www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Pemilik Kayu Illog 20 Ton Masih DPO, Sewa Kapal Pompong Milik Warga
 
Dua Kali Antar Sabu, Polisi Tembak Pengendali Narkoba, Diduga Dibawa dari Malaysia
Kamis, 09/01/2020 - 15:57:58 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

PEKANBARU - Aparat kepolisian dari Polda Riau terpaksa menembak pengendali Narkoba di Pekanbaru yang sudah dua kali antar sabu-sabu ke Sumut dan satu kali ke Pekanbaru.

Sempat dirawat, akhirnya tersangka tewas di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru dan ini menambah kasus Narkoba di Riau yang tersangkanya tewas ditembak polisi.

Barang yang diambil tersangka di Dumai kemudian diantar ke Sumut dan Pekanbaru diduga berasal dari Malaysia.

Kasus Narkoba di Riau terus bertambah, kali ini jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu senilai belasan miliar rupiah di Kota Pekanbaru.

Dua orang tersangka pengendali Narkoba antar provinsi diamankan dalam pengungkapan ini, mereka masing-masing bernama Susanto (41) dan Ariyanto (42).

Kedua pelaku merupakan warga asal Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang membawa narkotika jenis sabu-sabu seharga miliaran rupiah.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Suhirman menjelaskan, pengungkapan ini merupakan keberhasilan pihaknya, bekerjasama Polda Metro Jaya.

"Penangkapan dilakukan pada Kamis 26 Desember 2019 pagi. Lokasinya di daerah Tenayan Raya, Kota Pekanbaru," jelas Suhirman saat memimpin ekspos kasus, Kamis (9/1/2020) dikutip dari Tribunpekanbaru.

Dia membeberkan rangkaian pengungkapan kasus ini.

Sehari sebelumnya, pihaknya menerima informasi jika ada dua orang target yang berangkat dari Langkat, Sumut ke Kota Dumai.

Diterangkan Suhirman, keduanya berangkat dengan menggunakan sepeda motor.

Mereka disuruh oleh seseorang untuk melakukan serah terima sabu-sabu di daerah Pelintung, Kota Dumai.

"Setelah serah terima barang, mereka selanjutnya berangkat ke Pekanbaru," ucap Suhirman.

Tanpa buang waktu dipaparkan Suhirman, pada pagi hari, ditanggal 26 Desember 2019 itu jajarannya langsung melakukan penyelidikan.

Setelah diketahui keberadaan keduanya, yakni di Tenayan Raya, tim pun menangkap mereka.

"Saat itu tersangka A (Ariyanto) berada di atas motor, berikut barang bukti sabu. Sedangkan tersangka S (Susanto) sedang menghubungi seseorang yang akan mengambil barang (Narkoba)," ungkapnya.

"Namun ketika tersangka A sudah kita tangkap, tersangka S mencoba melarikan diri sambil membawa sebagian barang bukti Narkoba, sehingga dilakukan penembakan, dan kedua tersangka berhasil diamankan," sambungnya.

Diungkapkan mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Babel ini, tersangka Ariyanto dibawa ke Kantor Direktorat Narkoba Polda Riau.

Sedangkan tersangka Susanto yang mengalami luka tembak dibagian pinggang bawah, dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Riau.

Sehari sebelumnya, pihaknya menerima informasi jika ada dua orang target yang berangkat dari Langkat, Sumut ke Kota Dumai.

Diterangkan Suhirman, keduanya berangkat dengan menggunakan sepeda motor.

Mereka disuruh oleh seseorang untuk melakukan serah terima sabu-sabu di daerah Pelintung, Kota Dumai.

"Setelah serah terima barang, mereka selanjutnya berangkat ke Pekanbaru," ucap Suhirman.

Tanpa buang waktu dipaparkan Suhirman, pada pagi hari, ditanggal 26 Desember 2019 itu jajarannya langsung melakukan penyelidikan.

Setelah diketahui keberadaan keduanya, yakni di Tenayan Raya, tim pun menangkap mereka.

"Saat itu tersangka A (Ariyanto) berada di atas motor, berikut barang bukti sabu. Sedangkan tersangka S (Susanto) sedang menghubungi seseorang yang akan mengambil barang (Narkoba)," ungkapnya.

"Namun ketika tersangka A sudah kita tangkap, tersangka S mencoba melarikan diri sambil membawa sebagian barang bukti Narkoba, sehingga dilakukan penembakan, dan kedua tersangka berhasil diamankan," sambungnya.

Diungkapkan mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Babel ini, tersangka Ariyanto dibawa ke Kantor Direktorat Narkoba Polda Riau.

Sedangkan tersangka Susanto yang mengalami luka tembak dibagian pinggang bawah, dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Riau.

Dia menegaskan, sebelum ditembak, pihaknya sudah memberikan peringatan dengan tiga kali tembakan ke udara.

Namun ternyata tersangka Susanto tetap tidak mengindahkan petugas.

"Namun pada Minggu, tanggal 5 Januari 2020 kemarin, tersangka S meninggal dunia," ucap Perwira berpangkat melati tiga ini lagi.

Diterangkan Suhirman, dari hasil pendalaman terungkap, jika tersangka Susanto merupakan pengendali utama Narkoba.

Sedangkan rekannya tersangka Ariyanto, perannya ikut diajak oleh tersangka Susanto untuk membawa Narkoba.

Tersangka Ariyanto diberi upah Rp 25 juta untuk sekali perjalanan membawa barang haram itu oleh tersangka Susanto.

"Jumlah total barang bukti yang berhasil kita sita yakni 10 bungkus sabu, dengan kemasan Teh Cina yang diperkirakan beratnya 10 kg. Ada juga 1 paket sabu dikantong tersangka S," urai Suhirman.

Berdasarkan keterangan dari tersangka disebutkan Suhirman, mereka sudah 3 kali menggendong (membawa) barang dari Kota Dumai dalam jumlah besar.

Diantaranya dua kali dari Dumai ke Medan dan yang ketiga dari Dumai tujuan Pekanbaru.

"Yang ketiga, ini yang berhasil kita ungkap. Pekanbaru hanya tempat transit, untuk diedarkan ke daerah lainnya. Belum tahu juga siapa yang menerima selanjutnya, karena keburu ditangkap. Ini yang masih kita dalami," ungkap Suhirman.

Kuat dugaan, barang haram ini berasal dari Negeri Jiran Malaysia.

Jaringannya menerapkan pola terputus.

Antara pengantar dan penerima barang, tidak saling kenal dan hanya berkomunikasi lewat sambungan telfon.

Dia menambahkan, barang bukti yang diamankan, sudah dicek di laboratorium.

Hasilnya positif sabu-sabu.

"Kita harap setelah ini, penyalahguna atau masuknya Narkoba ke Riau bisa diminimalisir," pungkasnya.

Sementara itu, untuk barang bukti narkotika jenis sabu-sabu yang sudah disita, dimusnahkan dengan cara dilarutkan dengan air di dalam wadah ember besar.

Selain itu, ditambahkan juga cairan pembersih lantai ke dalam larutan tersebut.

Setelah itu, cairan Narkoba dibuang ke parit. (*)




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Hj Umi Kalsum saat memusnahkan barang bukti narkoba dengan cara memblender.Polres Bengkalis Musnahkan 17,554 Kg Sabu dan 9.798 Butir Ekstasi
Pelaku saat diamankan ke Polsek Kelayang.Sempat Kabur, Pria Pemilik Sabu Akhirnya Digelandang ke Polsek Kelayang
Barang bukti yang diamankan.Lanal Dumai Gagalkan Penyelundupan 11,6 Kg Sabu dan 63 Ribu Butir Pil Ekstasi
  Perwakilan korban melapor ke Polda Riau.Ribuan Korban di Kampar Diduga Ditipu Investasi Bodong Sapi Perah, Desak Polda Riau Beri Tindakan
Dua tersangka yang berhasil diamankan.Tengah Asik Pakai Sabu, Dua Pria di Lubuk Batu Jaya Inhu Diciduk Polisi
IlustrasiPolres Kampar Tangkap Pengedar Narkoba, Seorang DJ Diskotek Pekanbaru Turut Diamankan

 
Berita Lainnya :
  • Pemilik Kayu Illog 20 Ton Masih DPO, Sewa Kapal Pompong Milik Warga
  • Izin Kadaluarsa, Satpol PP Meranti Akan Langsung Segel Panglong Arang
  • Warga Minta Dibangun Turap, Sukarmis: Siapkan Proposalnya, Nanti Akan Diupayakan
  • Polda Riau Gagalkan Kayu Illog 20 Ton yang Akan Dibawa ke Bengkalis
  • Polda Riau Kirim Relawan ke Lokasi Karhutla di Pulau Rupat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved