www.halloriau.com  
Hukrim
BREAKING NEWS :
KLHK Segel 52 Perusahaan Terkait Karhutla, 9 Berada di Riau
 
Polisi sudah Kantongi Nama Oknum Pengusaha Lakukan Galian C Ilegal di Hulu Kuantan
Selasa, 10/09/2019 - 21:44:03 WIB
 Satu unit alat berat ekscavator diduga tengah melakukan aktivitas galian C secara ilegal di Sungai Kuantan di Desa Tanjung Kecamatan Hulu Kuantan.
Satu unit alat berat ekscavator diduga tengah melakukan aktivitas galian C secara ilegal di Sungai Kuantan di Desa Tanjung Kecamatan Hulu Kuantan.
TERKAIT:

TELUK KUANTAN - Pihak Kepolisian resort (Polres) Kuansing, Riau, mengaku sudah mengantongi nama oknum pengusaha yang melakukan aktivitas galian C secara ilegal di Sungai Kuantan di Desa Tanjung, Kecamatan Hulu Kuantan.

"Iya, namanya sudah kita kantongi," ujar Kapolres Kuansing AKBP Muhammad Mustofa melalui Kasat Reskrim Polres Kuansing AKP Andi Cakra Putra, Senin (9/9/2019) kemarin.

Dikatakannya, saat mendapatkan informasi ada aktivitas galian C ilegal di Desa Tanjung Kecamatan Hulu Kuantan, dirinya bersama anggota langsung meluncur ke lokasi.

"Saat kita sampai di lokasi, alatnya sudah dibawa. Tapi sekarang sudah tidak beroperasi lagi," ujar Kasat Reskrim.

Sebelumnya, aktivitas galian C di Sungai Kuantan di Desa Tanjung Kecamatan Hulu Kuantan sempat viral di media sosial dan akhirnya alat berat tersebut langsung berhenti melakukan aktivitas.

Informasi yang dirangkum halloriau.com dari salah seorang pejabat di Kecamatan Hulu Kuantan, aktivitas galian C ilegal tersebut sudah berlangsung hampir satu bulan.

Bahkan informasinya sudah banyak bahan baku berupa batu sungai kuantan yang diangkat dibawa menggunakan mobil damtruk.

Terkait aktivitas tersebut, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau menegaskan aktivitas galian C menggunakan alat berat ekscavator yang tengah viral di media sosial facebook beroperasi di desa Tanjung Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuansing tidak memiliki izin atau ilegal.

"Sejauh ini kita belum pernah mengeluarkan izin untuk galian C, apalagi di sungai kuantan," ujar Kepala Unsur Pelaksana Teknis (UPT) Dinas ESDM Provinsi Riau Kabupaten Kuansing, Eko kepada halloriau.com, Minggu (1/9/2019).

Menurut Eko, kalau ada aktivitas galian C itu adalah aktivitas ilegal. Selain melanggar UU Lingkungan, juga melanggar UU Pertambangan terutama terkait perizinan.

"Apalagi sejauh ini kita belum pernah mengeluarkan izin terhadap aktivitas galian C. Kalau ilegal, obatnya ya penegakan hukum," tegas Eko.

Seharusnya sesuai aturan aktivitas galian C wajib memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP). Namun yang jadi persoalan saat ini, Kuansing belum memiliki RTRW.

"Dasar hukum kita mengeluarkan izin belum ada, karena dasarnya RTRW. Kalau sekarang RTRW Kuansing belum ada, sehingga belum bisa kita memberikan izin terhadap galian C," ujarnya.


Penulis : Robi Susanto
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • KLHK Segel 52 Perusahaan Terkait Karhutla, 9 Berada di Riau
  • Tak Ada Sumber Air, Relawan Rumah Zakat Harus Gali Parit Padamkan Lahan Terbakar
  • Hadiri Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XXI, Bupati Bengkalis Imbau Posyantek Proaktif
  • Hutan Lindung Bukit Betabuh Terbakar, Dinas Kehutanan Provinsi Riau Terkesan Diam
  • Dompet Dhuafa Riau dan Komunitas Tangan di Atas Beri Layanan Kesehatan Gratis
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Gagalkan Perdagangan Satwa Dilindungi
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved