www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Banjir Bandang di Luwu Utara, XL Axiata Pastikan Jaringan Aman dan Siap Salurkan Bantuan
 
Ratusan Warga Kabun Bentang Spanduk Ultimatum PT PEU Patuhi SK Kemenhut RI 2013
Selasa, 03 Desember 2019 - 17:00:46 WIB
 Warga Desa Kabun Kecamata Kabun, gelar aksi pajang sepanduk sebagai ultimatum ke pihak PT Padasa Enam Utama, agar menyerahkan konversi lahan 20 persen ke masyarakat.
Warga Desa Kabun Kecamata Kabun, gelar aksi pajang sepanduk sebagai ultimatum ke pihak PT Padasa Enam Utama, agar menyerahkan konversi lahan 20 persen ke masyarakat.

KABUN - Ratusan warga Desa Kabun yang tergabung dalam Koptan Kabun Tuah Bersama, Kecamatan Kabun, Rohul, Senin (2/12/2019) hingga Selasa (3/12/2019), gelar aksi pajang spanduk yang memberi ultimatum kepada pihak PT Padasa Enam Utama (PEU), agar penuhi tuntutan masyarakat.

Dimana sebelumnya, 311 masyarakat Desa Kabun Kecamatan Kabun mewakili 980 Kepala Keluarga (KK), telah mengajukan gugatan perdata PT Padasa Enam Utama ke Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pangaraian, terkait konversi 20 persen lahan kawasan hutan produksi yang belum direalisasikan perusahaan.

Aksi warga tersebut mendapat dukungan Kades Kabun, Amri. Kade berharap, perusahaan agar menghargai upaya mediasi jilid 2 yang dilakukan PN Pasir Pangaraian atas gugatan perdata masyarakat terhadap pihak PT PEU.

Aladin selaku Korlap yang mendapingi masyarakat saat ajukan gugatan perdata ke PN Pasir Pangaraian, hingga mediasi jilid 2 menyatakan, aksi pajang sepanduk yang dilakukan warga sebagai bentuk ultimatum ke perusahaan agar menjalankan apa yang sudah diatur dalam SK Kemenhut RI 2013.

"Intinya masyarakat menuntut diserahkannya konversi 20 persen lahan kawasan hutan produksi yang belum direalisasikan perusahaan ke masyarakat. Aksi itu untuk berikan ultimatum ke prusahaanan," kata Aladin.

Bahkan Aladin menyatakan, masyarakat mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi Jika perusahaan tidak merespon atau tidak memberikan keputusan yg di kehendaki sesuau SK Kemenhut RI 2013 tersebut.

"Bila perusahaan tetap tidak menyerahkan lahan konversi sekitar 667,8 hektar ke masyarakat, masyarakat Desa Kabun akan memblokir akses jalan menuju ke perusahaan," kata Aladin sesuai tuntutan warga.

"Bukan hanya blokir jalan menuju perusahaan, masyarakat Kabun juga akan menduduki dan meyegel kantor kebun PT PEU," ungkap Aladin didampingi Agustiar, SH dan M Husni.

Pekan lalu, warga Desa Kabun, tergabung dalam Kelompok Tani (Koptan) Kabun Tuah Bersama‎, resmi menggugat perdata PT. PEU ke PN Pasir Pangaraian, dengan Nomor Perkara P.45/PDT-G/2019/PN.Psp, tanggal 27 September 2019, diajukan melalui kuasa hukumnya Surya Darma S.Ag, SH, MH dan Rekan.

"Dengan iktikad baik masyarakat, maka perusahaan agar menyerahkan konversi 20 persen lahan PT PEU yang nantinya dibagikan Ke 980 Kepala Keluarga (KK) di Drsa Kabun," tegas Aladin.

Penulis : Feri Hendrawan
Editor : Yusni Fatimah




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Dua orang mahasiswa yang mendapatkan kekerasan oleh oknum yang tidak dikenal.Dua Orang Mahasiswa Luka-luka saat Aksi Bela Kamarek di Kejati Riau
 Warga Desa Kabun Kecamata Kabun, gelar aksi pajang sepanduk sebagai ultimatum ke pihak PT Padasa Enam Utama, agar menyerahkan konversi lahan 20 persen ke masyarakat.Ratusan Warga Kabun Bentang Spanduk Ultimatum PT PEU Patuhi SK Kemenhut RI 2013
Aliansi Mahasiswa Riau Bersatu (AMRB), lakukan aksi unjuk rasa di samping kantor Gubernur RiauMassa AMRB Sambangi Kantor Gubri, Protes Dugaan Monopoli Pupuk Bersubsidi
   Ratusan massa tergabung KOJOM Rohul, aksi damai di depan gerbang masuk ke PKS PT Era Sawita di Kepenuhan, yang menuntut proses hukum pasca pencemaran lingkungan dilakukan perusahaan. Ratusan Massa KOJOM Demo PKS Era Sawita, Desak Pemerintah Beri Sanksi Hukum
Kuasa hukum warga Desa Kabun Surya Darma ddampingi Korlap Aladin Koto dan Ketua Koptan Agustiar, bersama perwakilan warga Desa Kabun, ajukan gugatan perdata terdahap PT Padasa Enam Utama ke PN, terkait konversi  20 persen lahan kawasan hutan produksi yang belum direalisasikan perusahaan ke masyarakat.Tuntut Lahan 667,8 Hektare‎, 311 Warga Kabun Gugat PT Padasa Enam Utama ke PN
AJI Jakarta dan LBH Pers melaporkan kasus intimidasi terhadap dua jurnalis saat meliput aksi demo di Gedung DPR ke Polda Metro Jaya, Jumat (4/10). Foto: CNNIndonesiaDiduga Diintimidasi Polisi saat Meliput Aksi Demo, Dua Jurnalis Laporkan Kasusnya

 
Berita Lainnya :
  • Banjir Bandang di Luwu Utara, XL Axiata Pastikan Jaringan Aman dan Siap Salurkan Bantuan
  • Sore hingga Malam Hari Nanti Riau Berpotensi Hujan
  • Husni Thamrin-Tengku Edy Kantongi SK Dukungan, Siap Bertarung di Pilkada Pelalawan
  • Selama Pandemi Covid-19, Bank di Riau Beri Keringanan Kredit Rp11,18 Triliun
  • Gerindra Bengkalis Usulkan 3 Nama Maju di Pilkada, Termasuk Ahmad Syah Harrofie
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved