www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Disepakati, Juni Tahapan Pilkada Dilanjutkan, 9 Desember Pemungutan Suara
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Kuras Harta Rp 14 M Lawan Corona dan Cerita Steven soal Mati Syahid
Selasa, 19 Mei 2020 - 08:39:13 WIB
Steven Indra Wibowo
Steven Indra Wibowo

BANDUNG - Sosok Steven Indra Wibowo menjadi perbincangan belakangan ini. Ketua Mualaf Center Indonesia itu menguras harta bendanya senilai Rp 14 miliar untuk disumbangkan melawan wabah virus Corona sejak Januari 2020.

Ia konversi harta bendanya menjadi ratusan ribu perlengkapan alat pelindung diri (APD), sembako dan makanan siap santap bagi petugas di garda depan penanggulangan COVID-19 dan masyarakat yang terimbas. Selama menjalankan ikhtiarnya, ia bercerita mengenai pengalaman yang paling membekas.

"Ada tim aku meninggal karena Corona, tapi ya aku selalu bilang ke tim yang lain. Dia bahagia meninggal karena wabah, dia meninggal dalam keadaan bertugas. Dia bahagia, karena saya selalu menitipkan ke anak-anak, tiada yang membahagiakan dari seorang muslim kecuali mati dalam keadaan syahid," ujar Koh Steven, beberapa waktu lalu, seperti yang dilansir dari detik.

"Mati dalam bertugas syahid, mati dalam tugas kemanusiaan insyaallah syahid, dan mati karena wabah insyaallah syahid. Kita akuin ke istrinya dan orang tuanya, saya iri sama anak bapak. Dia dibolehkan mati dalam bertugas, saya tidak tahu pak, bagaimana nanti," ujar ayah empat anak ini.

Setiap pagi, kata Koh Steven, dalam memulai pergerakannya selalu memberikan mentoring kepada rekan-rekan. "Saya kasih mentoring lewat voice note, karena kebanyakan relawan adalah laki-laki. Saya sampaikan seorang muslim ke luar rumah itu hanya untuk dua hal, dia berdakwah atau dia mencari nafkah untuk anak dan istrinya," tuturnya.

"Ini jadi seperti semacam penyemangat mereka, saat takut kepada sesuatu," ucap Koh Steven menambahkan.

Selain menyumbang APD dan sembako, ia juga tengah menyiapkan lahan 12 ribu hektare untuk program Tancap Indonesa. Steven bekerja sama dengan petani untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia pascakrisis COVID-19.*

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Indra Yovi.Tidak Ada Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Riau, 10 Pasien Dinyatakan Sembuh
Ilustrasi.Berikut Sebaran Positif Covid-19 di Seluruh Provinsi, Riau Tambah 1 Lagi
dr Indra Yovi saat coferensi pers. Kasus Corona di Riau Nambah 1 dari Warga Siak, Total 110 Orang
  IlustrasiHari Ini Riau Nihil Kasus Baru Corona, Total Pasien Positif Masih 111 Orang
Indra Yovi saat konferensi pers.Terbanyak, Klaster Santri Magetan Capai 38 Kasus Corona di Riau
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Mimi Yuliani NazirBertambah 1 dari Cluster Santri Jatim dan Sehat 3, Total Positif Covid-19 Riau 109 Kasus

 
Berita Lainnya :
  • Disepakati, Juni Tahapan Pilkada Dilanjutkan, 9 Desember Pemungutan Suara
  • Gerakan 1000 Kantong Darah Ramadan
  • Bayi Malang Al Fatih Terbaring Lemah, PB Gerakan NU Peduli Covid-19 Bantu Biaya Perawatan hingga Sehat
  • Nekat Beraksi Saat PSBB, 4 Pemuda di Bengkalis Terancam Penjara 4 Bulan
  • Ruangan Kantor Kades Rambah Tengah Hilir Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTK
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Gubri Teken Sertifikat Serah Terima 2 Insinerator Relawan Peduli Covid-19
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved