www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Hari Ini Riau Nihil Kasus Baru Corona, Total Pasien Positif Masih 111 Orang
 
Terkait Korupsi Bupati Bengkalis, KPK Telusuri Aliran Dana ke DPRD
Minggu, 05 April 2020 - 08:33:50 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi tengah menelusuri dugaan aliran dana ke DPRD Kabupaten Bengkalis terkait kasus korupsi proyek tahun jamak pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Untuk menelusurinya, KPK telah memeriksa Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin (AM) sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Hari ini, penyidik melakukan pemeriksaan lanjutan kepada tersangka AM, yang bersangkutan dikonfirmasi terkait dengan adanya dugaan aliran dana ke DPRD Kabupaten Bengkalis," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya di Jakarta, Selasa pekan ini dikutip dari Antara.

KPK sebelumnya pada 16 Mei 2019 telah menetapkan Amril sebagai tersangka bersama Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias AAN (MK).

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis.

Sebelumnya, KPK telah memproses dua orang sebagai tersangka dan mendakwa ke persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, yaitu M Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar.

Pertama, dalam dugaan korupsi pada proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015 dan kedua dugaan suap terkait proyek "multiyears" pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Dalam dua perkara tersebut, KPK menetapkan dua orang tersangka.

Pada perkara pertama, Makmur ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015.

Tersangka Makmur diduga bersama-sama dengan M Nasir dan Hobby Siregar dan kawan-kawan melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Diduga kerugian keuangan negara dalam proyek ini adalah Rp105,88 miliar di mana tersangka Makmur diduga diperkaya Rp60,5 miliar.

Sedangkan pada perkara kedua, KPK menetapkan Amril dalam kasus suap atau gratifikasi terkait proyek "multiyears" pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Tersangka Amril sebagai Bupati Bengkalis diduga menerima suap atau gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan terkait proyek tahun jamak Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

KPK pun pada Jumat (17/1) kembali mengumumkan 10 tersangka baru dalam pengembangan kasus proyek jalan di Kabupaten Bengkalis tersebut.

Pertama, pada proyek peningkatan proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak kecil (multiyears) di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp156 miliar, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) atau mantan Sekretaris Daerah Kota Dumai dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir serta dua orang kontraktor Handoko Setiono (HS) dan Melia Boentaran (MB).

Kemudian kedua, terkait proyek peningkatan jalan lingkar Pulau Bengkalis (multiyears) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp126 miliar. Adapun yang menjadi tersangka M Nasir, Tirtha Adhi Kazmi (TAK) selaku PPTK serta empat kontraktor masing-masing I Ketut Surbawa (IKS) Petrus Edy Susanto (PES), Didiet Hadianto (DH), dan Firjan Taufa (FT).

Selanjutnya ketiga, proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (multiyears) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp152 miliar. KPK menetapkan M Nasir dan Victor Sitorus (VS) selaku kontraktor.

Terakhir, proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri (multiyears) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp41 miliar. M. Nasir dan Suryadi Halim alias Tando (SH) selaku kontraktor ditetapkan sebagai tersangka dalam proyek tersebut. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Polres Rokan Hilir menahan tiga orang tersangka terkait dugaan Korupsi Dana Media Massa di Setwan Rohil, Senin (4/5/2020).Polres Rohil Tahan 3 Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Dana Media di Setwan Rohil
Bupati Kuansing Mursini. Terkait Dugaan Korupsi Rp13 Miliar Lebih, Kejari Periksa Bupati Kuansing Mursini 6 Jam
IlustrasiPemberian Asimilasi dan Integrasi untuk Napi Tidak untuk Kasus Korupsi
  Garbarata di Bandara SSK II Pekanbaru. IntAgendakan Pemeriksaan Saksi, Kejati Riau Usut Dugaan Korupsi Iklan di Garbarata Bandara SSK II
IlustrasiTerkait Korupsi Bupati Bengkalis, KPK Telusuri Aliran Dana ke DPRD
Kepala Kejari Kuansing Hadiman SH, MH (empat dari kiri) memimpin ekspos penetapan tersangka dugaan korupsi Barang dan Jasa di Setda Pemkab Kuansing. Kejari Tetapkan 5 Tersangka Kasus Korupsi di Setda Pemkab Kuansing

 
Berita Lainnya :
  • Hari Ini Riau Nihil Kasus Baru Corona, Total Pasien Positif Masih 111 Orang
  • Hari Raya Idul Fitri, TMC di Riau Tetap Dilaksanakan, Total Volume Hujan Capai 33,8 Juta M3
  • Tambahan 479 Kasus Baru Corona di Indonesia, Berikut Sebarannya
  • Hari Raya Idul Fitri, 4 Pasien Positif Corona di Dumai Sembuh
  • Pasien Corona Hari Ini di Indonesia Capai 22.750 Kasus, Sembuh 5.642 Orang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved