www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Gajah Betina 45 Tahun Ditemukan Mati di Pelalawan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Tokoh Masyarakat Inhil Lapor Soal Kemungkinan WNA Salahgunakan Visa, Ini Kata Kepala Imigrasi
Selasa, 11 Februari 2020 - 19:37:10 WIB
Kepala Imigrasi Tembilahan Najaruddin
Kepala Imigrasi Tembilahan Najaruddin

INHIL- Izin tinggal kerap disalahgunakan oleh warga negara asing yang berkunjung ke Indonesia. Apalagi kondisi Indonesia saat ini memberikan bebas visa kunjungan (VOK dan BVK) kepada sejumlah negara seakan peluang bagi sejumlah perusahaan-perusahaan nakal untuk memperkerjakan orang asing di Indonesia, terutama di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Belum lama ini, Tokoh Masyarakat Inhil, Said Yusrizal meminta Imigrasi Tembilahan memperketat dan melakukan pengawasan terkait keberadaan Warga Negara Asing (WNA).

"Saya meminta kepada Imigrasi Tembilahan untuk mengawasi semua WNA yang berada di Kabupaten Inhil ini," kata Said Yusrizal usai mendatangi Kantor Imigrasi  Kelas II Tembilahan, pada Selasa (4/2/2020) lalu.

Dikhawatirkan Said Yusrizal, WNA datang ke Inhil memakai visa kunjungan wisata, namun kenyataannya WNA tersebut bekerja di sebuah perusahaan dan tempat yang lainnya.

"Kalau ada seperti itu sangat jelas melanggar aturan, karena visa turis tidak boleh digunakan untuk bekerja. Pelanggaran seperti ini yang wajib diantisipasi oleh Imigrasi, sehingga kami melaporkannya dan meminta Imigrasi untuk lebih memperhatikannya," tambah Said.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tembilahan Najaruddin saat dikonfirmasi, Selasa (11/2/2020) siang mengatakan permasalahan yang timbul sehubungan dengan penggunaan tenaga kerja asing di Inhil adalah pelanggaran izin tinggal dan izin kerja.

"Sesuai peraturan pemerintah Republik Indonesia, Tenaga Kerja Asing (TKA) dilarang untuk menjadi pekerja kasar. TKA hanya boleh mengambil pekerjaan yang memerlukan keahlian (skilled jobs). Jika ada pekerja asing yang bekerja kasar, maka dari mana pun asalnya, sudah pasti itu kasus pelanggaran," ujar Najarudin.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun  2011 tentang Keimigrasian, tidak  dapat  menunjukkan paspor ketika diminta petugas (Pasal 116), hingga penyalahgunaan Izin Tinggal Keimigrasian (Pasal 122).

"Mereka dapat dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa membayar biaya beban/denda, Deportasi dan penangkalan maupun sanksi pidana dengan ancaman pidana penjara Maksimal  5 (lima) tahun sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian," jelasnya.

Ia juga mengatakan sanksi untuk pelanggaran penggunaan TKA telah diatur dalam UU No 13 Tahun 2013. Pemberi kerja TKA yang tidak memiliki Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) dapat dikenakan hukuman penjara 1- 5 tahun dan denda Rp 100 juta–Rp 400 juta.

"Jika jabatan TKA tidak sesuai kompetensi dan/atau pemberi kerja tidak menunjuk TKI pendamping, dapat dikenakan hukuman penjara 1–12 bulan dan denda Rp10 juta–Rp 40 juta," sebut Najarudin.

Jika pemberi kerja tidak melakukan pembayaran Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DKPTKA) dan/atau memulangkan TKA setelah masa perjanjian kerja selesai, maka bisa dikenakan sanksi administrasi.

 "Salah satunya pencabutan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA)," tutupnya. 

Penulis: Yendra
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
Tim Balai Besar KSDA Riau melakukan olah TKP dan nekropsi terhadap bangkai gajah di Pelalawan, Riau. Foto: MediacenterriauGajah Betina 45 Tahun Ditemukan Mati di Pelalawan
IlustrasiPenularan Covid-19 Bisa Lewat AC Mobil, Ini Cara Menanganinya
Gelandang Timnas Italia Manuel Locatelli merayakan golnya ke gawang Swiss bersama dengan Lorenzo Insigne pada laga Grup A Euro 2020 di Estadio Olimpico, Roma, pada 16 Juni 2021. Foto: KompasHasil Piala Eropa: Italia Tampil Memukau, Rusia Buka Peluang
Terawan Agus PutrantoDitanya Kenapa Vaksin Nusantara Dianggap Bahaya, Jawaban Terawan Mengejutkan!
Pabrik PT SDO di Kelurahan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai terbakar pada Rabu malam (16/6/2021).Pabrik PT SDO Group Apical di Lubuk Gaung Dumai Terbakar
  IlustrasiHampir 20 Persen Pasien Tanpa Gejala Ikut Alami Long Covid
IlustrasiUsai Divaksin AstraZeneca, Puluhan Pekerja di Batam Dilarikan ke Rumah Sakit
istHasil Italia Vs Swiss: Gli Azzurri Menang 3-0, Lolos ke Babak 16 Besar
Pabrik PT. SDO di Lubuk Gaung Kota Dumai terbakar pada Rabu malam ( 16/6/2021).Dua Pekerja Dikabarkan Tewas Akibat Kebakaran Pabrik PT Sari Dumai Oleo
Lagi, Warga Satu Kampung Terjangkit Corona, Kali Ini di Magelang
Komentar Anda :

 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved