www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Hari Ini Riau Nihil Kasus Baru Corona, Total Pasien Positif Masih 111 Orang
 
Sidang Perdana Prapid Plt Bupati Bengkalis Uji 2 Alat Bukti Penetapan Tersangka
Selasa, 17 Maret 2020 - 15:04:32 WIB
Sidang praperadilan Plt Bupati Bengkalis di Pengadilan Negeri (PN)
Sidang praperadilan Plt Bupati Bengkalis di Pengadilan Negeri (PN)

PEKANBARU - Sidang perdana praperadilan Plt Bupati Bengkalis di Pengadilan Negeri (PN) digelar Senin (17/3/2020) siang. Dalam sidang dakwaan itu beragenda pembacaan permintaan dari kuasa hukum untuk membatalkan status tersangka Muhammad.

Kuasa Hukum Plt Bupati Bengkalis, Abdullah Subur, kepada halloriau.com, mengatakan sidang praperadilan yang ditempuh kliennya itu, tidak lain untuk mempertanyakan status penetapan tersangka Muhammad terkait kasus dugaan korupsi pipa transmisi.

"Untuk memastikan (menguji,red) kebenaran dari status tersangkanya dalam kasus dugaan korupsi. Artinya harus memenuhi dua alat bukti yang cukup," ungkap Abdullah.

Untuk memastikan dua alat bukti ini, kata dia pihaknya harus menempuh jalur hukum prapid. Sehingga dapat diketahui apakah untuk menguji alat bukti tersebut cukup atau tidak.

"Kan ada dua tahap, sisi jumlah dan kualitas," sambung Abdullah usai sidang.

Menurur Abdullah, kalau sisi jumlah alat bukti bisa saja cukup. Tapi apakah bukti atau surat lainnya mengarah ke bukti-bukti atau tidak. Dia mencontohkan, keterangan saksi sebelumnya jangan sering bertemu, karena dapat dikatakan itu sekongkol.

"Sekongkol yang seperti apa itu. Itu sebenarnya yang kita uji," tegas Abdullah.

Terkait fakta-fakta hukum yang ada di persidangan sebelumnya, kata dia dari situ dapat dilihat dan didengar adanya ketetangan para saksi-saksi dan bukti-bukti yang mengarah ke Muhammad.

"Dalam saksi persidangan sebelumnya, itu ada gak yang mengarah. Dari 20 saksi yang dihadirkan itu, cuma ada 2 orang yang mengatakan. Dan itu mengatakan cuma ditegur mengapa tidak menandatangani berita acara pelelangan. Ini tidak singkron, lantas dengan kesaksian itu Muhammad sekongkol artinya ikut terlibat," jelas Abdullah.

Selain itu juga, bukti surat-surat Muhammad sebagai KPA, dia menilai sangat jauh sekali dari unsur tindak pidana korupsinya. Katanya masalah itu terjadi di lapangan antara perbedaan spek.

"Nah ini masalahnya. Kan KPA terlalu jauh mengecek, gak mungkin dia mengecek terlalu jauh. Sepanjang laporan itu lengkap dari dokumennya dan pengawasnya. Sebagai KPA kan tugasnya melakukan membayar, jadi dia teken pembayaran," terang Abdullah.

Jadi untuk arah sekongkol tadi, kata Abdullah tidak bisa dengan adanya diteken pembayaran lantas dikatakan dia sekongkol.

"Jadi gitu maksudnya saya. Makanya kita uji alat buktinya. Sejauh mana bukti itu mengarah ke dia dalam penetapan sebagai tersangka. Untuk tindak pidana korupsi yang dilakukan Muhammad itu sangat jauh dan tidak ada. Itu yang kita uji di sini," sebut Abdullah.

Diketahui, sidang perdana gugatan prapid itu sejatinya digelar pada Rabu (10/3/2020) kemarin. Namun sidang itu urung dilaksanakan, karena pihak termohon, yakni Penyidik Ditreskrimsus Polda Riau tidak hadir.

Selain itu, Muhammad juga tidak hadir. Dia hanya mengutus tim kuasa yang telah ditunjuknya pada persidangan yang digelar di PN Pekanbaru.

Atas hal itu, hakim tunggal Yudissilen menunda persidangan, dan akan dilanjutkan pada Selasa (17/3/2020) ini.

Diketahui, Muhammad mengajukan gugatan prapid karena menolak ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Dia menilai penyidik tidak cukup bukti dalam menetapkan dirinya sebagai salah satu pesakitan.

Muhammad ditetapkan sebagai tersangka keempat dalam dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan pipa transmisi PDAM di Inhil. Penetapan ini diketahui berdasarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterima Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau tertanggal 3 Februari 2020 lalu.

Penulis : Helmi
Editor: Yusni Fatimah




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Barang bukti narkona dan uang diduga hasil penjualan narkoba jenis sabu diamankan petugas Polsek Pinggir, Bengkalis. Baru Pindah, Pria di Desa Tasik Serai Barat Ketahuan Ternyata Pengedar Narkoba
Kombes Sunarto Dua Bulan DPO, Polda Riau Belum Temukan Wabup Bengkalis
Kasus 20 ton kayu ilegal diserahkan ke Kejari Bengkalis.Polda Riau Serahkan Kasus Illog 20 Ton Kayu Jenis Olahan ke Kejari Bengkalis
  Tersangka HS.ABG Meregang Nyawa di Hotel Wisata Bengkalis, Polres Tetapkan Teman Kencan Korban Tersangka
IlustrasiDua Napi Kabur dari Lapas Bengkalis, Satu Berhasil Ditangkap
Tersangka dan barang bukti 15 kg sabu yang diamankan.Polda Riau Kembali Amankan 15 Kg Sabu dari Tersangka Jaringan Internasional di Bengkalis

 
Berita Lainnya :
  • Hari Ini Riau Nihil Kasus Baru Corona, Total Pasien Positif Masih 111 Orang
  • Hari Raya Idul Fitri, TMC di Riau Tetap Dilaksanakan, Total Volume Hujan Capai 33,8 Juta M3
  • Tambahan 479 Kasus Baru Corona di Indonesia, Berikut Sebarannya
  • Hari Raya Idul Fitri, 4 Pasien Positif Corona di Dumai Sembuh
  • Pasien Corona Hari Ini di Indonesia Capai 22.750 Kasus, Sembuh 5.642 Orang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved