www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Bupati Sukiman Nyatakan Budaya Melayu Harus Dilestarikan dan Tetap Hidup di Masyarakat
 
Polisi Ringkus Dua Oknum ASN Pelaku Video Mesun yang Tersebar di Medsos
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:37:18 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Aparat kepolisian meringkus dua oknum aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, atas kasus asusila dengan merekam adegan mesumnya dan video tersebut menjadi viral di dunia maya.

Pelaku adegan suami-istri di luar nikah itu, masing-masing berinsial BH (44) dan LS (41). Di mana, BH bertugas di Kantor Camat Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun dan LS menjabat sebagai Sekretaris Desa Pematang Gajing Kabupaten Simalungun.

Video beredar di dunia maya itu berdurasi 3 menit. Diduga keduanya sudah lama berselingkuh dan masing-masing mereka sudah berkeluarga. Dari hasil data diperoleh, bahwa video mesum itu diambil menggunakan Smartphone, LS.

“Yang merekam yang perempuan atas permintaan si laki-laki. Yang berhubungan mereka berdua. Kemudian video itu dikirimkan kepada si laki-laki,” ungkap Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan, Selasa (16/7/2019) dikutip dari Viva.co.

Liberty mengungkapkan setelah video itu, menjadi buah bibir masyarakat atau viral. Polisi bergerak melakukan penyelidikan dan mengamankan keduanya di tempat mereka berkerja untuk dimintai keterangan di Polres Simalungun.

"Kita mengamankan sejumlah barang bukti terkait kasus ini, termasuk 3 unit smartphone milik BH dan LS, flashdisk, baju, kasur, sprei, dan bantal," kata Perwira Melati Dua itu.
       
Selain memintai keterangan keduanya, polisi juga meminta ?keterangan istri BH dan suami LS sebagai saksi. Liberty menjelaskan penyelidikan dilakukan pihaknya sejak 12 Juli 2019.

LS dan BH dijerat dengan Pasal 34 dan Pasal 35 UU RI No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Mereka diduga sengaja mengekspose video yang mengandung pornografi.

“Untuk yang laki-laki ancamannya 12  tahun penjara dan denda paling banyak Rp6 miliar, sedangkan yang perempuan 10 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp5 miliar,” kata Liberty.

Kemudian, polisi juga melakukan penyelidikan terhadap pelaku penyebar video tersebut ke dunia maya dan menjadi viral saat ini. "Kita selidiki, Itu undang-undangnya lain,” ucap Liberty. (*)
        
       

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
 

 
Berita Lainnya :
  • Bupati Sukiman Nyatakan Budaya Melayu Harus Dilestarikan dan Tetap Hidup di Masyarakat
  • Diterapkan Akhir Pekan Ini, Pemko Pekanbaru Sosialisasikan Sanski Wajib Gunakan Masker
  • 95 Paket Bantuan Spesifik Diserahkan pada Perempuan, Anak dan Lansia di Kabupaten Siak
  • OPPO Luncurkan Reno4 Hari Ini, Selamat Datang Era Baru Mobile Photography
  • JFX Cabut SPAB PT Artha Mas Futures
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved