www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Bak Film Laskar Pelangi, Tenaga Pengajar di Desa Terpencil Inhil Sabar Ajari Murid di Sebuah Gubuk
 
KPK Sita 21 Item dari Rumah Pengusaha DH, Bantah Terkait Korupsi di Bengkalis
Sabtu, 30/11/2019 - 18:36:08 WIB
Penggeledahan di rumah DH yang dikawal aparat.
Penggeledahan di rumah DH yang dikawal aparat.

PEKANBARU - Sudah tiga hari penyidik KPK "berkantor" di Riau, tepatnya di Kabupaten Bengkalis dan Kota Pekanbaru. Sejumlah rumah dan kantor digeledah untuk melengkapi berkas korupsi jalan di Bengkalis.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menyebut penggeledahan kasus proyek jalan ini dilakukan sejak Rabu (27/11/2019). Selanjutnya pada Kamis (28/11/ 2019).

Penyidik dari pagi hingga malam hari bahkan menggeledah rumah pengusaha Dedi Handoko di Jalan Tanjung Datuk, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru.

Dari rumah kontraktor dan pengusaha tempat hiburan malam disapa DH itu, penyidik menyita puluhan dokumen proyek. Tersiar juga kabar ruang kerja di sana juga disegel penyidik.

Usai rumah DH, penyidik menyasar rumah Ruby Handoko alias Akok. Dia merupakan anggota DPRD Bengkalis dan rumahnya berada di Jalan Tandung, Bengkalis. Rumah Akok lainnya di Jalan Ahmad Yani juga digeledah.

"Kegiatannya pada Jumat pagi dan berlangsung hingga malam hari," kata Febri.

Seperti biasa, penyidik membawa sejumlah dokumen diduga barang bukti proyek jalan di Bengkalis.

DH Bantah Terkait Korupsi

Sementara itu, pengusaha DH menyatakan penggeledahan itu tidak ada kaitannya dengan dugaan korupsi di Bengkalis. Meski demikian, dia mengakui ada puluhan berkas yang disita saat penggeledahan di rumahnya.

Hal ini diutarakan DH melalui kuasa hukumnya, Eva Nora SH. Pengacara Annas Maamun ini juga menyebut kliennya tidak pernah diperiksa sebagai saksi korupsi jalan bernilai ratusan miliar itu.

"Belum pernah diperiksa sebagai saksi," kata Eva kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat petang (29/11/2019).

Eva menyebut ada beberapa ruangan digeledah, termasuk ruangan kerja DH. Penyidik juga membuka brangkas berisi uang operasional kantor setelah nomor sandinya diperoleh.

"Dilihat saja, tapi tidak ada penyitaan berbentuk uang," terang Eva seperti dikutip halloriau.com dari liputan6.

Perempuan yang juga pernah menjadi pengacara mantan Gubernur Riau, Rusli Zainal itu, menyebut ada 21 item disita penyidik. Bentuknya bukanlah berkas tebal, melainkan lembaran kertas terkait sejumlah proyek.

Dari puluhan lembaran kertas itu, Eva menyatakan tidak ada terkait dengan proyek multiyears Jalan Duri-Sungai Pakning ataupun Pangkalan Nyirih, Bengkalis.

"Intinya tidak ada proyek jalan di Bengkalis. Jadi yang disita itu seperti lembaran proyek di Kampar, lembaran itu wajar karena klien kami ini pengusaha," sebut Eva.

Eva juga menegaskan tidak ada penyegelan ruangan kerja sebagaimana yang beredar di pemberitaan. Malahan, penyidik merasa terbantu karena DH melalui Eva memberikan berkas-berkas yang ditanya penyidik.

Saat penggeledahan berlangsung, Eva sempat memprotes penyidik karena membawa berkas yang tidak ada kaitannya dengan proyek di Bengkalis. Namun akhirnya Eva legowo karena penyidik berjanji mengembalikan.

"Dalam surat perintah penggeledahan, terkait proyek 2017-2019. Jadi ada berkas yang diambil tahun 2011, tapi kata penyidik akan dikembalikan jika nanti tidak ada kaitannya," Eva menerangkan.(*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
 Tiga tersangka kredit macet PT PER didampingi kuasa hukumnya mengurus administrasi saat pelimpahan tahap II (tersangka dan barang) bukti dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum di Kejari Pekanbaru, Kamis (23/1/2020).Berkas Perkara Lengkap, Tersangka Kredit Macet PT PER Diserahkan ke JPU
IlustrasiKorupsi Dana Desa, Kades Sako Divonis 4,5 Tahun Penjara
IlustrasiEks Kades Bukit Batu Bengkalis Terancam Dijemput Paksa
  Sardiono.Anggota DPRD Riau, Politisi PPP Asal Kuansing Diklarifikasi Kejati Riau
KPKTerkait Alih Fungsi Hutan Riau, Hari Ini KPK Panggil Dirut dan Komisaris Palma Satu
Ketua KPK Firli BahuriKasus Korupsi Proyek Jalan Bengkalis, KPK Tetapkan 10 Tersangka Baru

 
Berita Lainnya :
  • Bak Film Laskar Pelangi, Tenaga Pengajar di Desa Terpencil Inhil Sabar Ajari Murid di Sebuah Gubuk
  • Event Lovely Yamaha Lexi, Masyarakat Tumpah Ruah Saksikan Kemeriahan Acara
  • Kapal Karam Hanya Mengangkut 18 Orang, 14 Dipastikan Selamat, 3 dalam Pencarian
  • BKPP Rohul Simulasi CAT SKD CPNS, Ruangan di Convention Hall Islamic Disterilkan
  • Pengurus DPD LAN Riau Dilantik, Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah Perangi Narkoba
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved