www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Penularan Covid-19 Lewat Klaster Keluarga Bermunculan, Perlukan Pakai Masker di Rumah?
 
Ponakan di Pekanbaru Tilap Uang Perusahaan Pamannya Rp373 Juta
Selasa, 10 Maret 2020 - 17:21:56 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Winogren alias Wino, bagian operasional CV Abadi Rani Lestari (ARL) di Jalan Tuanku Tambusai Komplek Nangka Raya Permai Pekanbaru diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru karena diduga menilap uang pembelian besi baja senilai Rp373 juta.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Saut Maruli Tua Pasaribu SH, Senin (9/3/2020) siang itu, mendengarkan keterangan tiga orang saksi dari CV ARL. Ketiganya adalah Bala Candra selaku Komanditer, Fauzi selaku Direktur dan Sri Kurnaningsih.

Saksi Candra dihadapan jaksa penuntut umum (JPU) Aulia Rachman SH mengatakan, dugaan penipuan dan penggelapan uang perusahaan ini berawal ketika CV ARL memenangkan tender  pengadaan Steel Material (material baja-red) di Badan Operasi Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako (BSP) – Pertamina Hulu di daerah Zamrud Kabupaten Siak tahun 2017 silam.

Kemudian, Candra memerintahkan terdakwa Wino untuk mencarikan perusahaan di Jakarta yang bisa menyediakan material baja seperti yang dipesan PT BSP. Hingga kemudian terdakwa menemukan PT Surya Baja sebagai suplier dan diberitahukan kepada saksi Chandra.

"Kata terdakwa, pesan material bajanya di PT Surya Baja. Kantornya di Jalan Raya Cakung Cilincing No 121 Jakarta,"kata Candra.

Selanjutnya, terdakwa melaporkan ke saksi Candra bahwa anggaran pembelian baja itu sebesar Rp373.774.448 dan barang akan dikirim PT Surya Baja apabila dananya telah dikirim. Dana itu harus ditransfer ke rekening pribadi atas nama Aliyah Subari BCA Rekening Nomor 4210104581.

Saksi Candra sempat heran, kenapa uang harus ditranfer ke rekening pribadi dan bukan ke rekening PT Surya Baja. Lalu terdakwa mengatakan, jika hal itu memang biasa dilakukan oleh PT Surya Baja.

"Karena dalam aturan perusahaan kita, tidak dibenarkan mentransfer via rekening pribadi. Makanya saya pertanyakan ke terdakwa,"jelas Candra.

Akan tetapi, terdakwa terus meyakini Candra bahwa perusahaan itu benar adanya. Dia meyakinkan, jika barang akan dikirimkan ke lokasi proyek, tiga hari setelah uang ditransfer.

Namun sebelum uang itu ditransfer, saksi Candra memerintahkan terdakwa untuk mengecek keberadaan kantor PT Surya Baja di Jakarta. Terdakwa yang kemudian berangkat ke Jakarta, kembali meyakinkan kalau perusahaan itu ada sesuai dengan alamatnya dan meminta Candra untuk melakukan pembayaran PO (Purchase Order) ke rekening pribadi.

"Saat itu terdakwa mengatakan tidak ada masalah. Bayar sajalah, barang sudah siap dan mau dikirim oleh PT Surya Baja,"papar Candra.

Candra yang sudah begitu percaya dengan terdakwa yang juga keponakannya yang diasuh sejak kecil itu, sekitar tanggal 31 Juli 2017 kemudian mentransfer uang yang diminta terdakwa. Uang ditransfer ke rekening atas nama Aliyah Subari BCA Rekening Nomor 4210104581.

Akan tetapi, setelah uang dikirim barang-barang yang dipesan oleh CV ARL tidak ada dikirim oleh PT Surya Baja. Lalu satu bulan berikutnya, Candra pun memerintahkan karyawan lainnya bernama Tumiran untuk mengecek keberadaan kantor PT Surya Baja di Jakarta.

"Ternyata Pak Hakim, kantor itu fiktif dan tidak ada. Disitu setelah dicek, cuma rumah biasa saja dan bukan kantor,"sebut Candra.

Candra mengakui, akibat tidak memenuhi kontrak kerja untuk menyediakan besi baja di PT BSP itu, perusahaannya CV ARL harus menerima sanksi dan didenda."Bahkan pada akhirnya, perusahaan kami kena blacklist Pak Hakim,"ulasnya lagi.

Tidak terima ditipu oleh terdakwa sebesar RpRp.373.774.448, Candra akhirnya melaporkan kasus itu ke polisi. Akibat perbuatannya, jaksa menuntut Wino dengan pasal  378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Penulis : Linda Novia
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Tersangka penipuan perumahan syariah di Pekanbaru.Warga Riau Jadi Korban Penipuan Perumahan Syariah, Sadar Setelah Setor Rp28 Juta
Penipu meminta data honorer kepada pejabat yang diincar.Hati-hati Penipuan Gunakan Nomor WA dengan Foto Profil Wakil Bupati Minta Transfer Uang
IlustrasiPonakan di Pekanbaru Tilap Uang Perusahaan Pamannya Rp373 Juta
  Tersangka penipuan.Bermodal Lencana Plastik, Pria Lampung Ngaku Anggota BIN dan Tipu Warga Pekanbaru
Ilustrasi.Pria Ini Ditipu Rp488 Juta oleh Calon Istri Sendiri, Bikin Geram saat Tahu Dihabiskan untuk Apa
IlustrasiPenipuan Pembelian Tanah, Hakim Tolak Eksepsi Ketua SP3S Pekanbaru

 
Berita Lainnya :
  • Penularan Covid-19 Lewat Klaster Keluarga Bermunculan, Perlukan Pakai Masker di Rumah?
  • Pasien Covid-19 di Riau Melonjak, Ruang Isolasi dan Obat yang Dibutuhkan di RS Mulai Langka
  • Hasil Liga Spanyol, Real Madrid Harus Puas Bermain Imbang 0-0 Lawan Real Sociedad
  • Heboh, Warga Kepulauan Meranti Temukan Bayi Terbungkus Kantong Plastik, Masih Hidup
  • Hati-hati, Konsumsi Air Isi Ulang Berbahaya, Bisa Timbulkan Penyakit Serius
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved