www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Jubir Covid-19 Riau Ungkap Kekhawatiran, Masyarakat Masih Banyak Melanggar Protokol Kesehatan
 
KPK Periksa Walikota Dumai sebagai Tersangka Suap Pengurusan Anggaran
Jumat, 04 Oktober 2019 - 15:45:38 WIB
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

JAKARTA - Walikota Dumai, Zulkifli Adnan Singkah (ZAS) dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Zulkifli ‎akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kota Dumai.

"ZAS, Walikota Dumai periode tahun 2016-2021 diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2019).

Selain menjadwalkan pemeriksaan terhadap satu tersangka, KPK juga memanggil sejumlah saksi dalam perkara ini. Ada empat saksi yang dipanggil KPK pada hari ini.

Keempatnya yakni, seorang guru, Tugiyat Gatot Kartorejo; Kasubbag Perencanaan Dinas PUPR Kota Dumai, Vera Chinthiana; Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai, Sya'ari; serta anggota Pokja Kota Dumai,‎ Richie Kurniawan.

"Keempatnya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ZAS," ucap Febri dilansir okezone.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Zulkifli Adnan Singkah sebagai tersangka. Dia dijerat pasal suap dan gratifikasi. Pada perkara pertama, Zulkifli diduga telah menyuap pejabat Kementeriaan Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo dan koleganya sebesar Rp550 juta.

Suap diduga terkait pengurusan anggaran DAK APBN-P Tahun 2017 dan APBN Tahun 2018 Kota Dumai. Penetapan tersangka terhadap Zulkifli ini merupakan pengembangan dari perkara suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah dalam RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018.

Dalam perkara itu, KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka yakni Anggota Komisi XI DPR, Amin Santono; perantara suap, Eka Kamaluddin; Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Yaya Purnomo; serta kontraktor, Ahmad Ghiast. Keempatnya telah divonis bersalah di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Sedangkan pada perkara kedua, Zulkifli diduga menerima ‎gratifikasi berupa uang Rp50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta. Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Zulkifli sendiri belum dilakukan penahanan pasca-ditetapkan sebagai tersangka.(*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiPengusaha Pekanbaru DH Tak Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Suap
KPKKasus Korupsi Proyek Jalan Bengkalis, KPK Panggil 9 Saksi untuk 2 Tersangka
Plt juru bicara KPK Ali FikriMasa Tahanan Bupati Bengkalis Nonaktif Diperpanjang 40 Hari
  Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudistira.Diduga Palsukan Surat Tanah, Bacalon Walikota Dumai Ditangkap
KPKBerkas Perkara Tuntas, Tersangka Dugaan Suap Proyek Jalan Bengkalis Segera Disidang
IlustrasiKasus Korupsi Jalan di Bengkalis, KPK Panggil Dirut PT Hakaaston

 
Berita Lainnya :
  • Jubir Covid-19 Riau Ungkap Kekhawatiran, Masyarakat Masih Banyak Melanggar Protokol Kesehatan
  • Riset Terbaru: Resiko Menularkan Covid-19 Lebih Besar daripada Ketularan
  • Kali Ini Pura Agung Jagatnatha Dikunjungi PB GNP Covid-19, Silaturahmi & Salurkan Kebutuhan Pokok
  • Holy Basil, Ratu Herbal yang Menenangkan Hati dan Kendalikan Gula Darah
  • KPU: Pasien Positif Covid-19 Bisa Nyoblos di Pilkada 2020
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved