www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Sidang Kasus Amril Mukminin Digelar Besok, KPK Hadirkan Ketua DPRD Riau
 
Diduga Tak Bisa Berenang, Siswa SDN 007 Pangkalankerinci Tewas di Bekas Galian Lubang Pasir
Minggu, 02 Februari 2020 - 13:43:22 WIB
Lokasi korban tenggelam.
Lokasi korban tenggelam.

PELALAWAN - Diduga tak bisa berenang, seorang siswa SD 007 Pangkalankerinci berinisial MDAR (11) harus menghembuskan napas terakhirnya di kolam galian alat berat dekat Taman Bunga Selisih, Pangkalankerinci,  Sabtu (1/2/2020).

Kepsek SD 007 Pangkalankerinci, Samsidar M. Pd dikonfirmasi soal ini membenarkan adanya peristiwa tersebut, Sabtu malam (1/2/2020). Dari pesan whatsapp-nya, Kepsek SD 007 Pangkalankerinci yang akrab dipanggil  Bu Nung ini mengatakan bahwa peristiwa mengenaskan ini terjadi pada saat kegiatan Perjusami (Perkemahan Jumat-Sabtu-Minggu) yang digelar di sekolah tersebut. Dalam acara itu, ada kegiatan hiking yang mengambil lokasi di dekat Taman Bunga Selisih itu. 

"Jadi waktu itu kegiatan sudah selesai dan mau pulang sekolah, bahkan masing regu sudah siap untuk pulang tapi tiba-tiba siswa tersebut izin mau buang air besar," katanya. 

Kapolres Pelalawan AKBP Hasyim Risohandua melalui Kapolsek Pangkalankerinci, AKP Novaldi S.Sos M.Si, dikonfirmasi soal ini membenarkan adanya peristiwa siswa SDN 007 Pangkalankerinci yang tenggelam pada Sabtu kemarin (1/2/2020) di bekas galian lubang pasir di Pangkalankerinci. 

Dia menjelaskan anak berjenis kelamin laki-laki yang tinggal di Jalan Guru Ujung, Pangkalankerinci, ini pada saat peristiwa terjadi tengah mengikuti hiking atau perkemahan tiga hari Jumat hingga Minggu (Perjusami) di Pangkalan Kerinci dalam kegiatan Pramuka. Kemudian pada hari Sabtu, (1/2/2020) sekira pukul 09:00 WIB, pelajar SDN di salah satu sekolah negeri tersebut melakukan kegiatan acara hiking dalam kegiatan Perjusami  yang juga diikuti 250 orang pramuka lainnya.

Dengan rute star SDN 007 Pangkalankerinci, para pramuka menuju Jalan Pinang-Pipa Gas di Jalan Seminai dan tiba jam 11:00 WIB, waktunya berkumpul di titik kumpul kebun sawit dekat kolam bekas galian alat berat.

Kapolsek melanjutkan, sekira jam 15:00 WIB saat acara sudah selesai dan bersiap hendak pulang sekolah dilakukan pengecekan anggota pramuka, diketahui korban tidak ada kemudian dilakukan pencarian. Pihak pramuka dan sekolah meminta bantuan pihak Damkar Pelalawan pada jam 17:00 WIB. 

Setelah dilakukan pencarian dengan melibatkan pihak Damkar kemudian MDAR ditemukan tenggelam di kolam bekas galian alat berat yang dekat dengan lokasi titik kumpul.

Menurut pihak yang berwajib, diduga korban tenggelam karena tidak bisa berenang, akhirnya meninggal dunia. Tapi korban sebelumnya izin buang air besar kepada temannya.

Disinggung soal siapa pihak yang harus bertanggungjawab atas peristiwa ini, Kapolsek Novandi belum mau menjelaskan hal ini. Menurutnya, pihaknya akan mempelajari secara detail peristiwa ini dengan memanggil pihak-pihak terkait termasuk juga pemilik lahan dimana bekas galian lobang pasir itu berada. 

"Belum, Bang, kita akan pelajari terlebih dahulu peristiwa ini secara detail dan kita akan panggil semua pihak yang terkait," tukasnya. 

Penulis: Andy Indrayanto
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiKasus Karhutla PT Adei Akan Dilimpahkan ke Pengadilan
Illegal Logging. Foto: DetikAktivitas Illegal Logging Ditemukan di TNTN Pelalawan, Pelaku Melarikan Diri
Buruh bongkar muat sawit bersimbah darah usai ditembak. Foto: TribunpekanbaruGara-gara Ribut Powerbank, Buruh Ditembak Mati Toke Sawit di Pelalawan, Pelaku Masih Diburu
  Penyerahan berkas dan barang bukti perkara Karhutla dengan tersangka Koorporasi PT. ADEI Plantation And Industry dari Penyidik Tipidter Bareskrim Mabes Polri, Rabu (17/6/2020) Kejari Pelalawan Terima Pelimpahan Tahap II Kasus Karhutla PT ADEI Plantation
Saat evakuasi korban.Saat Mancing, Warga Rumbai Temukan Jasad Korban Tenggelam dalam Parit
Kebakaran di lahan PT SSS jadi pembelajaran bagi pemerintah daerah yang telah mengeluarkan izin lingkungan agar selalu mengawasi di lapangan secara periodik dan berkala.Hakim PN Pelalawan Dapat Apresiasi atas Vonis Perusahaan Pembakar Lahan, Denda Rp3,5 M Pidana Rp38 M

 
Berita Lainnya :
  • Sidang Kasus Amril Mukminin Digelar Besok, KPK Hadirkan Ketua DPRD Riau
  • LAMR Rohul dan LKA Lima Luhak Serta Tiga Kenagarian Gelar Pertemuan Terkait CSR Perusahaan
  • BLT Tahap 3 untuk Masyarakat Desa Terdampak Covid-19 di Riau Baru Disalurkan 33,88 Persen
  • Bupati Pimpin Rapat Desk Pilkada Rohul Bersama Forkompinda
  • 8 Tahun Usia RS Awal Bros Rohul, Kian Matang Layani Masyarakat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved