www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Data Terbaru Corona Hari Ini: Kasus Positif Capai 3.512, 280 Meninggal
 
Praktek Illegal Logging di Kepulauan Meranti Diduga Libatkan Oknum TNI Berpangkat Sersan Mayor
Rabu, 12/02/2020 - 16:09:53 WIB
 Kayu yang diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)  Polres Kepulauan Meranti dari Kapal Motor (KM) Nusantara 5 di perairan Desa Lukit Kecamatan Merbau beberapa waktu lalu.
Kayu yang diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Meranti dari Kapal Motor (KM) Nusantara 5 di perairan Desa Lukit Kecamatan Merbau beberapa waktu lalu.

SELATPANJANG - Maraknya bisnis kayu di Kepulauan Meranti, dengan pendapatan yang sangat menggiurkan, membuat para pebisnis kayu menguasai hutan-hutan di Kabupaten termuda di Provinsi Riau ini.


Tidak hanya para pengusaha yang memang profesinya di bisnis kayu yang melakukan bisnis tersebut. Oknum aparat TNI diduga juga turut ambil bagian dalam usaha bernilai jutaan tersebut.

Seperti kayu hasil hutan dari praktik illegal logging yang baru-baru ini diamankan Polres Kepulauan Meranti.

Sebanyak 791 balok kayu olahan diamankan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)  Polres Kepulauan Meranti dari Kapal Motor (KM) Nusantara 5 di Perairan Desa Lukit Kecamatan Merbau, Kamis (6/2/2020) lalu. Kayu tebangan hasil hutan tersebut direncanakan akan dibawa ke Batam, Kepulauan Riau.

Dari pengungkapan kasus ini Polres telah mengamankan dua orang pelaku. Diantaranya JF warga Lukit selaku pengurus, dan SP warga Karimun selaku kapten kapal. Namun polisi masih mencari informasi dan mendalami pemilik kayu tersebut.

"Pemilik atau orang di belakang kedua terduga yang ditahan masih didalami. Sabar ya," ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH.

Penelusuran di lapangan, otak dari aktivitas penebangan liar tersebut mengarah dan diduga kuat dikendalikan oleh oknum TNI yang diketahui berpangkat Sersan Mayor berinisial Ngo yang bertugas di Kepulauan Riau. Awak media pun berhasil bertemu dengannya dan melakukan wawancara. Ia mengaku dari Batam dan datang ke Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti hanya untuk mengurus kapal yang bermuatan kayu yang ditahan oleh jajaran Polres Meranti yang saat ini dititip di PT Golden dan dalam tahap proses penghitungan dan penyesuaian jenis oleh kepolisian dan BPHP wilayah III.

Dalam keterangannya dengan sejumlah awak media, Ngo mengaku mempunyai izin lengkap untuk mengeksploitasi kayu hutan yang ada di Desa Lukit, Kecamatan Merbau. Dimana kayu yang ditebang merupakan jenis kayu Mahang yang diambil dari lahan masyarakat. Namun hal itu berbeda dengan temuan polisi dimana lokasi penebangan itu ada yang berada di hutan produksi terbatas, dan ada juga di hutan alas hak.

"Izin saya lengkap dan kayu itupun diambil dari lahan masyarakat, dan pekerjanya pun semua masyarakat tempatan. Ini kan bagian dari lapangan pekerjaan juga," kata Ngo sambil menunjukkan dokumen lengkapnya yang berupa izin menggarap hutan alas hak.

Ngo juga mengaku jika dia merupakan pemain baru dalam aktivitas illegal logging di Kepulauan Meranti. Sebelumnya dia melakukan aktifitas ini di Kepulauan Riau.

"Aku baru dua bulan main kayu di sini. Dan itupun baru dua kali mengangkut ke Batam. Kalau lamanya aku di Dabo Singkep Kepulauan Riau, hampir puluhan tahun di sana," ujarnya.

Dalam melakukan aktifitas terlarangnya, Ngo tidak menyangkal telah merekrut warga desa setempat sebagai pengepul. Inisial orang itu adalah JF yang saat ini ditetapkan sebagai salah seorang terduga pelaku oleh kepolisian setempat.

"Iya orang itu Jep yang badannya besar. Itu orang kami yang di sana," ungkapnya.

Penulis : Ali Imroen
Editor : Yusni Fatimah





Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Dia tersangka dan barang bukti yang diamankan petugas.Pakai Sabu, Dua Honorer di Dinas Pemkab Kepulauan Meranti Ditangkap Polisi
Jenazah Abdul Hamid yang akan dibawa ke rumah duka  Satu Proyektil Diangkat dari Tubuh Abdul Hamid, Pria Selatpanjang yang Ditembak karena Serang Petugas
Pertemuan yang diadakan usai kejadian tewasnya pria di Mapolres Meranti.Tak Ingin Ada Gesekan Usai Penembakan, Pemkab dan Tokoh Masyarakat Gelar Pertemuan dengan Polres Meranti
  Jenazah Abdul Hamid yang akan dibawa ke rumah duka  Keluarga Pria Tewas Ditembak karena Mengamuk di Mapolres Meranti Minta Polisi ke Rumahnya
Tulisan korban yang diposting di media sosial.Pria yang Ditembak Mati karena Serang Polisi di Meranti Diduga Tak Terima Motornya Dirazia
Pria yang mengamuk di Mapolres Meranti usai dilumpuhkan petugas.Pria di Meranti Ditembak Usai Ngamuk dan Coba Lukai Petugas dengan Badik

 
Berita Lainnya :
  • Data Terbaru Corona Hari Ini: Kasus Positif Capai 3.512, 280 Meninggal
  • Nekat Langsungkan Pernikahan saat Lockdown, Polisi Serbu Lokasi Pesta, Pengantin dan Semua Tamu Ditangkap
  • Cegah Covid-19, SKK Migas dan Pertamina EP Salurkan Bantuan Hand Sanitizer
  • Antisipasi Tertular Corona, Chili Market Hadir Penuhi Kebutuhan Sembako Warga Secara Online
  • Tindaklanjuti Laporan Masyarakat, Komisi II DPRD Pekanbaru Sidak Gudang Bangunan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved