www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
DPRD Siak Minta Evaluasi Program Tour de Kampung
 
Pembunuhan Misterius Wanita Ini Terungkap karena Boneka Teddy Bear
Rabu, 30 Oktober 2019 - 13:00:39 WIB
 Jasad Fani Amalia saat ditemukan bersama Teddy Bear.
Jasad Fani Amalia saat ditemukan bersama Teddy Bear.

JEMBER - Kehebohan terjadi di Perumahan Karyawan PTPN XII Dusun/Desa Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari, Jember, Minggu (27/10/2019), karena penemuan sesosok mayat perempuan dengan kondisi mengenaskan.


Korban yang bernama Fani Amalia Herniati ditemukan di kamar tidurnya dalam kondisi perut tertusuk pisau.

Polisi bergerak cepat untuk membongkar siapa dalang dari pembunuhan Fani. Hanya butuh waktu kurang dari 24 jam, polisi bisa menetapkan bahwa pelaku pembunuhan tersebut adalah Rendi Setiawan (28 tahun) yang tidak lain adalah suami korban.

Ada fakta menarik dari terungkapnya kasus pembunuhan yang dilakukan seorang suami kepada istrinya. Berikut ulasannya sesuai yang dimuat di merdekacom:

Pertama Kali Ditemukan Adik Ipar Korban


Fani tewas dengan sangat mengenaskan. Ia ditemukan di kamar tidurnya dalam kondisi perut tertusuk pisau. Pisau yang menancap di bagian perut atas pusar sebelah kiri itu tembus hingga bagian punggung korban dan juga tertancap di kasur.

Tewasnya perempuan itu, pertama kali ditemukan oleh Frenda yang merupakan adik ipar korban. Saat itu, Frenda hendak mengunjungi korban bersama sang bibi, Srihartatik.

"Korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 7.45 WIB. Posisi korban saat itu dalam kondisi terlentang di atas kasur tempat tidur," ujar Kapolsek Mumbulsari AKP Heri Supadmo saat dikonfirmasi wartawan.

Saksi langsung histeris mendapati perempuan itu dalam kondisi tak bernyawa. Teriakan mereka mengundang kedatangan warga ke rumah korban. Awalnya warga mengira teriakan itu karena di dalam rumah terdapat ular. Namun ternyata, korban sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

"Saat itu di rumah tersebut hanya ada korban sendirian. Suaminya sedang pergi ke desa sebelah, juga untuk membeli obat," papar Heri.

Alibi Pelaku Membunuh Korban

Fani diketahui ditemukan oleh kerabatnya yakni Frenda (adik ipar korban) dan Suhartatik (bibi korban). Kedua orang tersebut datang atas permintaan suami korban, Rendi Setiawan. Kepada kedua kerabatnya itu, Rendi meminta tolong melalui pesan WA agar dibantu mengirimkan obat untuk korban.

Saat itu, Rendi beralasan sedang berada di luar rumah, yakni untuk membeli obat. Rendi juga mengaku khawatir karena pesan WA yang dikirim ke istrinya tidak kunjung dibalas.

"Jadi pelaku R sengaja membuat beberapa alibi, salah satunya meminta dua orang saksi ini datang ke rumahnya untuk membawakan obat. Tujuannya agar yang menemukan jenazah pertama kali adalah seolah-olah adalah dua kerabatnya itu dan seolah-olah suami korban tidak tahu apa-apa," jelas Kapolres Jember, AKBP Alfian Nurrizal

Untuk mendukung skenario Alibi itu, Rendi yang kini sudah ditetapkan menjadi tersangka, sengaja menaruh kunci rumah di sepeda motor yang diparkir dekat rumah.

Polisi yang melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi, mulai curiga kepada Rendi. "Saat jenazah ditemukan, pelaku R beralasan sedang berada di sebuah apotek. Setelah kita cek, ternyata tidak ada karyawan di sana yang mengaku melihat pelaku R pada rentang waktu tersebut. Di situ kita mulai curiga," tutur Alfian.

Setelah alibi berada di apotek terbantahkan, polisi juga mulai curiga soal kunci rumah. Kunci rumah hanya ada satu dan dikuasai oleh suami korban, yang ditaruh di sepeda motor. Di sisi lain, tidak ada tanda-tanda kerusakan pada pintu maupun jendela. Fakta ini mematahkan kemungkinan bahwa pembunuhan dilakukan oleh orang luar yang tidak mengenal korban.

Setelah beberapa fakta terungkap, polisi lantas mengarahkan fokus pemeriksaan kepada suami korban. "Kita periksa secara maraton hingga akhirnya pelaku mengakui perbuatannya," jelas Alfian.

Faktor Ekonomi


Kepada polisi, tersangka Rendi mengaku tersulut emosi hingga spontan menusukkan pisau ke perut istrinya. Pasangan muda itu terlibat cekcok pada Sabtu malam atau Minggu pagi. "Pelaku R secara spontan mengambil pisau yang ada di tembok untuk kemudian ditusukkan ke perut istrinya. Setelah itu, dia juga sempat membekap muka korban dengan bantal," ujar Kapolres Jember, AKBP Alfian Nurrizal.

Faktor ekonomi dan komunikasi disebut Rendi sebagai pemicu cekcok keduanya. "Setelah pembunuhan, pelaku keluar rumah pada Minggu (27/10) sekitar pukul 04.00 WIB," kata Alfian.

Terungkap Berkat Boneka Teddy Bear

Rendi Setiawan, sang suami, diduga sempat menyusun skenario agar pembunuhan terhadap Fani Amalia Herniati dikesankan sebagai kasus bunuh diri. Salah satunya dengan memberi boneka Teddy Bear berwarna biru di sekitar perut korban. Namun justru dari boneka imut dan lucu itulah, yang menjadi kunci bagi polisi untuk mampu mengungkap kasus ini, hanya dalam waktu beberapa jam saja.

"Boneka ini yang menjadi kunci awal. Karena kalau bunuh diri, tidak mungkin (si pelaku bunuh diri) sempat mengambil boneka untuk menutupi pisau. Ketika perut tertusuk 5 sampai 10 cm saja, pasti akan sakit," ujar Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal, di Mapolres Jember pada Senin (28/10/2019).

Adapun pisau yang menancap di perut korban, memiliki panjang sekitar 39 centimeter. Pisau menancap sangat dalam, dari ujung hingga mencapai hampir gagang pisau. Dari situ, polisi mulai curiga bahwa boneka tersebut diletakkan oleh orang lain. Artinya, ini bukan kasus bunuh diri, melainkan pembunuhan. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Tersangka diringkus polisi.Wanita di Inhil Polisikan Mantan Suami yang Bunuh Suaminya
Korban terbaring di lokasi pembunuhan sesaat sebelum dievakuasi.Hanya Karena Bersih-bersih Got, Keponakan Malah Bunuh Paman Sendiri
Kondisi mobil korban yang ditemukan dalam keadaan terbakar.Polisi Ungkap Motif Tiga Pelaku Pembunuhan Pengusaha Tepung Bakso di Pekanbaru
  Jasad balita dibuang ayah tiri ke semak-semak usai dibunuh.Ayah Tiri di Pekanbaru Bunuh Balita Karena Kesal Sering Menangis, Jasadnya Dibuang ke Semak-semak
Lokasi penemuan mayat korban.Siswi SMP Bunuh Bocah 6 Tahun dan Simpan Mayat di Lemari, Tak Menyesal hingga Mengaku Puas
Kolase korban semasa hidupnya dan kondisi mobil korban yang ditemukan terbakar.Pembunuh Pengusaha Tepung yang Mobilnya Ditemukan Terbakar Ditangkap, Satu Terpaksa Ditembak

 
Berita Lainnya :
  • DPRD Siak Minta Evaluasi Program Tour de Kampung
  • Apel Pagi Pemkab Kepulauan Meranti Sudah Sesuai Protokol Kesehatan
  • PSBB, Akses Menuju Wisata Pantai Selatbaru Ditutup
  • Seluruh Anggota Dewan di Siak Diajak Pantau Data Penerima Bantuan Terdampak Covid-19
  • Fasilitas di Ruang Isolasi BLK Meranti Tidak Memadai, Ini Kata Jubir Gugus Tugas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved