www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Salurkan 126 Peralatan Kebersihan, Pertamina Ajak Masyarakat Dumai Perangi Corona
 
Tersangka Suap PAW Harun Masiku Sudah di Luar Negeri, KPK: Kemungkinan Masuk DPO
Senin, 13/01/2020 - 12:48:10 WIB
KPK
KPK

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menyatakan kader PDIP Harun Masiku (HAR), tersangka kasus suap terkait proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI terpilih dari Fraksi PDIP periode 2019-2024 sudah berada di luar negeri.

"Dengan imigrasi kami sudah koordinasi. Informasi yang kami terima malah memang sejak sebelum adanya tangkap tangan, yang bersangkutan memang sedang di luar negeri," ucap Ghufron di Jakarta, Senin (13/1/2020) dikutip dari Antara.

Namun, lanjut dia, KPK membuka kemungkinan untuk memasukkan Harun dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) jika yang bersangkutan tidak segera menyerahkan diri ke KPK.

"Siang ini kami koordinasi dengan Menkumham untuk itu. Kami telah mengimbau kepada yang bersangkutan untuk segera menghadap ke KPK. Kalaupun tidak, nanti kita akan tetap cari dan kita masukkan dalam DPO," ungkap Ghufron.

Sementara itu, Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Ahmad Nursaleh menyatakan bahwa memang belum ada permintaan pelarangan ke luar negeri terhadap Harun.

"Belum ada," ucap dia.

KPK pada Kamis (9/1) telah mengumumkan empat tersangka terkait tindak pidana korupsi suap penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024. Sebagai penerima, yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan (WSE) dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Sedangkan sebagai pemberi Harun Masiku dan Saeful (SAE) dari unsur swasta atau staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Diketahui, Wahyu meminta dana operasional Rp900 juta untuk membantu Harun menjadi anggota DPR RI dapil Sumatera Selatan I menggantikan caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP dapil Sumatera Selatan I Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, Wahyu hanya menerima Rp600 juta. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiPemberian Asimilasi dan Integrasi untuk Napi Tidak untuk Kasus Korupsi
Sidang pembacaan putusan hakim yang menolak permohonan praperadilan Plt Bupati Bengkalis Muhammad.Upaya Plt Bupati Bengkalis Lepas dari Status Tersangka Mental Usai Hakim Tolak Praperadilan
Gedung KPK.KPK Periksa Pengusaha Kaya di Pekanbaru​ Terkait Kasus Dugaan Suap Proyek Jalan di Bengkalis
  Kepala Kejari Kuansing Hadiman SH, MH (empat dari kiri) memimpin ekspos penetapan tersangka dugaan korupsi Barang dan Jasa di Setda Pemkab Kuansing. Kejari Tetapkan 5 Tersangka Kasus Korupsi di Setda Pemkab Kuansing
IlustrasiPengusaha Pekanbaru DH Tak Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Suap
Gedung KPK.Soal Dugaan Korupsi Jalan, Eks Ajudan Bupati Bengkalis Diperiksa KPK

 
Berita Lainnya :
  • Salurkan 126 Peralatan Kebersihan, Pertamina Ajak Masyarakat Dumai Perangi Corona
  • Disperindag Pekanbaru Bakal Tindak Pasar Ilegal yang Beroperasi saat Ancaman Virus Corona
  • BPS Sebut Nilai Ekspor Riau Februari 2020 Naik 4,28 Persen
  • Kontrak 10 Dokter, Pemkab Kepulauan Meranti Bangun Rumah Sakit Darurat Corona
  • Pemko Pekanbaru Diminta Tertibkan Warnet dan Warung Coffee yang Nekat Buka di Tengah Covid-19
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved