www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
DPRD Siak Minta Evaluasi Program Tour de Kampung
 
KPK Periksa Ketua DPDR Riau Sebagai Saksi Perkara Dugaan Suap Mantan Bupati Bengkalis
Kamis, 19 Maret 2020 - 18:40:20 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Penyidikan kasus yang menjerat Bupati Bengkalis non aktif Amril Mukminin, masih terus bergulir saat ini. Alhasil, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memeriksa Ketua DPRD Provinsi Riau, Indra Gunawan Eed sebagai saksi terkait dugaan penerimaan suap. 

"Ya, ada pemanggilan terhadap bersangkutan (Indra Gunawan Eet,red). Diperiksa di Jakarta (Gedung Merah Putih KPK)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dihubungi wartawan di Pekanbaru, Kamis (19/3/2020). 

Menurut Ali, pemeriksaan Indra untuk menggali lebih jauh keterangannya tentang penerimaan sejumlah uang dalam proyek paket pekerjaan Jalan Duri-Sei Pakning. Keterangan itu sangat dibutuhkan guna melengkapi berkasnya Amril Mukminin. 

"Untuk melengkapi berkas tersangka AMU," sebut Ali. 

Eet yang diperiksa di Gedung Merah Putih KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta, posisinya saat itu, sebagai mantan anggota DPRD Bengkalis priode 2014-2019.

Tak hanya itu, KPK juga sudah memeriksa mantan Ketua DPRD Bengkalis, Abdul Kadir, dan ajudan Amril Mukminin, Azrul Nor Manurung. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK di  Jakarta.

Amril ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis. Besar suap yang diterima Rp5,6 miliar.

Saat ini, Amril Mukminin tengah menjalani penahanan di Rutan Klas IA Jakarta Timur cabang KPK, mulai tanggal 6 Februari 2020 lalu. KPK sudah melakukan perpanjangan penahanan.

Amril Mukminin diduga menerima sekitar Rp2,5 miliar dari PT CGA sebelum menjabat sebagai Bupati Bengkalis. Uang itu disinyalir untuk pelicin anggaran proyek peningkatan jalan Duri-Sei Pakning multiyears tahun 2017-2019.

Amril Mukminin kemudian kembali menerima dari PT CGA senilai Rp3,1 miliar saat telah menjabat sebagai Bupati Bengkalis. Uang tersebut diberikan sekitar Juni dan Juli 2017. Totalnya, Amril Mukminin diduga telah menerima Rp5,6 miliar.

Proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning sendiri merupakan bagian dari enam paket pekerjaan jalan di Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015. Dalam perjalanannya, proyek pembangunan jalan itu sempat dimenangkan oleh PT CGA.

Penulis : Helmi 
Editor : Fauzia






Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Amril Mukminin masih ditahan KPK.KPK Perpanjang Penahanan Bupati Bengkalis Terkait Dugaan Suap Proyek Multiyears
Gedung KPK.KPK Periksa Pengusaha Kaya di Pekanbaru​ Terkait Kasus Dugaan Suap Proyek Jalan di Bengkalis
Gedung KPK.Soal Dugaan Korupsi Jalan, Eks Ajudan Bupati Bengkalis Diperiksa KPK
  IlustrasiPengusaha Pekanbaru DH Tak Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Suap
IlustrasiKPK Periksa Ketua DPDR Riau Sebagai Saksi Perkara Dugaan Suap Mantan Bupati Bengkalis
KPKKasus Korupsi Proyek Jalan Bengkalis, KPK Panggil 9 Saksi untuk 2 Tersangka

 
Berita Lainnya :
  • DPRD Siak Minta Evaluasi Program Tour de Kampung
  • Apel Pagi Pemkab Kepulauan Meranti Sudah Sesuai Protokol Kesehatan
  • PSBB, Akses Menuju Wisata Pantai Selatbaru Ditutup
  • Seluruh Anggota Dewan di Siak Diajak Pantau Data Penerima Bantuan Terdampak Covid-19
  • Fasilitas di Ruang Isolasi BLK Meranti Tidak Memadai, Ini Kata Jubir Gugus Tugas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved