www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
DPRD Siak Minta Evaluasi Program Tour de Kampung
 
Dugaan Korupsi Pemukiman Transmigrasi di Inhil, Tiga Tersangka segera Diadili
Selasa, 18 Februari 2020 - 10:55:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Riau melimpahkan tiga tersangka dugaan korupsi proyek pemukiman kawasan transmigrasi di Desa Tanjung Melayu, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tersangka segera diadili.

Ketiga tersangka adalah rekanan dari PT Bahana Prima Nusantara (BPN) berinisial MS, konsultan pengawasan dari CV Saidina Consultant berinisial MSH dan seorang pihak rekanan, G.

"Berkas ketiga tersangka sudah lengkap. Sudah dilakukan proses tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) dari penyidik ke JPU pada Jumat (14/2/2020) lalu," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan.

Dalam perkara ini, masih ada dua orang tersangka lainnya yang belum dilimpahkan penyidik ke JPU. Mereka adalah Kuasa Pengguna Anggara (KPA) berinisial J, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau, D.

Proses tahap II terhadap tersangka J dan D akan dilakukan dalam waktu dekat. "Untuk 2 tersangka lainnya, dijadwalkan pekan ini dilimpahkan ke JPU," kata Muspidauan.

Untuk diketahui, perkara tersebut terjadi pada waktu bulan Juli hingga Desember 2016. Data dihimpun, pengerjaan proyek itu menggunakan dana yang bersumber dari APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2016 di Disnakertrans Provinsi Riau.

Program Pengembangan Wilayah transmigrasi masing-masing sebesar Rp24.018.503.200 dan Rp19.315.574.036 atau 80,41 persen realisasi tersebut di antaranya digunakan untuk pekerjaan pembangunan pemukiman penduduk sebanyak 146 unit dengan nilai sebesar Rp15.683.315.000.

Pengerjaan itu dituangkan dalam surat perjanjian (kontrak) antara KPA selaku PPK dengan PT Bahana Prima Nusantara Nomor 305/Disnakertransduk.P3T/2016 tanggal 16 Agustus 2016. Nilai kontraknya, Rp16.229.895.000. Jangka waktu penyelesaiannya selama 120 hari kelender dan pada 25 Desember 2016 harus sudah selesai.

Dalam proses pelaksaan pekerjaan, kontrak tersebut diubah. Dari Adendum I Nomor 2158/ADD.FINAL/Disnakertransduk.P3T/2016 tanggal 3 November 2016, yaitu mengatur pengurangan pekerjaan sebesar Rp141.000.000 dan penambahan pekerjaan sebesar Rp1.710.342.000. Nilai kontrak diubah menjadi Rp17.799.201.000. Jangka waktu pelaksanaannya 150 hari kelender atau berakhir 13 Januari 2017.

Kemudian pada Adendum II Nomor 2158/ADD.FINAL/Disnakertransduk.P3T/2016 tanggal 22 Desember 2016, yaitu mengatur pengurangan volume pekerjaan dengan mengubah nilai kontrak menjadi sebesar Rp15.683.315.000. Pengurangan itu di antaranya adalah penyiapan lahan dari 368 Ha menjadi 160 Hektare.

Pembangunan jalan desa sepanjang 2 Km dan jalan poros sepanjang 5 Km tidak jadi dilaksanakan sesuai dengan kontrak awal. Pengawas pekerjaan tersebut adalah CV Saidina Consultant. Nilainya sebesar Rp343.750.000. Proyek itu dinyatakan selesai sesuai dengan kontrak Adendum Nomor 2158/ADD.FINAL/Disnakertransduk.P3T/2016 tanggal 3 November 2016.

Bahkan, telah diterima melalui serahterima pertama hasil pekerjaan (PHO) Nomor BA.455/DISNAKER TRANSDUK-PHO/2016 tanggal 19 Desember 2016. Tak hanya itu, pekerjaan telah dibayar sebesar Rp15.679.721.000 dengan tiga kali pembayaran pada 29 Desember 2016.

Penulis : Linda Novia
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Tampak saat Sat Reskrim Polres Inhil mengamankan minuman keras jenis tuak.Satreskrim Polres Inhil Amankan 27 Liter Minuman Keras Jenis Tuak
Kasat Reskrim AKP Polres Inhil, Indra Lamhot Sihombing, SIKPenyebar Kabar Hoax Corona Pidana Penjara 6 Tahun dan Denda Rp1 Miliar
IlustrasiDugaan Korupsi Pemukiman Transmigrasi di Inhil, Tiga Tersangka segera Diadili
  Gelar perkara kasus Karhutla via video telekonferensi.ILC Gelar Perkara Khusus Kasus Karhutla Via Video Teleconference
Pelaku yang diamankan polisi.Polisi Tangkap Pelaku Pencuri Uang Rp80 Juta Milik Jemaat saat Imlek di Inhil
IlustrasiCekcok, Suami di Inhil Tebas Leher Istrinya hingga Tewas Kemudian Gantung Diri

 
Berita Lainnya :
  • DPRD Siak Minta Evaluasi Program Tour de Kampung
  • Apel Pagi Pemkab Kepulauan Meranti Sudah Sesuai Protokol Kesehatan
  • PSBB, Akses Menuju Wisata Pantai Selatbaru Ditutup
  • Seluruh Anggota Dewan di Siak Diajak Pantau Data Penerima Bantuan Terdampak Covid-19
  • Fasilitas di Ruang Isolasi BLK Meranti Tidak Memadai, Ini Kata Jubir Gugus Tugas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved