www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Pemkab Siak Siapkan Anggaran untuk Hadapi New Normal
 
Besok, Dokter Ani yang Pertanyakan soal Petugas KPPS Meninggal akan Diperika Polisi
Kamis, 16 Mei 2019 - 11:23:00 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono

JAKARTA - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya akan memeriksa Dokter Roboah Khairani Hasibuan alias Ani, Jumat (17/5/2019) besok. Pemanggilan ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

"Iya besok ada agenda pemeriksaan terhadap Dokter Ani ya di Krimsus," kata Argo saat dikonfirmasi, Rabu (16/5/2019) dikutip dari Liputan6.

Ani akan dimintai keterangan sebagai saksi. Diduga, Ani akan jalani pemeriksaan terkait komentarnya soal kejanggalan meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Berdasarkan surat panggilan yang diterima Merdeka, surat itu bernomor: S/Pgl/1158/V/RES.2.5/2019/Dit Reskrimsus, Ani dipanggil dalam kasus dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) dan/atau menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong sebagaimana kontens yang terdapat di portal berita tamshnews.com pada Minggu, 12 Mei 2019.

Ani diminta untuk hadir pemeriksaan pada Jumat, 17 Mei 2019 pukul 10.00 WIB. Ia diarahkan untuk bertemu Kasubdit III Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ganis Setyaningrum.

Panggilan ini merupakan proses penyelidikan atas laporan yang dilayangkan oleh Carolus Andre Yulika pada Minggu, 12 Mei 2019 lalu. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/2929/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Dokter Ani disangka melanggar Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 35 Jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 Ayat (1) Jo Pasal 56 KUHP.

Ani Hasibuan adalah dokter ahli syaraf. Pernyataannya mengenai banyak petugas Kelompok Panitia Pemunggutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2019 di salah satu televisi swasta, beberapa waktu lalu, memicu kontroversi publik, khususnya di media sosial.

Ani awalnya mempertanyakan mengapa banyak petugas KPPS yang meninggal dunia di sela kerja.

"Saya sebagai dokter dari awal sudah merasa lucu, gitu. Ini bencana pembantaian atau pemilu? Kok banyak amat yang meninggal. Pemilu kan happy-happy mau dapat pemimpin baru kah atau bagaimana? Nyatanya (banyak yang) meninggal," ujar Ani.

Kemudian, Ani menyanggah pernyataan pihak KPU yang menyebutkan bahwa kasus meninggalnya petugas KPPS disebabkan kelelahan bekerja.

"Kalau kita bicara fisiologi, kelelahan itu kan kaitannya dengan fisik. Kalau orang beraktivitas, dia pakai gula metabolisme. Kalau habis capek. Dia hipoglekimia dia lapar. Kalau enggak oksigennya dipakai dia ngantuk. Jadi orang capek itu, dia ngantuk, dia lapar. Kalau dipaksa, dia pingsan, enggak mati dong," ujar Ani. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiPemuda Ini Cabuli 10 Gadis di Bawah Umur, Seorang Korban Hamil dan Aborsi
IlustrasiHendak Pesta Sabu, Dua Warga Logas Diringkus Polisi
Tersangka curas dan penusukan korban Safaruddin Lubis alias Safar warga Desa Rambah Hilir, Kecamatan Rambah Hilir, Rohul diringkus Polisi.Pelaku Curas dan Penusukan Warga Rambah Hilir Diringkus Polisi di Palas
  Tersangka yang berhasil diringkus polisi.Asik Kendarai Sepeda Motor Hasil Curian, Pria 20 Tahun Diringkus Polisi
Barang bukti sepeda motor yang berhasil diamankan polisi.Ipep Warga Air Molek Pencuri Motor di Halaman Musala Diringkus Polisi
Foto: AntaraBobol Karaoke dan Kafe di Pekanbaru, Doyok Diamankan Polisi

 
Berita Lainnya :
  • Pemkab Siak Siapkan Anggaran untuk Hadapi New Normal
  • Bertambah 13 Pasien dari Kota Padang, Positif Corona di Sumbar Capai 607 Kasus
  • Data Penerima Masih Proses Verifikasi, Insentif Covid-19 Nakes di Riau Belum Cair
  • Salon Akan Dibuka Saat New Normal, Berikut Sejumlah Protokol yang Harus Diketahui
  • PGN Tandatangani Komitmen Kebijakan Penetapan Harga Gas dengan Pelanggan Industri Tertentu Permen ESDM 8/2020
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved