www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Mengganggu, Walikota Minta Kontraktor Selesaikan Proyek IPAL
 
DLHK Riau Tidak Tutup Kemungkinan Lanjutkan Kasus Ayah Reynhard Sinaga
Sabtu, 11/01/2020 - 08:22:36 WIB
Reynhard Sinaga dan ayahnya.
Reynhard Sinaga dan ayahnya.

PEKANBARU - Saibun Sinaga, ayah kandung Reynhard Sinaga terbukti memerkosa 48 pria di Manchester, Inggris, ternyata memiliki jejak kelam di Riau. 

Saibun Sinaga, konglomerat kebun sawit dan properti, terjerat kasus perusakan hutan di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. 

Ia merambah Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Desa Siambul, Kecamatan Batang Gangsal, Indragiri Hulu, Riau, seluas 288 Hektare yang disulap menjadi kebun kelapa sawit pada tahun 2012 silam. 

Perkara itu ditangani Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau pada 2017 silam. Dalam perkara tersebut, DLHK Riau telah menetapkan seorang tersangka, Martua Sinaga, karyawan PT Ronatama. 

Saibun memerintahkan Martua Sinaga sebagai asisten kebun di perusahaan miliknya, PT Ronatama Agro Migas. 

Martua telah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Indragiri Hulu selama 3 tahun 8 bulan kurungan penjara dan denda Rp 2 miliar, dengan subsidair 2 bulan pidana kurungan. 

Sementara Saibun, selaku bos Ronatama, tak pernah sekalipun memenuhi panggilan penyidik. Padahal, jaksa dalam petunjuknya sempat meminta agar Saibun diperiksa. Namun, Saibun selalu berkilah. 

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) DLHK Riau, Agus, saat dikonfirmasi Selasar Riau mengatakan, Saibun melalui kuasa hukumnya menuturkan bahwa Ia sedang berada di luar negeri. 

DLHK, yang dikejar tenggat waktu untuk segera merampungkan penyidikan, pun menetapkan status DPO. 

"Kita terbitkan DPO untuk melengkapi berkas. Tapi, belum tersangka. Masih saksi," ungkap Agus. 

Sampai saat ini, status DPO itu belum juga dicabut oleh DLHK. Untuk itu, Agus mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan melanjutkan proses hukum terhadap Saibun. 

Namun, tuturnya, perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan untuk menentukan langkah selanjutnya. 

"Kami koordinasikan dulu dengan pimpinan," ujarnya. 

Sementara itu, dalam berkas putusan diterima Selasar, terungkap jika Saibun memerintahkan Martua Sinaga, anak dari Kadir Sinaga, terdakwa dalam kasus perambahan hutan seluas sekitar 288 Hektare (Ha), untuk merambah Hutan Produksi Terbatas (HPT) Batang Gangsal. 

HPT yang dirambah tersebut, seperti tertulis dalam salinan putusan yang diperoleh Selasar Riau, berada di Desa Siambul, Kecamatan Batang Gangsal, Indragiri Hulu, Riau. 

"Saibun memerintahkan kepada Martua Sinaga, anak dari Kadir Sinaga, untuk membuka lahan seluas sekitar 288 Hektare dan ditanami kelapa sawit," seperti tertulis dalam putusan di tingkat banding itu. 

Selama persidangan berlangsung, baik di Pengadilan Negeri (PN) Rengat, Inhu, hingga Mahkamah Agung (MA), Saibun Sinaga sama sekali belum pernah dihadirkan di persidangan. 

Dalam putusan tersebut, juga dilampirkan alat bukti berupa dua lembar bukti setoran tunai a.n. Saibun Sinaga melalui Bank BNI 46 Cabang Rengat dengan penyetor Martua Sinaga. 

Agus juga mengkonfirmasi kepada kontributor Selasar Riau, bahwa hingga saat ini Saibun Sinaga masih berstatus DPO atau buronan.

"Hingga sekarang Saibun Sinaga masih berstatus DPO atau buronan. Putusan PN Rengat juga tidak menjelaskan mendindaklanjuti pemeriksaan Saibun Sinaga," kata Agus.(*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ekspos tangkapan sabu dan tersangka.Polda Riau Tunggu Hasil Lab Kepastian Paket Diduga Heroin yang Ditangkap Bersama Sabu 3 Kg
Barang bukti yang disita.BNN Riau Gerebek Rumah Kontrakan di Jalan Tiung Pekanbaru; 3,5 Kg Sabu dan Ribuan Inek Disita
Dua orang pengedar sabu sindikat jaringan internasional diciduk polisi.Saat di Jalan Lintas, Polda Riau Gagalkan 3 Kg Sabu Masuk ke Pekanbaru
  Sardiono.Anggota DPRD Riau, Politisi PPP Asal Kuansing Diklarifikasi Kejati Riau
Terdakwa kebakaran lahan yang merupakan petani kecil dan membersihkan lahan sesuai kearifan lokal jalani sidang di Pekanbaru. FOTO: Liputan6.Bakar Lahan 20x20 Meter, Petani Riau Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp 3 Miliar
Zulhas.KPK segera Panggil Ulang Zulkifli Hasan Terkait Kasus Alih Fungsi Hutan Riau

 
Berita Lainnya :
  • Mengganggu, Walikota Minta Kontraktor Selesaikan Proyek IPAL
  • Kadisparpora Meranti: Jika Ada Masalah Itu Bukan Tanggungjawab Dinas
  • Awal Pekan, Hujan Disertai Petir Bakal Guyur Riau
  • Batak, DPO Bandar Narkoba 19 Kg Sabu Diamankan
  • Buat yang Jera Jadi 'Pelakor, Lima Cara Move On Setelah Jadi Selingkuhan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved