www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Usir Penyebaran COVID 19, Seribuan Warga Sialang Jaya dan RTB Gelar Pawai "Ratik Tulak Baluw"
 
Kakek Pembakar Lahan Dituntut 4 Tahun Penjara, Jaksa Tegaskan sudah Sesuai Undang-undang
Senin, 27/01/2020 - 13:07:26 WIB
Syafrudin, terdakwa pembakar lahan.
Syafrudin, terdakwa pembakar lahan.

PEKANBARU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru buka suara terkait pro dan kontra hukuman yang dijatuhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Syafrudin, terdakwa pembakar lahan. Menurut jaksa, tuntutan itu sudah sesuai dengan peraturan hukum.

Dalam persidangan sebelumnya, JPU menuntut  Syafrudin bersalah melakukan pembakaran lahan. Kakek berusia 69 tahun itu dituntut hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar atau subsider 6 bulan kurungan badan.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Pekanbaru, Robi Harianto, menegaskan, hukuman yang dijatuhkan kepada Syafrudin sesuai  dengan undang-undang dan fakta di lapangan. Syafrudin terbukti melanggar Pasal 98 Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Pasal 98, ancaman hukumannya minimal 3 tahun penjara dan maksimal 10 tahun penjara. Kalau denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. Ini sesuai undang-undang," ujar Robi, Minggu (26/1/2020).

Di persidangan, terdakwa yang merupakan warga Jalan Yos Sudarso Kilometer 17, Kecamatan Rumbai, mengakui kalau sengaja membakar lahan dan bukan kelalaian. "Dari awal (di penyidik) tidak ada pasal mengenai kelalaian, kalau kelalaian bisa dituntut 1 tahun," tegas Robi.

Berdasarkan dakwaan JPU, kata Robi, lahan yang dibakar bukan milik Syafrudin tapi milik orang lain yang dikelolanya dan pemilik sudah mengingatkan agar lahan tidak dibakar. Luas lahan yang dibakar juga bukan 20 x 20 meter persegi.

Dijelaskan Robi, hasil pengukuran ahli Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pekanbaru, luas lahan yang terbakar sekitar 1.080 meter. "Awalnya dibakar 20x20 meter, menyebar menjadi 1.078 meter persegi," jelas Robi.

Robi juga menyebutkan terkait ketidakhadiran saksi ahli di persidangan bukan karena disengaja. Keterangan yang diberikan saksi dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sudah bisa mewakili karena saat diperiksa saksi ahli telah disumpah.

"Ahli lingkungan saat itu tidak bisa hadir di persidangan, karena sedang berada di luar negeri. Karena disumpah, keterangannya itu sama (dalam BAP). Tapikan ada ahli dari BPN, lalu hasil Lab (laboratorium) juga," terang Robi.

Robi juga menanggapi pernyataan kuasa hukum terdakwa yang mengatakan bahwa dakwaan yang disusun oleh JPU tidak sesuai fakta. "Di awalkan sudah ada eksepsi (tanggapan terdakwa atas dakwaan JPU) tapi nyatanya eksepsinya ditolak, perkara dilanjutkan. Buktinya proses hukum tetap berjalan. Dari pemeriksaan saksi, ahli, dan terdakwa," tutup Robi.

Penulis : Linda Novia
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Imannuel MP SiraitIni Kata Humas PN Rengat Terkait Larangan Mendokumentasi Proses Sidang
Kolase tersangka, barang bukti, dan saat penangkapan oleh aparat.Sebabkan Karhutla 10 Ha di Siak Kecil, Tersangka Ditangkap di Sumut
Kapolsek Rumbai Iptu Viola (kiri) bersama unit Reskrim memasang garis polisi usai melakukan pemadaman di lokasi kebakaran lahan di Pekanbaru, Riau, Kamis (27/2/2020). Foto: AntaraTersangka Karhutla di Riau Bertambah Jadi 21 Orang
  Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol SunartoKasus Karhutla di Riau Naik Jadi 39, Tersangka 46 Orang
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto Awal Maret, Jumlah Kasus Karhutla di Riau Naik 31 LP dengan 37 Tersangka Perorangan
Suasana sidang usai putusan bebas terdakwa Syarifudin.Hakim PN Pekanbaru Vonis Bebas Syarifudin Terdakwa Kasus Karhutla

 
Berita Lainnya :
  • Usir Penyebaran COVID 19, Seribuan Warga Sialang Jaya dan RTB Gelar Pawai "Ratik Tulak Baluw"
  • Selain APD, Legislatif Pekanbaru Minta Pemerintah Perhatikan Gizi Tenaga Medis
  • Ini Catatan Legislatif yang Harus Dilakuka Pemko Pekanbaru Jika Terapkan Lockdown
  • Lagi, 64 TKI Dipulangkan dari Malaysia Melalui Dumai
  • Teknologi Hybrid, Dispenser Masa Kini untuk Tangkal Penyakit
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved