www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Miris, Guru PPKn Cabuli 18 Siswa Laki-laki di Sekolahnya, Modus untuk Penelitian
 
Jaksa Klarifikasi Eks Kepala BPKAD Pekanbaru Terkait Pembelian Video Wall
Senin, 18/11/2019 - 17:51:03 WIB

PEKANBARU -  Eks Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan diklarifikasi oleh jaksa penyelidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, terkait dugaan korupsi pengadaan video wall di Dinas Komunikasi Informasi, Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru.

Alek datang memenuhi panggilan jaksa penyelidik, Senin (18/11/2019) sekitar pukul 10.00 WIB. Dia langsung menuju ruang penyidik Pidsus Kejati Riau, di eks gedung ICS, Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru.

Diberitakan cakaplah, Alek membenarkan kalau dirinya dipanggil terkait dugaan korupsi pengadaan video wall di Dinas Komunikasi Informasi, Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru.

"Saya dimintai keterangan selaku Plt Kepala BPKAD Pekanbaru saat itu. Pertanyaan lebih banyak tentang tugas saya selaku Kepala BPKAD, termasuk proses awal kegiatan (video wall) di Kominfo," kata Alek usai diperiksa.

Alek yang datang mengenakan baju kaos warna hitam menyebutkan, semua pencairan dilakukan ke BPKAD. Namun pencairan dilakuan setelah semua syarat dilengkapi oleh Diskominfo Kota Pekanbaru.

Selama ini, kata Alek, tidak ada kendala dalam pencairan anggaran di BPKAD. "Itu bagian dari pelayanan, pasti sudah lengkaplah. OPD itu kan ada PPK, diperiksa semua. Sistemnya juga tidak manual tapi aplikasi, terkoneksi semua. Kalau dana cukup, bisa diambil semua," papar Alek.

Terkait urusan teknis seperti spesifikasi barang, Alek menegaskan tidak ada kaitan dengan BPKAD. Semua itu dilakukan di OPD.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan menyebut tak hanya Alek yang diperiksa hari ini.

Jaksa penyelidik juga manggil Azmi ST MT selaku Kepala Inspektorat Kota Pekanbaru 2017 hingga 2018. Proses klarifikasi terhadap kedua pejabat itu dilakukan terpisah.

"Kami memanggil sejumlah pihak untuk klarifikasi. Ini bagian dari proses penyelidikan," ujar Muspidauan.

Selain Alek dan Azmi, pemanggilan juga dilakukan pada Ir Yusrizal selaku Kepala Bapeda Kota Pekanbaru 2017 dan Direktur PT Halcom Integrated Solution. Namun hingga siang, keduanya belum datang ke Kejati.

Muspidauan mengatakan akan menjadwalkan pemanggilan ulang. "Kalau tidak datang, tentu akan dijadwalkan pemanggilan ulang," ucap mantan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Pekanbaru ini. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Miris, Guru PPKn Cabuli 18 Siswa Laki-laki di Sekolahnya, Modus untuk Penelitian
  • Menang 4-2 Atas Myanmar, Garuda Muda Maju ke Final SEA Games 2019
  • Inhil Hamparan Kelapa Dunia, tapi Harga Tidak Berpihak ke Petaninya
  • Semarak Kampung Bersama Yamaha FreeGo
  • HUT ke-42, BPJamsostek Rengat Rayakan Bersama Anak Yatim
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved