www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
DPRD Siak Minta Evaluasi Program Tour de Kampung
 
Ngeri! di Kota Pekanbaru Paling Banyak Anak-anak Jadi Korban Kekerasan Seksual
Jumat, 03 Januari 2020 - 16:45:58 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Jumlah korban kekerasan seksual sejak tahun 2019 mengalami peningkatan 92 persen dibanding tahun sebelumnya. Mirisnya, kasus ini justru dialami pada anak di bawah umur dengan total 282 orang, yang menyebar di beberapa daerah di Provinsi Riau.

Data yang didapatkan dari Biddokes Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, korban seksual yang paling banyak dialami anak umur 18 tahun ke bawah, jumlahnya 256 orang. Sementara korban di atas 18 tahun hanya 26 orang. Untuk daerah paling tinggi yakni di Kota Pekanbaru.

Kabid Dokkes Polda Riau, Kombespol dr Adang Azhar, melalui Kasubbid Yanmend Dokpol Polda Riau, Kompol Supriyanto, Jumat (3/1/2020) sore, mengatakan kasus itu terbagi dalam tiga kategori dengan jumlah kasus paling terbesar ditempati Kota Pekanbaru.

"Kasus terbesar Kota Pekanbaru dengan jumlahnya 170 kasus, disusul Dumai sebanyak 63 kasus, Kampar 45 kasus, Kepulauan Meranti 2 kasus. Untuk Siak dan Inhil masing-masing 1 kasus," ujar Supriyanto kepada halloriau.com.

Menurut dia, kasus itu dibagi dalam kategori cabul menduduki rangking teratas dengan 266 orang, lalu perzinaan dan perkosaan. Jumlah ini, kata Supriyanto didominasi lebih banyak pada kaum perempuan sebanyak 273. Untuk laki-laki hanya ada 9 orang.

"Untuk data ini, sesuai permintaan dari enam kabupaten yang ada di Riau yang totalnya 282 orang, sedangkan sebelumnya hanya 190 orang. Artinya daerah lain bukan berarti tidak ada, tapi bisa saja telah diperiksa pada rumah sakit setempat," terang Supriyanto.

Sementara itu, terhadap para pelakunya sendiri, menurut Supriyanto merupakan orang-orangnya terdekat korban. Diantaranya, pihak keluarga, teman, tetangga. Untuk jumlah paling terbanyak ditempati kategori teman dengan angkat 98 orang.

"Untuk motif pelakunya sendiri, cuma ada pada penyidik yang berwenang mengetahuinya. Data yang ada pada Biddokes, hanya sebatas mengungkap dan memastikan adanya tindakan kekerasan sesuai keterangan korban," tegas Supriyanto.

Penulis : Helmi
Editor : Yusni Fatimah





Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiIbu dan Anak Ditemukan Tewas Mengenaskan dengan Luka Tusuk di Kepala
Warga Jalan Anggur Kota Dumai dihebohkan penemuan mayat laki-lakiĀ  tergeletak di depan rumah kosnya.Duda Anak Satu di Dumai Ditemukan Tergeletak Tidak Bernyawa di Depan Kosnya
IlustrasiDi Bawah Ancaman Pisau, Empat Anak Ini Dipaksa Lakukan Oral Seks
  Pelaku dan barang bukti yang berhasil diamankan Polres Inhu.Pernah Jadi Residivis Perdagangan Anak, Pria di Inhu Ini Diciduk Polisi saat Bungkus Sabu
IlustrasiKasus Pengeroyokan Diduga Dilakukan Anak Bupati Rohil Masuk Tahap II, Tunggu Persidangan
IlustrasiTersangka Pembunuh Anak Kandung di Pekanbaru karena Dapat Bisikan Gaib Dibawa ke RS Jiwa

 
Berita Lainnya :
  • DPRD Siak Minta Evaluasi Program Tour de Kampung
  • Apel Pagi Pemkab Kepulauan Meranti Sudah Sesuai Protokol Kesehatan
  • PSBB, Akses Menuju Wisata Pantai Selatbaru Ditutup
  • Seluruh Anggota Dewan di Siak Diajak Pantau Data Penerima Bantuan Terdampak Covid-19
  • Fasilitas di Ruang Isolasi BLK Meranti Tidak Memadai, Ini Kata Jubir Gugus Tugas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved