PEKANBARU – Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Riau, Dr. Kurniadi, SE, MH, Bds, mengajak umat Buddha untuk memaknai Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026 dengan penuh kesederhanaan, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.
Menurut Kurniadi, perayaan Tri Suci Waisak hendaknya tidak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai toleransi, kepedulian sosial, dan kerukunan antarumat beragama.
“Kepada umat Buddha agar merayakan Tri Suci Waisak sesuai dengan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya dan dilaksanakan secara sederhana. Tetap menjaga kerukunan, saling membantu, serta saling menghormati dengan umat agama lainnya,” ujarnya.
Ia juga mendorong umat Buddha untuk lebih aktif melaksanakan kegiatan sosial dan kemanusiaan, baik bagi sesama umat Buddha maupun masyarakat secara umum. Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan, semangat berbagi dinilai menjadi salah satu bentuk implementasi ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Kurniadi mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan serta menjadikan nilai-nilai kebajikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
“Hari Raya Waisak merupakan momentum bagi umat Buddha untuk kembali merenungkan ajaran dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan Sang Buddha sebagai pedoman dalam kehidupan,” ungkapnya.
Dalam rangka menyambut Waisak 2570 BE, Permabudhi Riau bersama Permabudhi Pekanbaru telah melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Beberapa di antaranya adalah penyerahan bingkisan kepada guru agama Buddha di Pekanbaru serta partisipasi dalam pawai Waisak dan kegiatan lainnya.
Kurniadi menjelaskan, puncak perayaan Hari Raya Waisak tahun ini jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026. Waisak sendiri merupakan peringatan atas tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautama yang dikenal sebagai Tri Suci Waisak.
Ketiga peristiwa tersebut meliputi kelahiran Pangeran Siddharta Gautama, pencapaian penerangan sempurna hingga menjadi Buddha setelah menjalani kehidupan sebagai pertapa, serta wafat atau Parinibbana Sang Buddha.
Melalui peringatan Waisak tahun ini, umat Buddha diharapkan dapat semakin memperkuat nilai kebajikan, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.(*)