www.halloriau.com  
Hukrim
BREAKING NEWS :
Waduh, Orang yang Kerap Gunakan Emoji Jago Kencan dan Aktif Secara Seksual
 
KPK Periksa Sekjend PBNU Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan Kementerian PUPR
Kamis, 15/08/2019 - 11:21:23 WIB
Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini
Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini
TERKAIT:
 
  • KPK Periksa Sekjend PBNU Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan Kementerian PUPR
  •  

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap sekretaris jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) tahun 2016.

    "Yang bersangkutan (Helmy) diperiksa sebagai saksi tersangka HA (Hong Artha, Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, lewat keterangan tertulisnya, Kamis (15/8/2019) dikutip dari Kompas.

    Kendati demikian, Febri tak merinci detail pemeriksaan terhadap Helmy.

    Diketahui, Hong merupakan Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya (SR) JECO Group.

    Ia diduga menyuap sejumlah pihak antara lain Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary serta Anggota DPR Damayanti terkait pekerjaan proyek infrastruktur Kementerian PUPR.

    Hong adalah tersangka ke-12 dalam kasus ini. Sebelumnya, KPK Telah menetapkan 11 tersangka lainnya.

    Ke-11 tersangka itu adalah Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir (AKH), Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary (AHM).

    Kemudian, komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng (SKS), Julia Prasetyarini (JUL) dari unsur swasta, Dessy A Edwin (DES) sebagai ibu rumah tangga.

    Ada juga lima anggota Komisi V DPR RI seperti Damayanti Wisnu Putranti, Budi Supriyanto, Andi Taufan Tiro, Musa Zainudin, Yudi Widiana Adia, serta Bupati Halmahera Timur 2016-2021 Rudi Erawan.

    Perkara tersebut bermula dari tertangkap tangannya anggota Komisi V DPR RI periode 2014 2019 Damayanti Wisnu Putranti bersama tiga orang lainnya di Jakarta pada 13 Januari 2016 dengan barang bukti total sekitar 99 ribu dolar AS.

    Uang tersebut merupakan bagian dari komitmen total suap untuk mengamankan proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2016. (*)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Waduh, Orang yang Kerap Gunakan Emoji Jago Kencan dan Aktif Secara Seksual
  • Defisit, Proyeksi Belanja RAPBD Meranti Tahun 2020 Naik Sebesar Rp1,453 Triliun
  • Wow, Kadisparbud Sebut Festival Pacu Jalur Kuansing 2019 Pecahkan 2 Rekor MURI
  • Lima Terdakwa Kasus 37 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati, Sampaikan Pembelaan dengan Tangisan
  • Gagal Melaju ke Babak Selanjutnya, Jonatan Tersingkir dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Gagalkan Perdagangan Satwa Dilindungi
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved