www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Inilah Elektabilitas Paslon di Pilkada Bengkalis Berdasarkan Survei dan Polling
 
Penanganan Dugaan Kredit Fiktif BRI Ujung Batu Naik ke Penyidikan
Rabu, 04 September 2019 - 11:08:57 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau meningkatkan perkara dugaan kredit fiktif di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ke penyidikan. Penyidik akan mencari siapa tersangka di  kredit fiktir tahun 2017-2018 senilai Rp7,2 miliar itu.

Asisten Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, Ilman Azazi, mengatakan, peningkatan perkara ke penyidikan dilakukan dalam gelar perkara, Senin (2/9). "Hasil gelar, perkara ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan," ujar Ilman, Selasa (3/9).

Selanjutnya, jaksa penyidik di Bagian Pidsus akan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan. "Dalam waktu dekat, penyidik akan memanggil para  saksi," kata Ilman.

Nantinya,  dari keterangan dan data  yang terkumpul akan diketahui siapa orang yang dinilai paling bertanggung jawab dalam kredit fiktif tahun 2017-2018 itu. Setelah bukti kuat, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka.

Pengusutan perkara berdasarkan laporan manejemen BRI ke Kejati Riau beberapa waktu dan diduga ada keterlibatan pihak internal BRI.  Atas laporan itu, Kejati Riau menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlid).

Dalam perkara ini, Kejati sudah memanggil banyak pihak dari BRI Ujung Batu. Di antaranya  mantan Kepala Cabang (Kacab) BRI Ujung Batu, Rusdi, dan sejumlah pegawai BRI, Seperti Danna, Hamdani dan Slamet Riyadi.

Belasan nasabah juga sudah dimintai klarifikasi. Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) mereka dipinjam oleh seorang bernama Sudir untuk pengajuan kredit.

Umumnya nasabah mengaku tidak tahu kalau pinjaman mencapai Rp7,2 miliar. Mereka hanya meminjam masing-masing Rp500 juta tapi realisasi yang diterima hanya Rp3 juta sampai Rp5 juta per orang.

Kredit itu rencananya untuk pembangunan veron atau tempat penyimpanan sementara tandan buah sawit. Dalam pengajuan kredit, para nasabah yang merupakan buruh sawit itu tidak mengetahui apa agunan diberikan.

Penulis : Linda Novia
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Herman Hery, Anggota DPR RIKomisi III DPR-RI Pertanyakan Kasus Dugaan Korupsi Bansos Siak Rp57,6 Miliar
Kejati RiauSekda Inhu Diperiksa Kejati Riau Terkait Dugaan Korupsi Dana Kas Bon Rp 114 Miliar
Kejati RiauDugaan Korupsi Pembangunan Jalan Kampung Pinang, Kejati Riau Periksa Kadis PUPR Kampar
  IlustrasiKasus Tanda Tangan Palsu Honor KPM, Dugaan Mengarah Unsur Korupsi
ilustrasiKorupsi Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering, Kejati Temukan Keterlibatan Pejabat PUPR Kampar
IlustrasiKejati Riau Tingkatkan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Kampar ke Penyidikan

 
Berita Lainnya :
  • Inilah Elektabilitas Paslon di Pilkada Bengkalis Berdasarkan Survei dan Polling
  • Dukung Penuh Perkembangan Bulutangkis Riau, Ini Pesan Kadispora ke Pengprov PBSI
  • Wagubri Buka Seminar Percepatan Pembauran Dalam Pembangunan Daerah Riau
  • Dandrem 031/WB Ingatkan Setiap Kegiatan Patuhi Protokol Kesehatan
  • Jarang Disadari, Berikut 6 Gejala Covid-19 Terbaru Selain Batuk dan Pilek
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved