www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Karena Salahnya Sendiri, Oezil Terbuang dari Arsenal
 
Dugaan Korupsi di Dispora Riau segera Tahap I, Kejati Tunggu Hasil PKN
Selasa, 30 Oktober 2018 - 17:33:27 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau segera melimpahkan berkas tersangka tahap I dalam perkara dugaan korupsi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau ke Jaksa Peneliti.

Sebelum itu dilaksanakan (tahap I) penyidik terlebih dahulu harus menunggu hasil dari audit Penghitungan Kerugian Negara (PKN) dalam kasus tersebut.

"Kita masih menunggu hasil audit PKN dari BPK," ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau Muspidauan kepada halloriau.com, di ruangannya, Selasa (30/10/2018).

Lebih lanjut, kata Muspidauan pihaknya masih menunggu hasil audit PKN. Jika ditemukannya, penyidik langsung melakukan proses tahap I.

"Nantinya juga akan dikembalikan lagi ke penyidik untuk dilengkapi. Karena ada salah satu unsur perkara yang belum dipenuhi, yaitu hasil audit PKN," singkat Muspidauan.

Dua tersangka telah ditetapkan statusnya, yakni, Mislan yang saat itu menjabat sebagai salah satu Kepala Bidang (Kabid) di Dispora Riau sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kegiatan tersebut, dan Abdul Haris selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Saat ini tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru.

Dalam proses penyelidikan, Kejati Riau meyakini adanya bukti permulaan yang cukup berupa perbuatan melawan hukum dalam proses penganggaran maupun proses pelaksanaan kegiatan, sehingga perkara ini layak naik ke tahap penyidikan sejak 27 Februari 2018.

Diketahui, dugaan tindak pidana korupsi ini terjadi dalam kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana di Dispora Riau dengan menggunakan dana dari APBD perubahan 2016 sebesar Rp21 miliar. Anggaran itu diketahui dipecah dalam beberapa proyek dengan dilakukan PL.

Kejati Riau juga telah menyelamatkan uang atas kerugian negara Rp2 miliar uang dan sudah dikembalikan ke Kas. Pada proses penyelidikan dikembalikan sebanyak Rp1,6 miliar.

Total kerugian negara pada dugaan korupsi ini diperkirakan sebesar Rp3,6 miliar, berdasarkan temuan BPK RI pada kegiatan tersebut. Artinya ada sekitar Rp1,5 miliar lagi yang belum dikembalikan.

Penulis : Helmi
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiUpaya Banding 3 Terdakwa Korupsi PT PER Mental, Justru Hukuman Bertambah
IlustrasiKasus Dugaan Korupsi Bansos di Siak, Jaksa Periksa 5 Saksi Termasuk Ketua KNPI
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.KPK Sebut Tindak Pidana Korupsi Rawan Terjadi pada Tahun Politik
  Foto: AntaraSidang Pledoi Dugaan Korupsi Amril Mukminin, Pengacara Mohon Terdakwa Dibebaskan
IlustrasiKejati Riau Periksa Pengurus KNPI Terkait Dugaan Korupsi Bansos Siak
IlustrasiKasi Intel Kejari Siak Benarkan Pemeriksaan Kejati Riau Terikait Korupsi di Setdakab

 
Berita Lainnya :
  • Karena Salahnya Sendiri, Oezil Terbuang dari Arsenal
  • Pandemi Covid-19, Tempat Usaha dan Kegiatan Masyarakat di Meranti Dibatasi hingga 10 Malam
  • Melintas Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Tak Lagi Gratis, Mulai 2 November Berbayar
  • Komisi I DPRD Pekanbaru Sorot Konflik Kepemilikan Lahan Warga dengan PLTU
  • Positif Covid-19 Tembus 800 Kasus, Masyarakat Diimbau Hindari Stigma Negatif
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved