www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Hari Ini Riau Nihil Kasus Baru Corona, Total Pasien Positif Masih 111 Orang
 
Terkesan Janggal Sidang Perkara Penggelapan Dana PT SSS, Penyidik Tak Sertakan Audit
Jumat, 15 Maret 2019 - 12:12:45 WIB
Sidang perkara penipuan dan penggelapan dana perusahaan PT SSS.
Sidang perkara penipuan dan penggelapan dana perusahaan PT SSS.

PEKANBARU - Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menggelar kembali sidang perkara penipuan dan penggelapan dana perusahaan PT SSS. Agenda mendengarkan saksi ahli dari pakar hukum Universitas Islam Riau Zulkarnain Sanjaya, Kamis (14/3/2019) petang.

Dalam sidang yang dipimpim Majelis Hakim diketuai oleh Martin Ginting dan turut dihadiri seorang terdakwanya Anton selaku Direktur PT SSS. Saksi menyebut bahwa dalam perkara ini seharusnya dilakukan audit terlebih dahulu, sebelum menentukan siapa tersangkanya.

"Sebelum menetapkan tersangka dalam perkara ini (penggelapan), perusahaan harus melakukan audit terlebih dahulu yang Mulia, agar uang yang keluar masuk dapat diketahui dan tidak disalahgunakan aliran dana keuntungannya," ucap Zulkarnain.

Apalagi, Zulkarnain menyebut dari hasil audit ternyata perusahaan itu failed. Maka ranah hukumnya, tentu dilarikan ke perdata. Ia mengatakan bahwa dakwaan yang dituduhkan kepada terdakwa atas perkara pidana tidak layak.

"Tapi harusnya ini hukum perdata bukan pidana. Selain itu, jika diketahui hasil auditnya adanya penyimpangan tentunya akan ketahuan siapa pelaku utamanya dan yang turut serta di dalamnya," terangnya.

"Apakah nama seseorang yang tidak tercantum di dalam suatu perusahaan bisa dijadikan tersangka atau terdakwa?" tanya hakim kembali kepada saksi.

"Harusnya di dalam pasal 56 KHUP menyebutkan orang yang tercantum dalam akta perusahaan dapat dikenakan. Namun lagi-lagi harus diaudit kembali. Kasus ini terkesan dipaksakan," tegasnya.

Di tempat terpisah, Kuasa Hukum terdakwa, Dwipa Dalius SH mengatakan kepada halloriau.com, Jumat (15/3/2019), selain terdakwa ada juga sejumlah nama-nama di dalam perusahaan tersebut, tapi tidak ditetapkan sebagai tersangka.

"Kita akui bukan terdakwa (Anton) saja di dalamnya. Tapi menyeret juga orang-orang di dalam perusahaan itu. Atau bahkan ditersangkakan juga. Kan adil, sementara jabatan Anto saja selaku Direktur main tunjuk-tunjuk aja (boneka) yang bisa diperintah-perintahkan rekannya," terangnya.

Dwipa sangat menyayangkan penyelidikan yang dilakukan penyidik dalam kasus ini. Saksi ahli sudah menyebut bahwa dalam kasus ini harus dilakukan audit. Ia mengatakan harusnya pertama itu diaudit baru bisa dilihat hasilnya untuk menentukan siapa tersangkanya.

"Audit aja tidak ada dilakukan. Tiba-tiba menyebutkan Anton sebagai tersangka dalam perkara ini," kesalnya.

Sebelumnya, perkara ini berawal adanya penyertaan modal investasi pembelian minyak bersubsidi tahun 2015 silam. Saat itu disepakati pemberian fee 4 persen dari jumlah uang yang diinvestasi setiap bulannya.

Setahun berjalan, diketahui aliran dana tersebut mandat. Pada bulan Mei 2016, akhirnya investor melaporkan terdakwa ke Polresta Pekanbaru atas dugaan penggelapan dan penipuan.
 
Penulis : Helmi
Editor : Fauzia






Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ilustrasi.Oknum Polisi Gelapkan 83 Mobil Rental, Tertangkap di Pelalawan
Mobil turut diamankan sebagai barang bukti.Polisi Tangkap Pemilik Sabu yang Terobos Tim Hunting PSBB Pekanbaru
SMPN 07 PekanbaruDiduga Tersambar Petir, Gedung SMPN 07 Pekanbaru Diamuk Si Jago Merah
  IlustrasiKurang Puas Kinerja Sejumlah Penyidik, Korban Penganiayaan Lapor ke Propam Polda Riau
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang MuApes, Dua Pemuda Riau Ini Diamankan Aparat saat Coba Terobos Penyekatan, Ternyata Bawa Sabu
Saat penangkapan 6 orang pelaku pesta narkoba di kamar hotel.Soal 6 Pelaku Pesta Narkoba di Hotel saat Pandemi Covid-19, Ini Penjelasan Polresta Pekanbaru

 
Berita Lainnya :
  • Hari Ini Riau Nihil Kasus Baru Corona, Total Pasien Positif Masih 111 Orang
  • Hari Raya Idul Fitri, TMC di Riau Tetap Dilaksanakan, Total Volume Hujan Capai 33,8 Juta M3
  • Tambahan 479 Kasus Baru Corona di Indonesia, Berikut Sebarannya
  • Hari Raya Idul Fitri, 4 Pasien Positif Corona di Dumai Sembuh
  • Pasien Corona Hari Ini di Indonesia Capai 22.750 Kasus, Sembuh 5.642 Orang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved