www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Pabrik Suzuki Kembali Beroperasi Secara Bertahap untuk Penuhi Kebutuhan Ekspor
 
Dugaan Kasus Penganiyaan di Inhil, Keluarga Korban Nilai Penegakan Hukum Pilihan Terbaik
Jumat, 08 November 2019 - 17:23:48 WIB
Terduga Iwin saat diamankan pihak Polres Inhil beberapa hari lalu
Terduga Iwin saat diamankan pihak Polres Inhil beberapa hari lalu

INHIL– H Lahama (65) meminta pihak Kepolisian Polres Indragiri Hilir untuk tetap menindaklanjuti dugaan penganiayaan yang dilakukan Iwin Cs kepada anaknya, Hamdani alias Dani (27). Dia menilai hal itu menjadi pilihan yang terbaik.

“Penegakan hukum saya nilai pilihan terbaik. Setidaknya mungkin akan mampu meredam amarah yang sempat timbul di keluarga saya,” kata H Lahama kepada wartawan di Tembilahan, Jumat (8/11/2019).

Menurut H Lahama, sudah aturan, hukum menjadi penghulu tertinggi di negeri ini. Pelanggaran, tentu ada konsekuensi. Dengan tegaknya aturan, diyakininya akan memberi pembelajaran dan menimbulkan efek jera kepada pelaku agar ke depannya tidak kembali melakukan kesalahan yang sama.

“Makanya kami sangat berharap agar pihak kepolisian tetap menindaklanjuti kasus ini sesuai aturan hukum yang berlaku. Kami yakin dan percaya polisi bisa berlaku adil," kata H Lahama.

Dikonfirmasi, Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Indra Lamhot Sihombing menjelaskan bahwa kasus Iwin Cs saat ini prosesnya sudah memasuki tahap penyidikan.

Sejauh ini, Polres Inhil menurut Indra sudah melakukan penahanan terhadap lima orang pelaku.

“Prosesnya sudah memasuki tahap penyidikan. Kasusnya sendiri masih kita lakukan pengembangan. Untuk sementara pelakunya lima orang. Apakah nanti akan ada lagi penambahan, akan kita konfirmasikan kembali, “ ujar AKP Indra menjawab konfirmasi melalui sambungan selular, Jumat (8/11/2019).

Dilanjutkan AKP Indra, pelaku diduga melakukan pengeroyokan dengan pelanggaran ketentuan pada pasal 170 juncto pasal 355 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Untuk sekedar mengingatkan, kasus yang dialami Dani, warga Jalan Sabilal Muhtadin Gg Sabilal II RT 05 RW 09 Kelurahan Tembilahan Hulu terjadi pada Minggu (3/11/2019) lalu.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian sebelumnya, dalam laporannya, Dani mengalami pengeroyokan oleh kelompok Iwin cs yang saat itu diduga dilakukan bersama lebih kurang 10 orang  di TKP Jalan Kembang Kecamatan Tembilahan Kota.

Dalam peristiwa tersebut, Dani mengaku rambutnya sempat dijambak dan dipotong dengan sebilah gunting oleh pelaku dan kemudian dipukuli dengan cara dikeroyok. Dan bahkan dirinya sempat dimasukkan ke dalam kendaraan roda empat dan akan dibawa ke Rumbai Jaya Kecamatan Kempas.

Untung saja saat itu saksi Obet berhasil membujuk untuk membatalkan agar korban tidak dibawa ke Rumbai dan meminta persoalan itu diselesaikan saat itu juga, dan tidak berselang lama sejumlah petugas kepolisian Polres Inhil tiba di TKP dan menjemput korban.

Kasus ini sendiri diduga berlatar belakang konflik kepentingan antara pengelola parkir dan rekanan pelaksana proyek paket peningkatan Jalan Batang Tuaka, H Sadri dan H Abdul manaf Tembilahan.

Sengketa yang diduga terkait kasus yang sama juga sudah terjadi beberapa kali sebelumnya.

Berdasarkan data, perselisihan pertama terjadi saat dilakukan pekerjaan scraft di ruas Jalan Batang Tuaka pada tanggal 10 September 2019 yang lalu. Bahkan dalam peristiwa pertama kali itu, seluruh roda kendaraan alat berat kontraktor digembosi.

Selanjut penghentian pekerjaan secara paksa kembali berulang pada tanggal 21 dan 22 September 2019.

Penulis: Yendra
Editor: Yusni Fatimah 




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Saat tim gabungan menemukan jasad korban tak jauh dari lokasi kejadian.Korban Terkaman Buaya di Inhil Ditemukan Meninggal Dunia
Gelar perkara kasus Karhutla via video telekonferensi.ILC Gelar Perkara Khusus Kasus Karhutla Via Video Teleconference
IlustrasiPengusaha Pekanbaru DH Tak Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Suap
  Tampak saat Sat Reskrim Polres Inhil mengamankan minuman keras jenis tuak.Satreskrim Polres Inhil Amankan 27 Liter Minuman Keras Jenis Tuak
Kasat Reskrim AKP Polres Inhil, Indra Lamhot Sihombing, SIKPenyebar Kabar Hoax Corona Pidana Penjara 6 Tahun dan Denda Rp1 Miliar
Gedung KPK.KPK Periksa Pengusaha Kaya di Pekanbaru​ Terkait Kasus Dugaan Suap Proyek Jalan di Bengkalis

 
Berita Lainnya :
  • Pabrik Suzuki Kembali Beroperasi Secara Bertahap untuk Penuhi Kebutuhan Ekspor
  • Enam Kasus Baru Corona di Meranti Hasil Tracing Klaster Santri Magetan, 2 Pasien Sembuh
  • 6 Tambahan Pasien Baru Corona di Riau dari Meranti, Total 117 Kasus
  • Disdik Pelalawan Kembali Perpanjang Libur hingga 13 Juni
  • Riau Tambah 6 Pasien Corona Hari Ini, Berikut Sebaran 678 Kasus Baru di Indonesia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved