www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Lab Biomolekular RSUD Arifin Achmad Periksa 1.317 Sampel Per Hari
 
Oknum Jaksa di Kampar Diduga Minta Uang ke Keluarga Tersangka untuk Ringankan Hukuman
Selasa, 04 Februari 2020 - 15:26:20 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Oknum Jaksa di Kampar diduga meminta sejumlah uang kepada keluarga tersangka kasus narkoba, yanh saat ini akan menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang, Kampar. 

Aksi pungli itu disebut dilakukan oleh oknum Jaksa inisial D yang saat ini bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar. Bahkan, nama hakim pun ikut dicatut oknum untuk meyakinkan bahwa vonis hukuman tersangka narkoba dapat diringankan. 

Hal ini diungkapkan langsung oleh Sri, istri tersangka narkoba bernama Asril kepada halloriau.com, Selasa (4/2/2020). Dia menilai, oknum itu meminta uang agar suaminya dapat keringanan hukuman saat vonis di persidangan nanti. 

"Uang itu banyaknya Rp40 juta. Nantinya uang itu juga untuk jaksa dan hakim agar dapat diringankan masa hukuman dalam tahanan penjara," kata Sri, menjelaskan yang diungkapkan oknum Jaksa tersebut.

Tidak sampai di sana, kata Sri, oknum tersebut juga menyarankan untuk tidak memakai pengacara. Padahal, dalam pengawalan proses sidang tersangka (suaminya) nanti, Sri telah lebih dulu didampingi Kuasa Hukum Refi Yulianto SH. 

"Selain itu saya tidak boleh pakai pengacara. Sementara pengacara (Refi, red) sudah lama dampingi saya saat proses di Polsek Siak Hulu, gak mungkin diputuskan," terang Sri. 

Proses terjadinya pertemuan dirinya dengan oknum jaksa tersebut bermula saat dia hendak mempertanyakan proses pelimpahan tahap II suaminya. Sri mengatakan pertemuan berlangsung di rumah oknum tersebut, yang saat itu ditemani juga dua orang anak perempuannya.

"Maksudnya ingin mengetahui proses pelimpahan (kasus suaminya, red). Malah oknum minta agar saya menyerahkan uang, sebelum itu dia juga minta tas dan hp saya agar dijauhkan dari tempat duduknya serta anaknya. Jadi tinggal saya dan dia yang ngobrol," tutut Sri. 

Hal senada dikatakan pengacara suami Sri, Refi. Menurut dia, perbuatan yang dilakukan oknum jaksa terkait istri tersangka dilarang menggunakan jasa kuasa hukum (pengacara), sangat tidak masuk akal. 

"Pengacara itu kan profesi (pekerjaan,red) seseorang. Semua orang bebas (berhak,red) menggunakan pengacara untuk mendampinginya dalam menangani kasus. Kenapa kok dilarangnya," kesal Refi. 

Selain itu, perbuatan yang diduga meminta uang kepada klainnya itu, Refi menilai sangat bertolak belakang dengan kinerja Kejaksaan di yang ingin terapkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK). 

"Kejaksaan, secara institusinya sedang giat-giatnya untuk menghapus kegiatan pungli dan bahkan sudah bentuk Satgas pungli. Tapi ternyata, faktanya masih ada seperti ini (aksi oknum,red)," imbuh Refi.

Bantah Tidak Benar
Terpisah, Kasi Intel Kejari Kampar Silfanus Rotua Simanulang saat dihubungi, siang tadi mengatakan telah meminta keterangan kepada yang bersangkutan terkait masalah tersebut. 

Menurut dia, terkait oknum jaksa yang meminta sejumlah uang kepada istri tersangka kasus narkoba, dia menegaskan tidak benar. Dirinya sendiri membantah kalau pihaknya telah melakukan perbuatan itu.

"Kalau minta uang itu, menurut keterangan oknum Jaksa itu tidak benar. Karena pimpinan telah meminta keterangannya. Selain itu juga tidak boleh membawa tas atau hape juga tidak," terang Silfanus.

Pertemuan mereka terjadi pada Kamis (30/1/2020) di rumah orang tua oknum jaksa dimaksud. Saat pulang, D mengaku tengah dibuntuti istri tersangka, kata dia, sambil memohon meminta bantu. 

"Mereka datang tidak disuruh, melainkan dibuntuti, tiba di rumah orang tua oknum, dia (Sri,red) minta bantu sambil memohon. Faktanya saat itu kondisi masih proses tahap II belum sidang," kata Silfanus. 

Kalau memang dibantu, kata Silfanus dalam persidangannya nanti dapat dibuktikan dengan bukti dan fakta-fakta di persidangan. Terlebih bila tidak terbukti bersalah di depan pengadilan, pihaknya akan membantu. 

"Kalau dalam menurut pertimbangan, Jaksanya sesuai fakta-fakta persidangan bahwa terdakwa ini dapat dibantu dan tentunya tidak memberikan keterangan berbelit-belit dan apapun yang tertuang dalam suratnya pasti dibantu, tanpa ada embel-embel di belakangnya," pungkas Silfanus. 

Diketahui, suami Sri (Asril) yakni tersangka yang ditangkap oleh Polsek Siak Hulu, Kampar di kediamannya Jalan Pasir Putih, pada Januari 2020. Dia ditangkap diduga memiliki sabu, bahkan saat penangkapan terjadi, petugas diduga sempat memukulnya dan memberi tembakan peringatan ke atas. 

Penulis : Helmi 
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
KPKKPK Telah Minta Keterangan 63 Kepala SMP Inhu yang Ngaku Diperas Oknum Jaksa
IlustrasiAskeb PT TI Terdakwa Karhutla, Dituntut Dua Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar
IlustrasiSidang Pungli Pengurusan Paspor Akan Digelar, Diduga Libatkan Dua Oknum Imigrasi Pekanbaru
  Foto: AntaraBakal Ada Tersangka Baru, Jaksa KPK Dalami Fakta-fakta yang Terungkap di Persidangan Amril
IlustrasiOknum Kades di Kampar Terjaring OTT Satgas Pungli Polda Riau
Dosen Fakultas Hukum Universitas Riau, Erdiansyah.Halang-halangi Eksekusi, Bisa Dipidana

 
Berita Lainnya :
  • Lab Biomolekular RSUD Arifin Achmad Periksa 1.317 Sampel Per Hari
  • Penyebab Kasus Positif Corona di Indonesia Terus Meningkat
  • Deklarasi Damai, Bawaslu Rohil Tegaskan Kampanye harus Ikuti Protokol Kesehatan
  • Ternyata Kuota Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 10 Cuma untuk 116 Ribu Orang
  • Truk Tabrak Se-Keluarga Penghuni Kedai di Pelalawan, Bocah 11 Tahun Tewas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved