www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Pembak Kuansing Akan Surati Kementerian Pariwisata Terkait Pelaksanaan Pacu Jalur
 
Gelapkan Uang Perusahaan Rp600 Juta, Mantan GM MP Club Dituntut 3,5 Tahun Penjara
Kamis, 12 Maret 2020 - 16:15:48 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Mantan General Manager (GM) MP International Executive Club, Benny Lubis, dituntut hukuman 3,5 tahun penjara. Benny terbukti melakukan penggelapan uang perusahaan sebesar Rp 600 juta.

Tuntutan terhadap Benny dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jefri, di Pengadikan Negeri Pekanbaru, Selasa (10/3/2020) petang. JPU menyatakan Benny terbukti bersalah  melanggar Pasal 374 KUHPidana.

"Menuntut terdakwa Benny Lubis dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan, dipotong masa tahanan sementara yang sudah dijalankan," ujar JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Sorta Ria Neva.

Dalam amar tuntutannya, JPU menyebutkan hal memberatkan hukuman adalah perbuatan Benny sudah menimbulkan kerugian bagi orang lain. Hal meringankan, terdakwa memiliki tanggungan keluarga.

JPU dalam dakwaannya menyebutkan perbuatan pidana dilakukan Benny ketika menjabat pada Agustus 2017 sampai Oktober 2018.. Benny telah mengambil uang milik perusahaan MP Internasional Executive Club Pekanbaru.

Caranya, dia meminta saksi Melia Fersi Sapriati mengajukan invoice pembayaran honor cleaning service atas nama CV Radhitya Pratama, atas nama CV Jaya Service Line dan CV Clean Wijaya Service.

Invoice itu disetujui oleh Benny ke bagian keuangan di Kantor MP International Executive Club Pekanbaru senilai Rp 39.500.000. Setiap bulannya, uang itu dibagikan kepada 10 orang cleaning service.

Namun ternyata CV Jaya Service Line dan CV Clean Wijaya Service adalah perusahaan fiktif. Selain itu uang Rp39.500.000, setiap bulannya digunakan untuk membayar gaji  2 orang pengawas masing-masing sebesar Rp2.000.000 dan 8 orang cleaning service masing-masing Rp1.200.000, barang habis pakai dua pengawas masing-masing sebesar Rp500.000.

Sisanya dikembalikan ke Benny. Akibatnya, MP Internasional Executive Club  Pekanbaru mengalami kerugian lebih kurang Rp 348.600.000.

Tidak hanya itu, Benny juga menunjuk CV Elang Perkasa Entertaint sebagai Event Organizer yang menyediakan tenaga DJ MP Internasional Executive Club Pekanbaru. Setiap akhir bulan terdakwa meminta saksi Darmin Rangkuti untuk mengajukan permohonan pembayaran honor DJ ke bagian keuangan di kantor MP Internasional Executive Club Pekanbaru Rp 32.000.000.

Benny juga meminta diajukan pembayaran penjagaan F DJ sebesar Rp.1.000.000 dan pembayaran akomodasi dan compliment sebesar Rp.1.250.000.000 disetiap event. Ternyata personel penjagaan untuk menjaga FD J disetiap event tidak pernah ada dan akomodasi para F DJ tidak bisa dikonfirmasi, serts para DJ yang bekerja di kantor MP Internasional Executive Club Pekanbaru tidak pernah mendapatkan compliment.

"CV Elang Perkasa Entertaint adalah perusahaan  fiktif dan dari 4  orang DJ yang bekerja di perusahaan MP Internasional Executive Club Pekanbaru, dua orang masing-masing hanya menerima gaji/honor sebesar Rp 3.500.000 per bulan dan dua lainnya mendapat Rp 3.000.000 per bulan. Akibatnya MP Club merugi Rp 311.187.000," papar JPU.

Benny juga memanipulasi pembelian lampu LED untuk MP Club dan meminta pengurangan harga dengan janji akan membeli kembali barang dengan jumlah besar. Pengurangan harga yang diterima Rp 34.000.000, di dalam faktur, terdakwa meminta tetap dituliskan Rp 204.000.000 tanpa dimasukkan potongan harga. Terdakwa juga mengambil uang potongan harga Rp 30 juta.

Akibat perbuatan Benny, MP Internasional Executive Club Pekanbaru mengalami kerugian  Rp 689.787.000. Tindakan Benny diketahui setelah dia berhenti dan manajemen melakukan audit.

Atas tuntutan yang dijatuhkan padanya, Benny yang didampingi penasehat hukum, menyatakan mengajukan pembelaan atau pledoi. Majelis hakim mengagendakan pembacaan pledoi pada persidangan selanjutnya.

Penulis : Linda Novia
Editor : Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Polres Rokan Hilir menahan tiga orang tersangka terkait dugaan Korupsi Dana Media Massa di Setwan Rohil, Senin (4/5/2020).Polres Rohil Tahan 3 Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Dana Media di Setwan Rohil
IlustrasiPemberian Asimilasi dan Integrasi untuk Napi Tidak untuk Kasus Korupsi
Sidang pembacaan putusan hakim yang menolak permohonan praperadilan Plt Bupati Bengkalis Muhammad.Upaya Plt Bupati Bengkalis Lepas dari Status Tersangka Mental Usai Hakim Tolak Praperadilan
  Garbarata di Bandara SSK II Pekanbaru. IntAgendakan Pemeriksaan Saksi, Kejati Riau Usut Dugaan Korupsi Iklan di Garbarata Bandara SSK II
Kepala Kejari Kuansing Hadiman SH, MH (empat dari kiri) memimpin ekspos penetapan tersangka dugaan korupsi Barang dan Jasa di Setda Pemkab Kuansing. Kejari Tetapkan 5 Tersangka Kasus Korupsi di Setda Pemkab Kuansing
Gedung KPK.KPK Periksa Pengusaha Kaya di Pekanbaru​ Terkait Kasus Dugaan Suap Proyek Jalan di Bengkalis

 
Berita Lainnya :
  • Pembak Kuansing Akan Surati Kementerian Pariwisata Terkait Pelaksanaan Pacu Jalur
  • Kabar Gembira, RSUD Arifin Ahmad Pulangkan Satu Pasien Covid-19 Terakhir Dirawat
  • PPDB Tingkat SD dan SMP Negeri di Pekanbaru Dibuka 1-7 Juli 2020
  • Bobol Karaoke dan Kafe di Pekanbaru, Doyok Diamankan Polisi
  • Besok Citilink Terbang Lagi, Penumpang Cek Kembali Kelengkapan Dokumen
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved