PEKANBARU - Sebanyak 16 tim Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) adu strategi dan kekompakan dalam IKTS MLBB Tournament Season 1 yang digelar Ikatan Keluarga Tionghoa Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS).
Turnamen esports perdana yang digelar IKTS tersebut berlangsung selama dua hari di Mal Pekanbaru, Sabtu-Minggu (3-4/10/2026).
Kompetisi ini menjadi langkah awal IKTS dalam memberikan ruang bagi para pemain esports untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjaring bibit-bibit potensial di cabang olahraga elektronik.
Ketua Harian IKTS, Nata Hedy Nyo SE SH MH, mengatakan turnamen tersebut merupakan kompetisi offline pertama yang digelar IKTS.
"Ini merupakan Kompetisi offline perdana bertajuk IKTS MLBB Tournament Season 1. Dirancang khusus untuk memfasilitasi para pemain MLBB dalam menunjukkan kemampuan terbaik, strategi makro-mikro serta kekompakan tim secara tatap muka," tambah Nata.
Menurut Nata, MLBB dipilih karena merupakan salah satu cabang olahraga modern yang memiliki banyak peminat, baik dari kalangan anak muda maupun orang dewasa.
Selain membutuhkan kemampuan teknis, permainan tersebut juga menuntut pemain mengasah insting, strategi, komunikasi, dan kekompakan tim untuk meraih kemenangan.
"MLBB merupakan salah satu cabang olahraga modern yang banyak digemari anak muda maupun orang dewasa saat ini. Mengasah insting dan strategi untuk menang," lanjut Nata.
Ia menambahkan, Mobile Legends juga menjadi salah satu nomor yang dipertandingkan dalam Asian Games 2026 yang berlangsung di Jepang.
Sementara itu, Ketua Panitia IKTS MLBB Tournament Season 1, Billy Wilson, mengatakan jumlah peserta dibatasi hanya 16 tim. Kuota tersebut ditetapkan berdasarkan urutan pendaftaran karena antusiasme peserta cukup tinggi.
"Waktu persiapan lebih sebulan dan cukup banyak tim yang mendaftar, namun kuotanya sangat terbatas, hanya untuk 16 tim," ujarnya.
Seluruh peserta turnamen berasal dari Kota Pekanbaru. Setiap tim diperkuat lima pemain.
Pertandingan dibagi dalam beberapa tahapan selama dua hari. Hari pertama diisi babak penyisihan hingga perempat final, sedangkan semifinal dan final digelar pada hari kedua.
Billy mengatakan format offline menjadi salah satu daya tarik utama kompetisi tersebut. Para pemain tidak hanya berhadapan dengan lawan melalui layar masing-masing, tetapi dapat merasakan atmosfer pertandingan secara langsung.
"Berbeda dengan turnamen daring, pertandingan digelar secara offline, sehingga para peserta bisa merasakan langsung gairah berkompetisi dan hype pertandingan bersama tim-tim tangguh lainnya," kata Billy dikutip dari MRC.
Turnamen perdana yang digagas kaum muda IKTS tersebut mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, di antaranya Mal Pekanbaru, Yadea Durian Pekanbaru, Asset Nusantara, Marga Lie, Kin Men Riau, Han's Sport, Aricton Agri, Semen Merah Putih, Panam City Residence, Xiaomi Shop Juanda, Asset Kuliner, GJ Store dan Indodes.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong perkembangan ekosistem esports di Kota Pekanbaru.
Melalui IKTS MLBB Tournament Season 1, IKTS berharap kompetisi esports dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, sportivitas, strategi, dan kerja sama tim.