www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Viral Penampakan Rumah di Tengah Jalan Raya, Pemilik Dinilai Egois
 
Revisi Kasasi sudah Diterima, Jaksa segera Eksekusi Azmun Jaafar
Kamis, 13 Juni 2019 - 11:36:48 WIB
Eks Bupati Pelalawan, Tengku Azmun Jaafar.
Eks Bupati Pelalawan, Tengku Azmun Jaafar.

PEKANBARU - Eks Bupati Pelalawan, Tengku Azmun Jaafar, bakal dieksekusi jaksa terkait korupsi pembebasan lahan Perkantoran Bhakti Praja di Pangkalan Kerinci. Azmun akan menjalankan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) RI yang menghukumnya dengan penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Eksekusi akan dilakukan setelah Pengadilan Negeri Pekanbaru menerima hasil revisi kasasi MA. Sebelumnya, ada kesalahan tanggal penahanan terhadap Tengku Azmun Jaafar hingga dia belum bisa dieksekusi dan putusan harus direvisi.

Dalam petikan putusan Kasasi MA, tertulis Tengku Azmun Jaafar telah menjalani masa tahanan dari tanggal 18 Desember 2015 sampai 18 Februari 2016. Padahal, yang benar itu, dari tanggal 8 Desember 2015 sampai 7 Juni 2016.

Panitera Muda Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rosdiana, mengatakan, revisi putusan kasasi sudah diterima dan diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan.

"Sudah dikasih hasil putusan lengkapnya ke Kejari Pelalawan, diterima Kasubsi Eksekusi Kejari Pelalawan (Andre)," ujar Rosdiana, Rabu (12/6/2019).

Dalam amar putusan Majelis Hakim MA yang diketuai Prof Dr Surya Jaya, Azmun divonis 1 tahun 6 bulan penjara, denda Rp50 juta atau subsider 2 bulan penjara. Vonis itu berbeda dengan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang dipimpin Rinaldi Triandiko menyatakan Azmun tidak bersalah dan membebaskannya.

Terpisah, Kepala Kejari Pelalawan, Nophy T Suoth SH MH, membenarkan kalau pihaknya sudah menerima revisi putusan kasasi terhadap Tengku Azmun Azmun. Ia mengaku sudah menerbiktan surat perintah untuk eksekusi. "Sudah saya terbitkan surat perintah untuk eksekusi," kata Nophy.

Sebelum eksekusi, Kejari Pelalawan terlebih dahulu melayangkan surat pemanggilan terhadap Azmun. Diharapkan Azmun kooperatif. "Kita panggil dulu, kita berharap bersangkutan kooperatif," harap Nophy.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) kala itu, menuntut Azmun dengan  hukuman 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta atau subsidair 6 bulan kurungan. Selain itu, dia juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara Rp4.518.853.600. Terhadap vonis itu, JPU mengajukan kasasi ke MA.

Kasus ini bermula ketila Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan berencana mendirikan perkantoran dengan nama Bhakti Praja pada tahun 2002. Saat itu,  pemerintah  membeli lahan seluas 110 hektar dan lahan telah dibayar.

Setelah lahan tersebut dibayar, ganti rugi lahan kembali dianggarkan  dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2007, 2008, 2009 dan 2011. Akibatnya, negara dirugikan Rp38 miliar.

Tengku Azmun  Jaafar merupakan tersangka kedelapan yang ditetapkan  oleh penyidik Direktorat Resese Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau. Tujuh tersangka  lain juga sudah diadili dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Mereka adalah mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pelalawan, Farizal Hamid, Lahmudin (mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Pelalawan), Al Azmi (Kasi  BPN Pelalawan), Tengku Alfian (PPTK pengadaan lahan dan staf Sekda Pelalawan), Rahmat (staf dinas pendapatan daerah ), Tengku Kasroen (mantan Sekretaris Daerah Pelalawan), dan Marwan Ibrahim (mantan Wakil Bupati Pelalawan).

Penulis: Linda Novia
Editor: Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Persidangan pada Kamis (23/7/2020) lalu. Saksi dari PT CGA, Rhemon Kamil bersaksi lewat video conference dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat Bupati Bengkalis nonaktif, Amril Mukminin. FOTO: Tribun. KPK Hadirkan 3 Saksi di Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Nonaktif Amril Mukminin
Asisten Pidsus Hilman Azazi SH MM MHKejati Periksa Direktur PT Airmas Jaya Mesin sebagai Tersangka Korupsi di Disdik Riau
ilustrasiKorupsi Proyek Jalan Bengkalis, Pengusaha Makmur Divonis 6 Tahun Penjara
  Massa Forum Mahasiswa Nusantara (FKMN) saat menggelar aksi demo di Bundaran HI Jakarta, Gedung Kantor Kejagung dan KPK RI pada Rabu (5/8/2020).Wajah Firdaus dengan Pejabat Pemko Dipajang di Depan Kantor Kejagung dan KPK, Ada Apa?
Foto: Dok.FKMNKPK dan Kejagung Kembali Didesak Usut Dugaan Korupsi Perkantoran Pemko Pekanbaru
Ilustrasi.KPK Panggil Kadis Perkebunan Riau, Bakal Jadi Saksi Terkait Kasus Suap Alih Fungsi Hutan

 
Berita Lainnya :
  • Viral Penampakan Rumah di Tengah Jalan Raya, Pemilik Dinilai Egois
  • Cegah Klaster Penularan Covid-19 di Kantor, Ini 5 Tips yang Bisa Diterapkan
  • Kejutan MotoGP Ceko, Kalahkan Morbidelli Brad Minder Menang
  • Buka Turnamen Sepak Bola di Wonorejo, Hamdani Harap Kekompakan Warga Makin Terjaga
  • Tahniah Hari Jadi ke-63, Bersama Bangun Riau Jadi Lebih Baik
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved