www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Sambut Akhir Tahun, Suzuki Tawarkan Program GEMPITA
 
Teller dan Mantan Teller BRI Ujung Batu Rohul Diperiksa Terkait Dugaan Kredit Fiktif Rp 7,2 Miliar
Rabu, 09/10/2019 - 16:19:44 WIB

PEKANBARU - Jaksa penyidik Pidana Khusus  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kembali memeriksa tiga karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Selasa (8/10/2019). Mereka jadi saksi perkara dugaan kredit fiktif Rp 7,2 miliar di bank plat merah itu.

"Tiga saksi diperiksa. Seorang teller, dan dua orang mantan teller," ujar Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan.

Ketiga saksi adalah Jefrizon selalu teller BRI, Ressy dan Rissa selaku mantan teler BRI Ujung Batu.  Mereka diperiksa di ruangan penyidik Pidsus Kejati Riau, eks International Creative School, Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru. 

Ketiga saksi tersebut telah datang ke Kejati Riau pada pukul 09.30 WIB. "Sekarang masih menjalani pemeriksaan," tutur Muspidauan.

Keterangan ketiga saksi diperlukan karena  dinilai mengetahui prosedur pemberian kredit sebesar Rp7,2 miliar  kepada belasan nasabah. Keterangan saksi akan didalami lagi untuk mengetahui pihak yang paling bertanggung jawab. 'Setelah semua keterangan terkumpul akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka," kata Muspidauan.

Pengusutan perkara berdasarkan laporan manajemen BRI ke Kejati Riau beberapa waktu dan diduga ada keterlibatan pihak internal BRI. Atas laporan itu, Kejati Riau menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlid).

Setelah meminta keterangan sejumlah pihak terkait, perkara kredit fiktif  ditingkatkan ke penyidikan pada 2 September 2019. Pemanggilan para saksi telah dilakukan sejak pekan lalu.

Dalam perkara ini telah dimintai keterangan  mantan Kepala Cabang (Kacab) BRI Ujung Batu, Rusdi, dan sejumlah pegawai BRI, Seperti Danna, Hamdani serta Slamet Riyadi, Marshal selaku Supervisor Penunjang Bisnis, Yondri Donal selaku  Asisten Pemasaran Bisnis Mikro, dan Rizki Farizi

Belasan nasabah juga sudah dimintai klarifikasi. Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) mereka dipinjam oleh seorang bernama Sudir untuk pengajuan kredit.

Umumnya nasabah mengaku tidak tahu kalau pinjaman mencapai Rp7,2 miliar. Mereka hanya meminjam masing-masing Rp500 juta tapi realisasi yang diterima hanya Rp3 juta sampai Rp5 juta per orang.

Kredit itu rencananya untuk pembangunan veron atau tempat penyimpanan sementara tandan buah sawit. Dalam pengajuan kredit, para nasabah yang merupakan buruh sawit itu tidak mengetahui apa agunan diberikan.

Penulis : Linda Novia
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Sambut Akhir Tahun, Suzuki Tawarkan Program GEMPITA
  • Pengamanan Natal Tahun 2019, Polres Inhil Antisipasi Orang Mabuk dan Pemotor Kebut-kebutan
  • Tujuh JPU Diturunkan pada Sidang Dugaan Korupsi Kredit Mantan Pimcab BRK
  • KPK Panggil Dua Saksi Korupsi Pembangunan Jembatan di Kampar
  • Smartfren Umumkan Pemenang Undian WOW Tahap Ketiga
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved