PEKANBARU - Sebuah Alquran dengan ornamen khas Tionghoa menjadi simbol hangatnya silaturahmi antara masyarakat Tionghoa dan Melayu di Riau.
Kitab suci tersebut diserahkan Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) kepada Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) saat rombongan PSMTI berkunjung ke Balai Adat Melayu Riau, Kamis (18/9/2026).
Rombongan PSMTI disambut Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf dan Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil.
Momen penyerahan Alquran tersebut terasa istimewa karena dilakukan langsung oleh Sekjen demisioner PSMTI Peng Suyoto, yang juga merupakan putra Bengkalis.
Alquran tersebut telah ditashih Departemen Agama dan dilengkapi pengantar dari menteri. Dengan ornamen bernuansa Tionghoa, kitab suci itu menjadi bagian dari pertemuan dua komunitas dengan latar belakang budaya yang berbeda.
Di dalam Balai Adat Melayu Riau, Alquran tersebut seolah membawa pesan tentang bagaimana perbedaan identitas tidak harus menjadi jarak. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi, persaudaraan dan kebersamaan.
Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf mengapresiasi kunjungan PSMTI. Menurutnya, silaturahmi antarkomponen masyarakat merupakan bagian penting dalam memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di Riau.
“Perbedaan latar belakang bukan penghalang untuk kita duduk bersama. Justru dari keberagaman itu kita dapat membangun persaudaraan dan menjaga Riau sebagai rumah bersama,” ujar Datuk Seri Raja Marjohan.
Sementara itu, Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil juga menyambut baik kedatangan PSMTI.
Ia menegaskan, LAMR terbuka bagi siapa saja yang datang dengan niat baik untuk bersilaturahmi dan membangun kebersamaan di Riau.
“LAMR adalah rumah besar kita bersama. Siapa pun yang datang dengan niat baik untuk bersilaturahmi dan membangun Riau, tentu kita sambut dengan baik,” kata Datuk Seri Taufik dikutip dari MCRiau.
Pertemuan tersebut tidak berhenti pada agenda silaturahmi. PSMTI dan LAMR juga membahas persiapan peringatan Hari Kebudayaan Nasional 2026.
Dalam kegiatan tersebut, beragam seni dan budaya dari berbagai latar belakang akan diberi ruang untuk tampil bersama.
Peringatan Hari Kebudayaan Nasional 2026 itu dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026 di Balai Adat Melayu Riau.
Pertemuan PSMTI dan LAMR pun menjadi gambaran bahwa keberagaman budaya di Riau dapat dipertemukan dalam ruang yang sama, dengan semangat menjaga persaudaraan dan kebersamaan.