www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Idul Adha, PB GNP Covid 19 bersama DPP Santri Tani Indonesia Sembelih 11 Ekor Sapi
 
Miris, Guru PPKn Cabuli 18 Siswa Laki-laki di Sekolahnya, Modus untuk Penelitian
Sabtu, 07 Desember 2019 - 20:02:22 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Polres Malang menangkap seorang oknum guru honorer karena diduga mencabuli 18 siswa laki-laki. Oknum itu merupakan salah satu guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan Unit Satreskrim Polres Malang menangkap oknum guru berinisial CH pada Jumat (6/11) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

"Tersangka diamankan dan diserahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan. Korban ada sebanyak 18 siswa laki-laki, dan diduga jumlah korban akan bertambah," kata Ujung, di Polres Malang, Kabupaten Malang, dikutip Antara, Sabtu (7/12).

Tersangka juga diduga memalsukan ijazah pada saat melamar menjadi guru SMP di sekolah tempatnya mengajar.

Ujung menjelaskan modus yang digunakan pelaku untuk mencabuli korban melalui berbagai rangkaian kebohongan. Para korban dibujuk agar bersedia dijadikan relawan untuk penelitian disertasi S3 tersangka.

Dengan hasutan tersangka tersebut, lanjut Ujung, para korban menyatakan bersedia melakukan apa yang diminta tersangka. Sebelum mencabuli korban, tersangka menyuruh korban untuk bersumpah supaya tidak menceritakan perbuatannya kepada orang lain.

"Perbuatan tersangka dilakukan terhadap 18 orang siswa, dalam waktu yang berbeda-beda," kata Ujung dikutip dari CNNIndonesia.

Tersangka mengajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dan sekaligus guru Bimbingan Konseling (BK).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari tersangka, kata Ujung, ia pertama kali melakukan tindakan cabul tersebut pada 2017. Saat itu, korban pertama tersangka yang terjerat tipu muslihat CH adalah siswanya berinisial FL.

Tersangka melakukan perbuatan cabul tersebut terhadap 18 murid laki-laki tersebut, pada waktu yang berbeda-beda. Biasanya, perbuatan cabul tersangka itu dilakukan ketika situasi lingkungan sekolah sepi atau pada saat pulang sekolah.

Ujung menambahkan, tersangka melakukan perbuatan tersebut terakhir kali pada Oktober 2019, terhadap korban AS. Atas peristiwa tersebut, salah satu korban akhirnya memberanikan diri untuk bercerita kepada salah seorang guru mereka.

"Hal tersebut membuat korban-korban lain berani menceritakan perbuatan tersangka," ujar Ujung.

Polisi mengamankan barang bukti berupa satu lembar Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah tentang pengangkatan tersangka sebagai guru honorer, dan satu pasang seragam sekolah milik salah satu korban.

Tersangka dijerat dengan pasal 82 ayat 1 dan 2, Jo pasal 76 E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Terkait dugaan memalsukan ijazah, tersangka pun diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun, dan denda sebesar Rp15 miliar. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiTak Punya Uang untuk Beli Kuota Internet dan Kebutuhan Hidup, Siswi SMP Jual Diri Online
IlustrasiDikira Menstruasi, Ternyata Siswi SMP Ini Habis Melahirkan dan Buang Bayinya, Mengaku Dihamili Paman
TKP tempat pelaku IL menganiaya bocah 4 tahun, dengan menyayat bagian leher korban, kini kasusnya tengah dalam proses penyelidikan kepolisian.Pelajar SMP di Rohul Aniaya Balita 4 Tahun, Kasusnya Masih dalam Proses Penyelidikan Polisi
  IlustrasiBejat, Saat Orang Tua Ibadah Kebaktian Pemuda di Pekanbaru Cabuli Balita 4 Tahun
IlustrasiPemuda Ini Cabuli 10 Gadis di Bawah Umur, Seorang Korban Hamil dan Aborsi
SMPN 07 PekanbaruDiduga Tersambar Petir, Gedung SMPN 07 Pekanbaru Diamuk Si Jago Merah

 
Berita Lainnya :
  • Idul Adha, PB GNP Covid 19 bersama DPP Santri Tani Indonesia Sembelih 11 Ekor Sapi
  • Pandemi Covid-19, Kunjungan Wisata Religi Masjid Agung Islamic Centre Juli 2020 Capai 52.407 Orang
  • LAMR Riau Anugerahi Gelar Adat Istimewa pada Arifin Achmad
  • Disorot KPK, Pemprov Riau Akan Evaluasi Penggunaan Anggaran Covid-19 Riau Rp400 Miliar
  • Bawaslu Meranti Temukan Ribuan Pemilih Tak Penuhi Syarat Terdaftar di Data Pemilih
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved