www.halloriau.com

Hukrim
BREAKING NEWS :
Pjs Bupati Rohul Sampaikan Sosialisasi dan Edukasi Melalui RSLL
 
Bakar Lahan 20x20 Meter, Petani Riau Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp 3 Miliar
Kamis, 23 Januari 2020 - 10:40:34 WIB
Terdakwa kebakaran lahan yang merupakan petani kecil dan membersihkan lahan sesuai kearifan lokal jalani sidang di Pekanbaru. FOTO: Liputan6.
Terdakwa kebakaran lahan yang merupakan petani kecil dan membersihkan lahan sesuai kearifan lokal jalani sidang di Pekanbaru. FOTO: Liputan6.

PEKANBARU - Wajah Syafrudin terlihat sendu. Pria berusia 69 tahun itu harus menghadapi tuntutan 4 tahun penjara karena dia telah membakar lahan seluas 20x20 meter untuk bercocok tanam.

Tidak hanya penjara, ayah dari 6 orang anak, di mana dua di antaranya berkebutuhan khusus ini juga dituntut membayar denda. Jumlahnya pun sangat jauh dari kemampuan ekonominya yakni Rp 3 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Untuk meringankan hukuman itu, Syafrudin mengajukan pembelaan atau pledoi, Selasa (21/1/2020) petang. Namun karena tidak bisa membaca dia mewakilkan pembacaan pledoi kepada penasehat hukumnya, Andi Wijaya.

Ada poin penting yang disampaikan dalam pledoi kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru yang diketuai Sorta Ria Neva. "Terdakwa adalah petani, bukan penjahat lingkungan hidup," kata Andi Wijaya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Syafrudin melanggar Pasal 108 Jo Pasal 69 huruf h dan  Pasal 98 ayat (1) UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Tuntutan JPU ragu-ragu dan tidak memperhatikan fakta di persidangan.

"Terdakwa  mengelola lahan, bukan membuka lahan dengan cara membakar dan pembakaran yang dilakukannya juga melihat kearifan lokal. Api tidak menyebar karena adanya sekat bakar dan yang dibakar di bawah 2 hektar yaitu 400 m2”, terang Andi Wijaya.

Bukti yang disampaikan JPU juga sangat lemah dan tidak punya nilai pembuktian. JPU tidak pernah menunjukkan di persidangan hasil laboratorium dan tidak diperkuat oleh keterangan ahli.

Dia meminta majelis hakim menolak alat bukti surat  karena bertentangan dengan Surat Keputusan Mahkamah Agung (SKMA) No. 36/KMA/SK/II/2013 tentang Pemberlakuan Pedoman Penanganan Perkara Lingkungan hidup dan Pasal 186 KUHAP, “ tegas Andi Wijaya.

"Terdakwa tidak terbukti telah melakukan perbuatan yang menyebabkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku mutu kerusakan lingkungan hidup sesuai pasal yang dituntut oleh JPU," tegas Andi Wijaya.

Syafrudin merupakan petani dengan menanam tanaman palawija. Dia ditangkap tanggal 17 Maret 2019 dan didakwa melakukan pembakaran lahan seluas 400 meter.

"Dalam penegakan hukum kebakaran hutan dan lahan seharusnya penegak hukum lebih serius pada kebakaran yang dilakukan korporasi dengan skala lahan lebih dari 2 hektare dan bukan petani kecil. Jangan hukum tajam ke bawah," tutur Andi Wijaya.

Andi Wijaya menyebutkan, terdakwa membakar lahan hanya untuk bercocok tanam yang hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Setelah dia ditangkap, tanggung jawab menafkahi keluarga dibebankan kepada istrinya.

Andi Wijaya meminta majelis hakim membebaskan Syafrudin dari semua dakwaan jaksa. "Setidaknya menjatuhkan hukuman seadil-adilnya," pinta Andi Wijaya.

Sidang selanjutnya beragendakan pembacaan replik atau jawaban JPU terhadap pledoi yang disampaikan terdakwa. Sidang ditunda pada Selasa (28/1/2020) mendatang.

Penulis : Linda Novia
Editor : Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto.Hingga HUT ke-75 RI, Kasus Karhutla di Riau sudah 55 LP dengan 63 Tersangka, PT BMI sedang Disorot
Direktur PT Adei Goh Keng Ee menjalani sidang kasus karhutla PT Adei. Foto: RiauposPerkara Karhutla Dilanjutkan, Hakim Tolak Eksepsi PT Adei
Ilustrasi.Rustam Terbukti Tidak Membuka Lahan dengan Membakar
  Kajari Pelalawan Nophy T Suoth SH MH menerima uang pidana tambahan kerusakan dampak Karhutla PT Adei. Foto: RiauposKejari Pelalawan Eksekusi Uang Perbaikan Kerusakan Karhutla dari PT Adei Rp15 Miliar
Sidang perkara Karhutla PT Adei Plantation digelar di Pengadilan Negeri Pelalawan, Rabu (15/7/2020) dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pelalawan. FOTO: TribunPT Adei Plantation Didakwa Sengaja dan Lalai dalam Sidang Perkara Karhutla 2019
Massa unjuk rasa di Kejati Riau minta Rustam dibebaskan.Mahasiswa dan Pelajar Meranti Demo Minta Kejati Riau Bebaskan Rustam, Tersangka Karhutla

 
Berita Lainnya :
  • Pjs Bupati Rohul Sampaikan Sosialisasi dan Edukasi Melalui RSLL
  • Pjs Bupati Rohil Puji Ketegasan Satgas Covid-19 dalam Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan
  • PGN Jaga Kinerja Operasional Positif Selama Masa Covid-19
  • Program Polri Peduli, Kapolres Inhu Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Batang Cenaku
  • Total Pasien Positif Hampir 8.000, Berikut Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19 di Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved