www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
BMKG Prediksi Riau Diguyur Hujan hingga Dinihari Besok
 
Pria yang Ditembak Mati karena Serang Polisi di Meranti Diduga Tak Terima Motornya Dirazia
Kamis, 12 Maret 2020 - 09:40:51 WIB
Tulisan korban yang diposting di media sosial.
Tulisan korban yang diposting di media sosial.

SELATPANJANG - Seorang pria warga Desa Alah Air, Kecamatan Tebingtinggi Kepulauan Meranti yang diketahui bernama Abdul Hamid meninggal dunia akibat ditembak oleh anggota polisi karena diduga menyerang anggota kepolisian saat diamankan di Polres Kepulauan Meranti, Rabu, (11/3/2020) sekira pukul 17.30 WIB.

Peristiwa itu diduga dipicu karena korban merasa sakit hati motornya ditilang polisi saat digelar razia kelengkapan sepeda motor di Jalan Alah Air.

Hal itu pun diketahui dari postingan korban di salah satu media sosialnya, beberapa jam setelah motornya dirazia oleh anggota Satlantas Polres Kepulauan Meranti.

Dalam tulisannya di media sosial yang ditujukan kepada Kapolres, dia mengatakan jika dirinya lupa membawa helm saat mengantar anaknya pergi sekolah dan akhirnya motornya ditahan. Oleh petugas ia disuruh berjalan kaki untuk mencari helm.

Korban juga sempat mengancam jika motornya tidak diantar ke alamat yang dimaksud, maka dia akan mengambil tindakan diluar nalar.

"Selamat pagi bapak Kapolres bersama bapak kepala Pol Iantas. Mohon maaf yg sebesar2 ya tadi saya antar anak sekolah lupa bawak helem jadi saya suruh jalan kaki cari helem, sekarg saya berada di jalan perjuangan gg Abdul Rahman belakang masjit takwa, saya mohon yg menahan motor saya tadi di suruh memalukan kerumah kalo sampe jm 10 tidak di kembalikan saya tebas Ieher ya kalo jumapa nanti jagan salah kan saya ya pak kalo prajurit bapak bergelimpagan nantai saat ber rajia sekali lg maaf". Tulis Abdul Hamid di dinding media sosialnya.

Kronologis kejadian diceritakan langsung oleh Aipda Hendra yang menjabat sebagai Kanit II SPKT II dimana pada saat itu sedang bertugas di SPKT.

Dimana saat itu salah satu anggotanya Bripka Rizky Kurniawan meminta izin untuk pergi berobat. Setelah beberapa saat kemudian Bripka Rizky kembali ke Mapolres Kepulauan Meranti menggunakan sepeda motor dengan membonceng seseorang.

"Saat itu sekira jam lima anggota saya bernama Bripka Rizky Kurniawan minta izin untuk berobat karena kakinya sakit setelah itu tidak lama kemudian anggota saya balik ke kantor dengan membonceng seseorang yang tidak saya kenal dan saya menanyakan kepada anggota saya ada apa dengan dia, lalu dijawab dia telah berbuat rusuh di jalanan," cerita Hendra.

Dikatakan setelah di SPKT yang bersangkutan lalu dibawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat itu yang bersangkutan juga membawa paralon yang digunakan untuk berbuat kekacauan di jalan.

Dikatakan setelah di SPKT yang bersangkutan lalu dibawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat itu yang bersangkutan juga membawa paralon yang digunakan untuk berbuat kekacauan di jalan.

"Setelah Dibawa sama anggota dia bersikeras tidak mau tas sandang yang dibawanya diperiksa petugas sampai pada akhirnya pihak Reskrim datang  lalu dia mengajak Brigadir Tommy untuk berduel dan memukuli Tommy dengan paralon hingga patah," kata Hendra.

"Setelah mau diperiksa tas nya dia semakin brutal dan kembali mengajak anggota Reskrim berkelahi dan ketika Tommy ingin melerai dia memukul Tommy dan mengeluarkan pisau dari pinggangnya," ujarnya lagi.

Saat posisi antara keduanya tidak begitu jauh, Brigadir Tommy merasa terdesak dan terpaksa mengeluarkan senjata api untuk melumpuhkan korban dan akhirnya korban tewas tergeletak dengan pisau masih di tangannya.

Korban dipastikan meninggal setelah pihak kepolisian meminta dokter untuk memeriksa kondisi jasad korban.

"Dia dipastikan meninggal setelah tim dokter kami undang untuk memeriksa. Dan si celana korban juga tidak ditemukan identitas, selain itu pihak keluarga juga belum tampak datang untuk menjenguk," kata Hendra.

Saat ini jenazah korban sudah dibawa kerumah duka dari RSUD Kepulauan Meranti untuk segera dimakamkan.

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Jasad korban saat ditemukan.Tenggelam dan Hilang saat Memancing, Warga Bandul Ditemukan Tak Bernyawa
IlustrasiBulan Ramadan, Paman di Kepulauan Meranti Malah Cabuli Keponakannya Saat Tidur
Kondisi teras rumah warga yang diseruduk mobil patroli milik Polres Kepulauan Meranti.Diduga Hilang Kendali, Mobil Patroli Polres Kepulauan Meranti Tabrak Rumah Warga
  Satu wanita dan tiga pria didapati mabuk-mabukan di dalam kamar indekos.Mabuk di Dalam Kamar Kos Cewek, Empat Remaja Diangkut Satpol PP Kepulauan Meranti
Mobil patroli tabrak rumah warga di Selatpanjang.Mobil Patroli Polisi Tabrak Pagar Rumah Warga di Selatpanjang Ternyata karena Hindari Sepeda Motor
Pencarian korban yang diterkam buaya masih dilakukan dan baru potongan kaki yang baru ditemukanDitemukan Potongan Kaki, Warga Kepulauan Meranti yang Diterkam Buaya Masih Dalam Pencarian

 
Berita Lainnya :
  • BMKG Prediksi Riau Diguyur Hujan hingga Dinihari Besok
  • PT Kliring Berjangka Indonesia Siapkan Protokol Menuju “New Normal”
  • Masjid di Singapura Dibuka Kembali Mulai 2 Juni
  • Pengedar Sabu di Pekanbaru Banyak Tertangkap di Kamar Hotel Selama PSBB
  • RSUD AA Buka Layanan Swab Bertarif Rp1,7 Juta, Tapi Bukan untuk Semua Orang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved