020) sekira pukul 15.00 WIB bertempat di Desa Mengkopot Kecamatan Tasik Putripuyu," ujar Taufiq, Senin (20/4/2020).

Dijelaskan, pelaporan terhadap kades Mengkopot berlangsung pada Kamis (9/4/2020) sekira pukul 15.00 WIB, pelapor berinisial BI datang ke Polsek Merbau dengan membawa surat kuasa dari TS dan Az sebagai pihak yang dirugikan guna melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan Ijazah paket A berinisial Ah tersebut yang mana ijazah tersebut digunakannya untuk melengkapi persyaratan mencalonkan diri menjadi Kepala Desa Mengkopot saat pemilihan kepala desa pada Senin (26/8/2019) lalu.

Atas kejadian tersebut, pelapor merasa dirugikan dimana Ah akhirnya terpilih sebagai Kepala Desa Mengkopot. Selanjutnya pelapor melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian Sektor Merbau untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. 

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah melaksanakan gelar perkara awal dan pelimpahan berkas perkara dari polsek Merbau ke sat Reskrim Polres Kepulauan Meranti

"Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan Labfor Pekanbaru, melakukan pemeriksaan saksi dari pihak PMD Kepulauan Meranti, gelar untuk tingkatkan ke penyidikan dan koordinasi dengan JPU," ujarnya.

Dijelaskan Kapolres, dari hasil penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi baik dari panitia pemilihan kepala desa, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, maka didapat hasil bahwa Ijazah terlapor tidak terdaftar atau teregistrasi pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis. 

Kemudian, terlapor tidak pernah mengikuti ujian Paket A setara SD yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis pada tahun 2007 di Desa Mekar Sari, Kecamatan Merbau. Ijazah terlapor tersebut didapat dari seseorang berinisial Kh dimana ia bukan petugas yang berwenang untuk mengeluarkan ijazah tersebut dan sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya. Selanjutnya, kelompok belajar yang resmi yang ada di Kelurahan Teluk Belitung pada tahun 2006-2007 adalah Cempaka Putih IV yang dipimpin oleh Suyatno sebagai PLS (Penilik Luar Sekolah). 

Ditambahkan Taufiq, pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang saksi diantaranya, Su (59), Sy (48), Sud (35), Az (39), SW (38), Azm (49), Lin (55), Suy (59), dan Jo (34).

"Sejumlah saksi dan pihak bersangkutan telah dilakukan pemeriksaan untuk proses lebih lanjut," pungkasnya. 

Sementara itu Kepala Bidang Pemerintahan Desa di  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kepulauan Meranti, Darwis S.IP MM mengatakan jika oknum kades tersebut dinyatakan bersalah maka dia akan diberhentikan.

"Sesuai Permendagri no 66/2017, kepala desa dapat diberhentikan kalau terbukti bersalah setelah ada keputusan incraht dari pengadilan dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun," kata Darwis.

Dan untuk menjalankan roda pemerintahan desa selanjutnya, maka akan ditunjuk Penjabat kades dari PNS.

"Saya tidak mau mendahului ketentuan hukum terkait kasus ini, biar pihak yang berwajib menyelesaikannya. Tetapi sesuai ketentuan yang berlaku kalau misalnya terbukti bersalah maka akan digantikan oleh Penjabat Kades dari PNS untuk selanjutnya Penjabat Kades tersebut mempersiapkan untuk Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) di desa tersebut," ujar Darwis.

Penulis: Ali Imroen
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Penipu meminta data honorer kepada pejabat yang diincar.Hati-hati Penipuan Gunakan Nomor WA dengan Foto Profil Wakil Bupati Minta Transfer Uang
Tersangka setelah diringkus polisi.Pria di Kepulauan Meranti Cabuli Dua Anak Laki-laki dan Ancam Sebarkan Hutang di Medsos
Jasad korban saat ditemukan.Tenggelam dan Hilang saat Memancing, Warga Bandul Ditemukan Tak Bernyawa
  Proyek Jalan Alai- Mengkikip yang tenggelam dan tergenang seperti sungai.Proyek Alai- Mengkikip Disoroti Kejati Riau, Ini Tanggapan Bupati Irwan
IlustrasiMasih Tahap Penyelidikan, Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan di Meranti Diusut Kejati Riau
Satu wanita dan tiga pria didapati mabuk-mabukan di dalam kamar indekos.Mabuk di Dalam Kamar Kos Cewek, Empat Remaja Diangkut Satpol PP Kepulauan Meranti

 
Berita Lainnya :
  • 12 Sehat dan 4 Kasus Baru, Total Pasien Covid-19 Riau Jadi 232 Orang
  • Hendak Tangani Karhutla dengan Modifikasi Cuaca, Tapi Pesawat Tak Siaga di Riau
  • Hari Ini Riau Tambah 4 Kasus, Berikut Data Sebaran Kasus Positif Corona di Indonesia
  • Bulan Depan, Pemko Pekanbaru Lelang Jabatan Sekda
  • Bertambah 1.301, Total Kasus Positif Corona Indonesia Tembus 60.695
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved